Kecantikan

Suntik Botox Bisa Jadi Cara Mampu Buat Mengatasi Keringat Berlebih

Suntik botox dikenal sebagai suntik kecantikan yang dapat bikin wajah awet muda, kencang, dan lebih halus. Akan tetapi tidak hanya sampai situ saja fungsi suntik botox. Selain buat kecantikan, suntik botox juga dapat jadi cara mengurangi keringat berlebih. Bagaimana caranya?

Suntik botox bisa buat keperluan medis

Keringat berlebih adalah sebuah kondisi tidak wajar yang disebut sebagai hiperhidrosis. Bahkan, sebagian orang dengan hiperhidrosis bisa terus berkeringat deras meski sedang bersantai di ruangan dingin ber-AC atau tinggal di daerah beriklim sejuk.

Pada kebanyakan kasus, hiperhidrosis tidak diketahui penyebabnya meski bisa dipicu oleh masalah saraf atau penyakit tertentu seperti diabetes atau penyakit jantung. 

Masalah keringat berlebihan ini biasanya dapat dikendalikan dengan penggunaan deodoran antiperspiran rutin yang dapat menahan produksi keringat. Akan tetapi, kasus yang lebih parah mungkin {{butuh}} bantuan perawatan medis buat mengendalikan gejalanya. Sebuah perawatan medis yang tersedia {untuk} mengatasi hiperhidrosis adalah suntik botox.

Cara mengurangi keringat berlebih dengan suntik botox

Biasanya, sistem saraf Kamu akan mengaktifkan kelenjar keringat pada saat suhu {{tubuh}} Kamu naik. Lalu keringat akan mengucur dari pori-pori kulit sebagai upaya {untuk} mendinginkan {{tubuh}}. Meski begitu, saraf pada kelenjar keringat orang yang mempunyai hiperhidrosis justru bekerja terlalu aktif yang pada akhirnya mengeluarkan keringat berlebih.

Nah, botox bekerja menghalangi saraf yang bertanggung jawab {untuk} mengaktifkan kelenjar keringat Kamu. Racun botox yang disuntikkan pada area bermasalah (yang berkeringat deras) akan melumpuhkan saraf yang bermasalah tersebut yang pada akhirnya memberhentikan pengiriman sinyal ke otak {untuk} memproduksi keringat. Akibatnya, produksi keringat jadi lebih terkendali.

Hasilnya aman dan tahan lama

Hasil suntik botox dapat bertahan selama hampir satu tahun.

Akan tetapi perlu diketahui sesungguhnya efek botox tidak menyeluruh. Botox hanya bekerja menangkal keringat di area {{tubuh}} yang disuntik saja. Maka jika Kamu termasuk tipe orang yang berkeringat deras di seluruh badan mungkin perlu beberapa kali suntik pada sebuah tempat yang berbeda. Suntik botox juga sama efektifnya {untuk} mengurangi keringat berlebih di area lain, seperti tangan, kaki, dan wajah.

Dokter biasanya mengimbau Kamu {untuk} tidak {{dulu}} mencukur ketiak selama 2-3 hari sebelum suntik, apabila keringat di ketiak yang berlebihan.

Adakah efek samping suntik botox ini?

Suntik botox aman dilakukan sebagai cara mengurangi keringat berlebih. Prosedur penyuntikkannya sederhana dan cepat, dapat dilakukan di klinik atau pun rumah sakit.

Meski demikian, masih tetap ada risiko dan efek samping lainnyayang ditimbulkan. Beberapa  efek samping termasuk:

  • Muncul sakit atau memar di tempat suntikan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mengalami gejala mirip {{flu}}
  • Kelopak mata sayu (apabila melakukan suntik botox di wajah)
  • Terjadi kelemahan otot di seluruh {{tubuh}}.
  • Mata jadi buram atau sulit melihat jelas
  • Sesak napas
  • Kehilangan kontrol kandung kemih

Sebagian besar efek samping ini bersifat sementara sembari menunggu {{tubuh}} beradaptasi dengan kehadiran botox di aliran darah. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika gejala efek sampingnya berlanjut terus-menerus atau bertambah parah.

Jika Kamu menggunakan obat pengencer darah, dokter akan menyarankan Kamu {untuk} tidak minum obat tersebut selama beberapa hari {untuk} menangkal memar.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close