Kebugaran Jasmani

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Pernakah Kamu mengalami nyeri dada yang intens pada saat sedang olahraga? Banyak orang sering mengira kalau nyeri dada saat berolahraga disebabkan akibat serangan jantung. Padahal, belum tentu. Ada banyak kondisi lain yang dapat jadi penyebabnya, mulai dari yang ringan sampai parah sekalipun.

Penasaran apa saja? Pelajari jawabannya di sini.

Berbagai penyebab nyeri dada saat olahraga

Berikut adalah lima penyebab paling {{umum}} mengapa dada Kamu berasa sakit saat berolahraga:

1. Otot tegang

Tulang di sekitar dada dan rusuk Kamu diselimuti oleh banyak otot interkostal. Tanpa Kamu sadari, berolahraga dengan kecepatan atau intensitas yang tinggi ternyata bisa mengakibatkan otot di sekitar dada menegang. Akibatnya, Kamu mengalami nyeri dada saat olahraga.

Biasanya kondisi ini disebabkan akibat Kamu melakukan teknik yang salah pada saat olahraga angkat bebanpull up atau squat. Tidak cumna itu, Bahkan, dehidrasi atau kekurangan elektrolit di {{tubuh}} juga dapat mengakibatkan otot di sekitar dada menegang.

2. Gangguan pencernaan

Kamu mungkin tidak pernah mengira kalau nyeri dada yang Kamu rasakan saat olahraga bisa disebabkan akibat gangguan pencernaan.

Sebuah masalah pencernaan yang paling sering mengakibatkan nyeri dada adalah heartburn, yang telah terjadi pada saat asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Kondisi ini umumnya terjadi setelah Kamu mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung naik sebelum berolahraga.

3. Asma

Apa Kamu sebuah orang yang punya riwayat penyakit asma? Jika ya, nyeri dada saat olahraga yang sering Kamu alami bisa jadi disebabkan akibat kondisi tersebut. Akan tetapi, tak semua orang dengan penyakit asma lalu pasti mengalami kekambuhan gejala pada saat berolahraga.

Sebagian orang yg tidak mempunyai riwayat asma bahkan dapat mengalami gejala asma (seperti sesak napas dan mengi) hanya saat mereka berolahraga.

Penting {untuk} dipahami sesungguhnya olahraga tidak mengakibatkan asma. Namun, olahraga bisa jadi sebuah pemicu gejala asma pada pasien dengan kondisi medis tertentu.

4. Angina

Angina pectoris, atau yang lebih dikenal dengan angina (angin {{duduk}}) adalah rasa tidak nyaman yang disertai dengan nyeri intens di dada. Pada dasarnya kondisi ini bukanlah penyakit, tapi merupakan gejala dari penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner. Olahraga intensitas tinggi dan stres dapat memicu kondisi ini pada mereka yang mempunyai penyakit jantung koroner.

Kurangnya suplai darah yang sampai ke jantung mengakibatkan semakin sedikitnya oksigen yang dibawa ke jantung {untuk} memompa darah. Akibatnya, Kamu akan merasa sesak, nyeri, atau sakit di dada seperti ditusuk-tusuk. Nyeri dada yang dirasakan terkadang bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, bahu, atau punggung sebelah kiri.

5. Kardiomiopati hipertrofik

Kardiomiopati adalah suatu penyakit genetik yang mengakibatkan terjadinya penebalan tidak normal di otot-otot jantung.

Saat berolahraga, semua otot ikut bergerak. Termasuk otot jantung. Pada saat berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantung seseorang yang mempunyai riwayat penyakit kardiomiopati akan semakin menebal. Penebalan ini membuat jantung bekerja lebih keras {untuk} memompa oksigen yang pada akhirnya aliran listrik menjadi terganggu.

Kondisi tersebut dapat mengakibatkan pusing, kliyengan, sesak napas, dan bahkan nyeri dada saat olahraga. Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin juga mengalami serangan jantung bahkan henti jantung mendadak saat berolahraga akibat dipicu kardiomiopati.

6. Serangan jantung

Nyeri dada saat olahraga dapat disebabkan oleh serangan jantung alias infark miokard. Serangan jantung terjadi pada saat otot jantung mengalami kerusakan akibat tidak bisa mendapatkan darah yang kaya oksigen.

Sebuah ciri {{umum}} serangan jantung adalah nyeri dada di sebelah kiri secara tiba-tiba dengan rasa sakit yang hebat. Nyeri dada ini dideskripsikan seperti terdapat tekanan, remasan, atau rasa sesak di dalam rongga dada.

Kamu dapat mengalami sesak napas. Bahkan, beberapa pasien juga mengalami keringat dingin sebelum akhirnya mengalami serangan jantung

Orang dengan riwayat serangan jantung sebelumnya akan mempunyai risiko {untuk} mengalami henti jantung mendadak pada saat olahraga. Kondisi tersebut membutuhkan perawatan medis segera akibat bisa mengancam nyawa jika tidak diobati dengan cepat.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close