fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan

Kamu pernah makan sesuatu, setelah itu tiba-tiba kulit menjadi gatal, merah, dan meradang? Bisa jadi Kamu mengalami alergi dari makanan yang baru saja Kamu makan. Meski biasanya disebabkan oleh telur, kacang, atau daging, reaksi alergi ini juga dapat disebabkan oleh kandungan pengawet sulfit dalam makanan. Memangnya, seperti apa alergi pengawet sulfit itu dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut selengkapnya.

Advertisement

Apa itu sulfit?

kismis untuk anak Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan manfaat kismis untuk anak 702x467

Advertisement

Sulfit adalah bahan kimia yang sering digunakan {untuk} mengawetkan minuman atau makanan kemasan. Namun, senyawa sejenis sulfur ini juga dapat muncul secara alami dalam sebagian makanan, contohnya minuman fermentasi, buah kalengan, kismis, dan anggur.

Selain itu, sulfit dapat dipakai {untuk} bahan pengawet dalam obat-obatan. Bahan kimia ini berfungsi {untuk} menangkal perubahan warna pada obat yang pada akhirnya daya simpannya jadi lebih lama.

Berikut ini beberapa obat yang biasanya mengandung pengawet sulfit, yaitu:

  • EpiPen, yaitu suntikan yang berisikan hormon .
  • Obat bronkodilator {untuk} mengatasi asma.
  • Salep dan , contohnya , , atau prednisolone asetat.
  • Obat suntik lainnya, seperti epiPen, suntik hidrokortison, , , gentamicin, dan sebagainya.

Apa saja gejala alergi pengawet sulfit?

carbocisteine adalah Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan infeksi saluran pernapasan 700x467

Tidak hanya dari telur, kacang, atau daging saja, beberapa makanan yang berisikan sulfit juga sering kali memicu reaksi alergi dalam {{tubuh}}. Akan tetapi memang, bila dibandingkan dengan jenis alergi makanan lainnya, kasus alergi pengawet sulfit tergolong lebih langka.

Menurut FDA, setara dengan Badan POM di Amerika Serikat, hanya adanya 1 dari 100 orang yang mengalami alergi pada sulfit. Setelah dilakukan tes kulit, tubuhnya didapati membentuk antibodi pada bahan pengawet sulfit.

Gejala alergi jenis ini ternyata tidak selalu berupa gatal dan kemerahan pada kulit. Dikutip dari Very Well Health, sejumlah kajia penelitian menunjukkan sesungguhnya sekitar 5-10 persen orang mengalami gejala asma yang memburuk setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang berisikan sulfit.

Gejala tersebut berupa mengi (napas bunyi), dada sesak, dan batuk. Bahkan, reaksinya juga sama setelah mereka menghirup asap atau uap sulfit dalam jumlah sedikit.

Menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA), alergi pada sulfit mungkin saja menimbulkan syok anafilaktik. Meski langka terjadi, penting diketahui sesungguhnya syok anafilaktik merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Sebab jika tidak, hal ini bisa berakibat fatal dan berujung kematian. Oleh akibat itu, jika Kamu jantung berasa berdebar kencang, pusing, sakit perut, diare, dan sulit menelan setelah terpapar pengawet sulfit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Bisakah alergi pengawet sulfit diobati?

Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan obat inhaler asma 700x467

Sama seperti jenis alergi lainnya, akan sangat mungkin bagi Kamu {untuk} mengatasi atau bahkan menangkal alergi pengawet sulfit. Kunci pentingnya adalah dengan menghindari makanan, minuman, dan obat-obatan yang berisikan sulfit.

Ya, Kamu harus tahu {{dulu}} jenis makanan maupun obat-obatan yang menyebabkan Kamu alergi. Jika selama ini kulit Kamu sering gatal setelah makan kismis atau buah kaleng, sebaiknya batasi jumlahnya atau bahkan hindari makanan tersebut.

Sementara bagi Kamu yang punya asma, berhati-hatilah saat memilih obat asma. Lagi-lagi, ini akibat beberapa obat asma terkadang mengandung sulfit yang dapat memicu reaksi alergi, contohnya obat bronkodilator.

Mintalah saran dokter mengenai obat asma yang tepat {untuk} Kamu dan tidak menimbulkan alergi. Kalaupun memang harus menggunakan obat bronkodilator, pilihlah bronkodilator hirup akibat jenis obat ini biasanya tidak mengandung sulfit.

Akan tetapi, ini bukan berarti semua penderita asma sudah pasti mengalami alergi pengawet sulfit, ya! Lakukan tes kulit dan pemeriksaan alergi lainnya {untuk} memastikan apakah Kamu juga punya alergi pada sulfit atau tidak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED