fbpx
Tips Kesehatan

Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Mual adalah sebuah efek samping kemoterapi yang paling {{umum}}. Bahkan, efek samping ini mulai muncul sesaat setelah obat kemoterapi dosis pertama diberikan. Meskipun sebagian orang dapat meredakan rasa mualnya dengan mudah, sebagian pasien kanker lainnya harus berjuang dengan keras {untuk} mengatasinya. Lalu, apa saja yang harus dilakukan {untuk} mengatasi mual setelah kemoterapi? Berikut penjelasannya.

Advertisement

Cara mengatasi mual setelah kemoterapi

Meskipun mampu membunuh sel-sel kanker, kemoterapi juga sering kali memicu rasa mual. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari frekuensi perawatan, dosis obat, dan cara pemberian obat (obat minum maupun cairan infus).

Advertisement

Parah atau tidaknya mual yang dirasakan bisa berbeda-beda pada setiap pasien. Ada yang cuma mengalami mual ringan yang bisa diatasi dengan baik, tapi ada juga yang mengalami mual parah atau bahkan sampai muntah. Inilah yang mengakibatkan pasien kanker mengeluh nafsu makan menurun setelah kemoterapi.

Nah, berikut ini sejumlah cara yang dapat dilakukan {untuk} mengatasi mual setelah kemoterapi. Di antaranya:

1. Minum obat pereda mual

obat kemoterapi minum Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? Report medical affairs a constant presence in Ph IV studies 701x467

Setelah kemoterapi selesai dilakukan, dokter biasanya akan memberikan obat khusus {untuk} meredakan mual. Obat antimual ini disebut juga dengan antiemetik. Pemberian dosis dan jenis obatnya berbeda-beda {untuk} setiap pasien, tergantung dari seberapa parah mual yang dirasakan.

Obat antimual ini tersedia dalam berbagai bentuk, di antaranya pil, cairan infus, atau supositoria. Jika pasien mengalami mual dan muntah, pasien tersebut mungkin akan diberikan obat pereda mual melewati cairan infus atau supositoria supaya tidak terbuang sia-sia. Konsultasikan ke dokter {untuk} mendapatkan obat pereda mual yang sesuai dengan kondisi Kamu.

2. Akupuntur

efek samping akupuntur Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? shutterstock 557356975 700x467

Menurut American Society of Clinical Oncologists (ASCO), akupuntur menyebut-nyebut mampu meringankan efek samping kemoterapi yang mengganggu. Salah satunya meredakan mual setelah kemoterapi.

Mengutip dari sebuah kajia penelitian yang dimuat dalam jurnal Chinese Acupuncture and Moxibustion, akupuntur yang dikombinasikan dengan terapi panas bernama moksibusi dapat mengurangi mual akibat obat kemoterapi.

Hal ini diperkuat pula dengan studi kecil lainnya, sesungguhnya pasien kanker yang baru saja menjalani radiasi dan kemoterapi cenderung mengalami mual yang lebih ringan. Selain itu, dosis obat antimual yang diberikan juga lebih rendah daripada pasien yg tidak melakukan akupuntur.

Meski kegunaan akupuntur ini tampak menggiurkan, ternyata tidak semua pasien kanker boleh melakukannya. Khususnya pasien kanker yang jumlah sel darah putihnya rendah.

Jika akupuntur tetap dilakukan, ini ditakutkan akan meningkatkan risiko infeksi dan membahayakan kesehatan pasien. Ada baiknya konsultasikan {{dulu}} ke dokter sebelum Kamu memutuskan {untuk} mencobanya.

3. Gunakan prinsip “makan sedikit tapi sering”

pola makan saat kemoterapi Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? pola makan saat kemoterapi 700x467

Rasa mual akibat pengobatan kanker seringnya membuat pasien jadi malas makan. Jika makan dengan porsi normal membuat Kamu mual dan muntah, sebaiknya gunakan prinsip “makan sedikit tapi sering”.

Sebab bagaimanapun, pasien kanker tetap harus makan secara rutin supaya kebutuhan nutrisinya tetap terjaga. Jika Kamu tidak sanggup menghabiskan satu porsi makanan {{utuh}} secara langsung, sebaiknya berikan jeda setiap 2-3 jam {untuk} makan dengan porsi yang lebih kecil.

Perhatikan juga jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang digoreng, berlemak, dan makanan manis akibat cenderung sulit dicerna. Alih-alih membuat pasien bisa makan, makanan tersebut justru bisa memperparah mual.

Dan yang terpenting, selalu penuhi kebutuhan cairan {{tubuh}} Kamu dengan minum minimal 8 gelas per hari supaya tidak dehidrasi.

4. Teknik relaksasi

cara meditasi untuk meningkatkan fokus Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? Sering Merasa Mual Setelah Kemoterapi, Bagaimana Cara Mengatasinya? meditasi untuk fokus

American Cancer Society (ACS) mengatakan sesungguhnya teknik relaksasi memberikan hasil yang menakjubkan dalam mengurangi mual setelah kemoterapi. Jenis terapi ini bisa membantu Kamu merasa lebih rileks dan mengalihkan Kamu dari gangguan mual.

Ada banyak teknik relaksasi yang dapat Kamu lakukan. Mulai dari latihan pernapasan, terapi musik, hipnosis, sampai meditasi. Semakin Kamu merasa rileks, Kamu pun akan semakin mudah menghadapi dan mengatasi berbagai efek samping kemoterapi yang mengganggu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED