Psikologi Kita

Semakin Tua, Gejala Skizofrenia Bisa Makin Memburuk, Ini Kata Peneliti

Masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih saja dihantui dengan stigma negatif tentang skizofrenia. Sampai saat ini, mereka menganggap skizofrenia itu penyakit berbahaya, menular, dan terkutuk, yang pada akhirnya perlu dijauhi. Padahal, stigma keliru yang seperti inilah yang menyebabkan pengobatan skizofrenia jadi terhambat. Para pakar kesehatan sepakat sesungguhnya hal ini justru membuat gejala skizofrenia jadi makin memburuk dari waktu ke waktu. Bagaimana bisa?

Usia berapa gejala skizofrenia pertama kali muncul?

Skizofrenia bisa dialami oleh siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Menurut Brain and Behavior Research Foundation, gejala skizofrenia berupa halusinasi dan delusi biasanya muncul pertama kali di usia 16 sampai 30 tahun.

Meski seringnya muncul di masa remaja, skizofrenia pada anak juga bukanlah hal yang mustahil. Akan tetapi sayangnya, para ortu sulit membedakan mana imajinasi khas anak-anak dan mana halusinasi yang merupakan ciri skizofrenia yang pada akhirnya sering terlewatkan.

Begitu juga pada remaja, tanda skizofrenia sering kali sulit terdeteksi. Ini akibat skizofrenia pada remaja biasanya ditandai dengan gangguan tidur, mudah marah, sampai penurunan nilai. Semua perilaku tersebut sangat {umum} dialami oleh remaja yang baru memasuki masa puber.

Semakin tua, gejala skizofrenia bisa semakin memburuk

gejala skizofrenia semakin tua, gejala skizofrenia bisa makin memburuk, ini kata peneliti Semakin Tua, Gejala Skizofrenia Bisa Makin Memburuk, Ini Kata Peneliti shutterstock 443947894 703x467

Semakin tua, {tubuh} kita akan mengalami banyak perubahan. Mulai dari penurunan fisik, kognitif, mental, dan sosial. Ini pertanda sesungguhnya Kamu semakin rentan terkena berbagai penyakit fisik maupun mental.

Kabar baiknya, usia yang terus bertambah tidak akan membuat gejala skizofrenia semakit buruk. Justru dengan penanganan yang tepat dari psikiater dan dukungan orang terdekat, gejalanya bisa Kamu kendalikan dengan baik.

Akan tetapi, perlu dicatat sesungguhnya ini bukan berarti Kamu bisa tenang-tenang saja meski mengidap skizofrenia. Pasalnya, gejala skizofrenia mungkin saja berkembang dan semakit buruk jika Kamu terus membiarkannya tanpa pengobatan.

Setiap episode atau tahapan psikotik yang dialami oleh penderita skizofrenia dapat mengakibatkan kerusakan pada otak jika tidak cepat-cepat ditangani. Apalagi kalau gaya hidup Kamu tidak sehat, contohnya terbiasa merokok, minum alkohol, hiperkortisolemia, dan kurang gerak.

Menurut sebuah studi di Journal of Psychoses and Related Disorders, pola hidup yg tidak sehat dapat mengurangi volume materi abu-abu (gray matter) pada otak. Semakin sedikit materi abu-abu pada otak, maka semakin sulit bagi Kamu untuk menenangkan diri dan memicu gejala skizofrenia. Lama-kelamaan, Kamu mungkin akan mengalami psikosis yang lebih parah, yaitu delusi, halusinasi, sampai mendengar suara-suara tak berwujud.

Di sisi lain, seorang ahli neuropsikiatrik geriatri dari University of California San Diego, Dilip Jeste, MD, justru menyebutkan fakta sebaliknya. Gejala skizofrenia cenderung membaik seiring bertambahnya usia. Melewati penelitiannya yang melibatkan 1.500 peserta paruh baya dan lansia dengan skizofrenia, ia menemukan sesungguhnya fungsi psikososial peserta justru meningkat.

Semakin tua, peserta mengaku lebih mampu mengendalikan gejala skizofrenia yang sering kambuh. Mereka justru semakin patuh dengan perawatan kesehatan mental yang diberikan akibat ingin hidup normal dan sehat. Yang ada, peserta dengan skizofrenia jadi lebih percaya diri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Pergi ke psikiater adalah kunci utamanya

terapi kognitif dan perilaku semakin tua, gejala skizofrenia bisa makin memburuk, ini kata peneliti Semakin Tua, Gejala Skizofrenia Bisa Makin Memburuk, Ini Kata Peneliti terapi kognitif dan perilaku untuk berbagai masalah 700x467

Jadi singkatnya, parah atau tidaknya gejala skizofrenia tergantung dari usaha Kamu untuk mendapatkan perawatan mental sesegera mungkin. Semakin cepat terapi psikis yang dilakukan, maka gejala skizofrenia bisa semakin dikendalikan. Dengan begitu, hidup Kamu tak lagi terganggu dengan skizofrenia di usia tua.

Langkah pertama yang harus Kamu lakukan adalah mengunjungi psikiater bersertifikat sesegera mungkin. Biasanya, Kamu akan diberikan terapi kognitif dan perilaku (CBT) selama enam bulan untuk meningkatkan fungsi sosial Kamu dan membantu mengendalikan gejala skizofrenia yang sering kambuh.

Kamu mungkin akan diberikan obat skizofrenia untuk diminum secara teratur, jika memang gejalanya sering kambuh pada waktu-waktu tertentu. Yang tak kalah penting, mintalah dukungan orangtua dan kerabat terdekat untuk membantu Kamu melalui masa-masa sulit ini.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close