Harus Tau

Selain Enak dan Menyegarkan, Ini 4 Kegunaan Kolang Kaling yang Perlu Anda Tahu

Selain dijadikan campuran untuk minuman es buah atau dibuat manisan, kolang-kaling ternyata bisa dijadikan alternatif makanan sehat. Ya, di balik kesegaran, kekenyalan, kelembutan, dan rasanya yang manis, kolang-kaling  mempunyai segudang kegunaan untuk kesehatan {tubuh}. Cari tahu berbagai kegunaan kolang kaling dalam artikel ini.

Asal-usul kolang-kaling

Kolang-kaling berasal dari biji tanaman aren yang mempunyai latin Arenga pinnata. Buah ini banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di Indonesia, kolang-kaling juga sering disebut sebagai buah atap atau buah aren.

Buah satu ini berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Jika diolah menjadi minuman, kolang-kaling mempunyai rasa yang menyegarkan. Sebelum menjadi makanan yang nikmat untuk disantap, kolang-kaling harus melalui serangkaian proses panjang sampai menjadi buah yang biasa kita lihat di pasar.

Untuk membuat kolang-kaling, diperlukan buah aren yang masih setengah matang. Biasanya buah aren yang setengah matang mempunyai kulit buah yang berwarna hijau segar. Setelah itu, buah aren harus dibakar lebih {dulu} sampai daging buahnya terasa hangus. Hal ini dilakukan supaya getah yang menempel di permukaan kulitnya hilang. Getah harus dihilangkan sebab getah aren yang mengenai kulit dapat mengakibatkan gatal-gatal. Oleh akibat alasan ini jugalah buah aren tidak bisa dikonsumsi secara langsung.

Setelah menjalani proses pembakaran, selanjutnya buah aren harus melalui proses perebusan yang biasanya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Setelah direbus, buah aren ditiriskan sampai dingin. Pada saat telah dingin, barulah buah aren dikupas satu per satu untuk diambil bijinya. Tak berhenti di situ, biji buah aren lalu digeprek atau dipipihkan supaya bentuknya sedikit lebar.

Biji aren yang sudah memipih lalu dicuci bersih dan langsung direndam dalam air kapur selama beberapa hari atau sampai warnanya berubah menjadi lebih bening. Perendaman ini sendiri bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan membuat biji aren semakin kenyal. Nah, biji yang berwarna bening dan bertekstur kenyal inilah yang kita kenal dengan sebutan kolang-kaling.

Kegunaan kolang kaling untuk kesehatan

Di Indonesia, kolang-kaling banyak digemari orang akibat rasanya yang enak dan kesegarannya. Biasanya, buah satu ini biasa disajikan dalam bentuk manisan, es buah, atau campuran kolak. Selain enak dan menyegarkan, kolang-kaling ternyata juga menawarkan kegunaan bagi kesehatan {tubuh}.

Berikut berbagai kegunaan kolang kaling yang sayang untuk dilewatkan:

1. Mencegah penuaan dini

Arenga pinnata, juga dikenal sebagai buah aren, sangat kaya akan kandungan senyawa galactomannan, yaitu sejenis gula polisakarida yang dipercaya mempunyai khasiat antipenuaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacognosy Research menguji klaim tersebut.

Hasil penelitian menemukan bawah galactomannan mampu menghambat tirosinase lebih dari 50 persen. Tirosinase sendiri adalah senyawa yang terlibat dalam sintesis melanin, yang memberi pigmen warna pada kulit. Nah, akibat melanin juga bertanggung jawab sebagai salah satu penyebab bintik-bintik hitam, maka kemampuan galactomannan dalam menghambat tirosinase merupakan sebuah sinyal positif. Tak hanya itu, galactomannan juga diketahui mampu melawan radikal bebas pemicu penuaan dini.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kembali kegunaan kolang kaling dalam mencegah penuaan dini.

2. Memperlancar sistem pencernaan

Kegunaan kolang kaling yang kedua adalah membantu melancarkan sistem pencernaan. Hal ini akibat dalam 100 gram kolang-kaling mengandung sekitar 1,6 gram serat kasar, alias serat tidak larut. Sesuai namanya, serat tak larut tidak bisa larut dalam cairan. Jenis serat ini mendukung pergerakan sistem pencernaan dan meningkatkan massa feses sehingga serat yang tidak larut air bermanfaat untuk Anda yang sedang mengalami sembelit alias konstipasi. Selain dari kolang-kaling, serat tidak larut air dapat ditemukan dalam gandum, kacang-kacangan, seperti kacang hijau, serta sayuran, seperti bayam, kangkung, dan kembang kol.

Kandungan senyawa galactomannan  juga dipercaya dapat memengaruhi kadar serat pangan yang terkandung di dalam buah kolang-kaling. Serat pangan sendiri mempunyai banyak kegunaan kesehatan. Selain baik untuk kesehatan pencernaan, serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit hati, stroke, hipertensi, diabetes, dan obesitas. 

3. Mencegah pengeroposan tulang

Penurunan hormon estrogen secara drastis setelah wanita mengalami menopause membuat mereka lebih rentan untuk kehilangan kepadatan dan jaringan tulangnya. Akibatnya, tulang mereka menjadi lebih tipis dan rentan mengalami osteoporosis.

Namun tak perlu khawatir, ternyata kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang-kaling dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang pada wanita setelah menopause. Ya, dalam 100 gram kolang-kaling diketahui mengandung sekitar 91 kalsium dan 243 fosfor. Kandungan kalsium dan fosfor  ini membuat kolang kaling baik untuk kesehatan dan kekuatan tulang.

Hal ini didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal IIOAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita setelah menopause yang makan kolang-kaling dan melakukan senam tai chi secara rutin mengalami peningkatan kepadatan tulang dibandingkan dengan mereka yang melakukan senam tai chi saja.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak untuk memastikan kegunaan kolang kaling yang satu ini.

4. Membantu menghidrasi {tubuh}

Kolang kaling mempunyai kadar air yang relatif tinggi. Belum lagi kandungan vitamin dan berbagai mineral di dalamnya yang menjadikan buah satu ini mampu membantu menghidrasi {tubuh} Anda. Hidrasi atau mempertahankan jumlah cairan di dalam {tubuh} merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang, baik yang sehat maupun yang sedang sakit. Jadi, selain banyak minum air putih, Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan tambahan dari kolang kaling.

Namun ingat, berbagai kegunaan kolang kaling di atas tidak akan dirasakan secara optimal jika Anda mengolah buah ini secara asal. Hindari mengonsumsi kolang kaling secara berlebihan. Terutama pada saat Anda mengolah buah ini menjadi manisan ataupun sup buah yang serbamanis. Alih-alih mendapatkan berbagai kegunaan yang sudah disebutkan di atas, Anda justru berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dan berbagai penyakit kronis lainnya apabila terlalu banyak makan makanan manis. Jadi, bijaklah untuk mengolah setiap makanan yang akan Anda konsumsi.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close