Tips Kesehatan

Punya PPOK Bukan Berarti Tidak Bisa Traveling, Yuk, Ikuti Tips Ini

Kesulitan bernapas adalah ciri khas dari PPOK. Akibatnya, banyak orang yang menderita penyakit ini enggan untuk bepergian jauh dari rumah. Padahal, traveling bisa jadi sebuah cara untuk meredakan stres akibat serangkaian pengobatan PPOK yang mungkin Kamu jalani. Pasien PPOK tentu saja bisa dan diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh asalkan mengetahui tips traveling dengan PPOK.

Dengan persiapan yang tepat dan matang, tidak ada sebab bagi pasien PPOK untuk tidak dapat melakukan perjalanan ke mana pun mereka suka, baik itu untuk beberapa jam atau beberapa ahad. Yuk, intip tips traveling dengan PPOK berikut ini.

Tips traveling dengan PPOK

1. Kunjungi dokter

Tips traveling dengan PPOK yang paling utama adalah mengunjungi dokter Kamu. Diskusikanlah rencana perjalanan Kamu dengan dokter. Dengan mengunjungi dokter, Kamu akan mengetahui penilaian jujur dari dokter mengenai seberapa jauh Kamu mampu untuk melakukan perjalanan. Kamu dapat mendapatkan masukan mengenai kebutuhan Kamu selama jalan-jalan. Sebuah pertanyaan yang dapat Kamu ajukan adalah mengenai kebutuhan oksigen tambahan, terutama jika Kamu bepergian dengan pesawat.

2. Dapatkan vaksinasi

Pastikan untuk mendapatkan vaksinasi terbaru, termasuk suntikan flu (vaksin influenza) dan vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13) untuk melindungi diri dari pneumonia. Pelajari vaksinasi dewasa lainnya yang mungkin Kamu butuhkan. Pasien PPOK juga lebih rentan pada pneumonia, peradangan paru, yang dapat berakibat pada rawat inap yg tidak diinginkan.

3. Periksa peralatan

Memeriksa peralatan bisa menjadi sebuah tips traveling dengan PPOK yg tidak kalah penting. Mintalah bantuan dokter untuk memeriksa peralatan Kamu, seperti nebulizer, kompresor dan oksigen konsentrator portabel, yang akan Kamu gunakan selama bepergian untuk menangkal kemungkinan kerusakan. Selain itu, Kamu juga harus melakukan simulasi menggunakan nebulizer sebelum melakukan perjalanan. Hal itu berguna untuk mengetahui apakah Kamu bisa mengoperasikannya sendiri atau membutuhkan bantun orang lain.

4. Diskusikan tujuan perjalanan

Beri tahu dokter perihal destinasi perjalanan Kamu. Dengan begitu Kamu bisa mendapatkan saran yang membantu mengantisipasi memburuknya gejala PPOK. Jalan-jalan ke tempat yang tinggi (dataran tinggi) bisa saja memicu sesak napas atau hipoksemia (rendahnya oksigen darah). Bahkan, pasien yg tidak menggunakan terapi oksigen di rumah bisa jadi membutuhkannya saat bepergian ke sana. Itu sebabnya mendiskusikan tujuan perjalanan dengan dokter merupakan tips traveling dengan PPOK yang harus Kamu praktikkan.

5. Persiapkan untuk cuaca yang menantang

Periksa ramalan dan laporan cuaca mengenai daerah yang akan Kamu tuju. Hindari bepergian ke daerah yang penuh asap dan kabut atau traveling saat musim di negara tujuan berpotensi menjadi masalah. Dalam perjalanan dengan mobil, gunakan AC dan tetap tutup jendela, terutama di kondisi udara berdebu dan berasap yang dapat mengakibatkan iritasi paru.

6. Buatlah kesepakatan dengan perusahaan penerbangan

Pasien PPOK tidak dapat menggunakan oksigen kompresor pribadi (gas dalam tabung atau oksigen cair) di dalam pesawat. Akan tetapi, maskapai penerbangan mungkin saja mengizinkan penggunaan terapi oksigen portabel yang dioperasikan dengan baterai. Pastikan dengan produsen untuk menentukan apakah alat tersebut telah diizinkan untuk digunakan di dalam pesawat. Kamu juga sebaiknya menunjukkan surat keterangan dari dokter yang menyatakan sesungguhnya Kamu menderita PPOK dan membutuhkan terapi oksigen.

Aturan dari setiap perusahaan penerbangan bisa berbeda dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi hubungi layanan konsumen mereka beberapa ahad sebelum jadwal perjalanan Kamu. Tanyakan pada perwakilan perusahaan penerbangan apa yang harus Kamu lakukan untuk bisa mendapatkan oksigen tambahan di dalam pesawat.

7. Buatlah kesepakatan dengan pihak kereta dan bus sebelum perjalanan

Jika Kamu pergi dengan kereta atau bus, beberapa perusahan transportasi mengizinkan untuk membawa peralatan oksigen portabel (oksigen botolan dan oksigen konsentrator) yg tidak hanya bergantung pada aliran listrik dari kendaraan. Akan tetapi, sebaiknya Kamu memastikannya kepada mereka. Jika Kamu bepergian ke luar negeri, pastikan dengan pihak bus atau kereta api di tempat tujuan akibat kebijakannya bisa berbeda.

8. Pelajari pelayanan kesehatan yang berada di sepanjang rute perjalanan

Apakah Kamu menggunakan tabung oksigen terkompresi? Dalam perjalanan dengan mobil, tandai tempat-tempat yang memungkinkan Kamu membeli tabung tambahan di sepanjang rute perjalanan untuk berjaga-jaga jika Kamu mengalami malfungsi atau kehabisan persediaan. Tanyakan pula apakah penyedia oksigen Kamu mungkin memiliki cabang di sepanjang rute perjalanan yang Kamu tempuh. Hal yang serupa berlaku jika Kamu membutuhkan baterai tambahan untuk oksigen konsentrator portabel yang dioperasikan dengan baterai.

Dengan mengetahui tips traveling dengan PPOK, Kamu bisa menjaga diri sendiri dan menangkal PPOK Kamu memburuk. Akan tetapi, tentu akan lebih baik jika Kamu bepergian dengan keluarga yang dapat membantu setiap saat dan yang memahami penyakit Kamu. Dengan mengikuti tips traveling dengan PPOK di atas, semoga perjalanan Kamu menyenangkan dan tidak menimbulkan masalah apa pun.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close