Fakta Unik Kesehatan

Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal

Terkadang, rasa sakit saat buang air kecil dianggap sebagai masalah sepele dan akan membaik dengan sendirinya. Padahal, mungkin saja ini menjadi sinyal sesungguhnya Kamu tak sekadar mengalami infeksi saluran kencing, tapi infeksinya sudah menjalar ke ginjal. Oleh akibat itu, penting bagi Kamu {untuk} mewaspadai gejala infeksi ginjal pada wanita sebelum telat.

Apa saja gejala infeksi ginjal pada wanita?

Supaya tidak tertukar, perhatikan gejala infeksi ginjal yang khas dialami oleh wanita berikut ini.

1. Sering buang air buang air kecil disertai nyeri

waktu buang air besar Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal shutterstock 788398624 700x467

Gejala infeksi ginjal pada wanita dapat diamati dari perubahan frekuensi buang air kecil. Jika tiba-tiba Kamu merasa sering buang air kecil dan disertai rasa nyeri, maka bisa jadi ini tanda ginjal Kamu sudah terinfeksi.

Staci Leisman, M.D, seorang ahli penyakit dalam dan nefrologi di Mount Sinai Hospital, menyebutkan kepada Women’s Health sesungguhnya ini bisa jadi pertanda sesungguhnya bakteri dalam kandung kemih sudah mulai naik ke ginjal.

Kamu mungkin juga merasakan nyeri dan sensasi terbakar dan sakit saat buang air kecil. Pada saat lapisan uretra yang meradang terkena aliran urine, maka inilah yang menimbulkan rasa nyeri dan panas saat buang air kecil.

2. Demam

penyakit tipes demam tifoid Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal penyakit tifus demam 700x467

Setiap jenis infeksi yang telah terjadi pada organ {{tubuh}} mana pun akan memicu respon kekebalan {{tubuh}}, termasuk pada ginjal. Pada saat ginjal mulai terinfeksi, respon {{tubuh}} yang sedang melawan bakteri akan mengakibatkan suhu {{tubuh}} meningkat. {{Tubuh}} Kamu biasanya akan berasa dingin, akan tetapi ketika yang bersamaan juga mengeluarkan lebih banyak keringat di malam hari.

3. Nyeri punggung

nyeri punggung setelah melahirkan Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Nyeri Punggung Setelah Melahirkan Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya 700x467

Ginjal terletak di belakang rongga perut dan cenderung lebih dekat dengan punggung. Ginjal yang terinfeksi lambat laun akan membengkak dan menekan kapsul ginjal yang menutupinya. Akibat letak ginjal lebih dekat ke punggung daripada perut, maka hal ini bisa menimbulkan rasa sakit di bagian punggung bawah.

Dokter biasanya akan mengetuk pelan ke bagian punggung bawah {untuk} memastikan penyebabnya. Jika berasa sakit, maka hal ini bisa jadi gejala infeksi ginjal.

4. Sakit perut

sakit perut bagian bawah Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal sakit perut bagian bawah 700x467

Selain sakit punggung, gejala infeksi ginjal pada wanita yang paling khas adalah sakit perut. Meskipun memang, tidak semua wanita akan merasakan nyeri perut saat ginjalnya terinfeksi.

Walaupun letaknya cukup jauh dari perut, tidak menutup kemungkinan rasa nyeri pada ginjal akan menjalar ke organ {{tubuh}} lainnya, termasuk perut. {Untuk} memastikan penyebab sakit perut akibat infeksi ginjal atau penyakit lainnya, segera periksakan diri ke dokter terdekat.

5. Mual dan muntah

perkembangan janin 3 minggu Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal 5 Camilan Saat Hamil untuk Mengatasi Mual 700x467

Beberapa wanita mengalami mual dan muntah saat ginjalnya terinfeksi. Sama seperti demam, peradangan dan infeksi dalam {{tubuh}} akan merangsang sistem kekebalan {{tubuh}} {untuk} melawan. Salah satunya dengan merangsang mual dan muntah.

6. Ada nanah dan darah dalam urine

warna urine Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal warna urine berubah setelah minum vitamin 700x467

Saat buang air kecil, coba perhatikan warna dan kondisi urine Kamu. Apakah adanya darah atau nanah di dalamnya? Jika iya, bisa jadi Kamu terkena infeksi ginjal.

Ini akibat sistem kekebalan {{tubuh}} Kamu sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi, dan pada akhirnya memicu sel darah merah ikut terbawa bersama urine. Ditambah lagi, peradangan pada uretra dapat memicu perdarahan dan mengakibatkan kencing berdarah.

Dalam kasus infeksi ginjal yang parah, Kamu mungkin akan menemukan nanah pada urine. Menurut Nicole Ali, MD, seorang ahli saraf dari NYU Langone Health di New York, nanah tersebut berasal dari penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine.

7. Air kencing berwarna keruh dan berbau

penyebab air kencing keruh Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal shutterstock 1015364905 700x467

Gejala infeksi ginjal pada wanita cenderung mirip dengan gejala infeksi jamur vagina. Bedanya, gejala infeksi ginjal tidak disertai dengan keluarnya keputihan atau cairan apa pun dari vagina.

Infeksi ginjal biasanya ditandai dengan terdapat bercak-bercak yang menyebabkan warna urine jadi keruh dan berbau. Lagi-lagi, hal ini disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang meningkat saat melawan bakteri, yang pada akhirnya membuat warna urine menjadi keruh.

Sedangkan, bau tak sedap pada urine adalah hasil dari fermentasi bakteri. Akan tetapi hati-hati, ini juga dapat menandakan sesungguhnya Kamu sedang dehidrasi. {Untuk} membedakannya, cobalah perbanyak minum air putih. Jika warna urine masih saja keruh dan berbau, maka hal ini merupakan gejala infeksi ginjal yang perlu Kamu waspadai.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close