Fakta Unik Kesehatan

Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar?

Setelah berhasil buang angin alias kentut, perut Kamu biasanya akan berasa lebih nyaman. Bahkan, kadang Kamu juga merasa perut jadi lebih ramping setelah kentut. Itulah mengapa, banyak orang yang menduga sesungguhnya udara yang keluar saat kentut menyebut-nyebut jadi pertanda sesungguhnya {{tubuh}} sedang membakar kalori saat kentut. Lalu, apa benar begitu? Pelajari jawabannya pada review berikut ini.

Apakah {{tubuh}} membakar kalori saat kentut?

suara kentut Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? suara kentut berbeda 700x467

Seorang ahli gastroenterologi dari Massachusetts General Hospital di Boston, Kyle Staller, MD, menyebutkan sesungguhnya rata-rata manusia menyimpan sekitar 0,5-1,5 liter gas pada saluran pencernaannya setiap hari. Keseluruhan gas ini akan dikeluarkan melewati kentut secara bertahap setiap hari. Kira-kira, manusia akan kentut dalam sehari sebanyak 14-23 kali.

Setelah beberapa kali kentut, Kamu mungkin merasa perut tak lagi buncit alias lebih ramping. Akibat itulah, muncul dugaan sesungguhnya {{tubuh}} ikut membakar kalori saat kentut. Bahkan katanya, satu kali kentut dapat membakar 67 kalori dalam {{tubuh}}. Apa benar begitu?

Sayangnya, hal ini hanyalah mitos belaka. {{Tubuh}} tidak membakar satupun kalori saat kentut. Menurut para ahli, kentut adalah kegiatan pasif yg tidak menghabiskan energi dalam {{tubuh}}.

Saat kentut, otot-otot usus dan saluran pencernaan Kamu berada dalam kondisi rileks. Walau begitu, tekanan dari otot-otot usus tetap dapat mendorong gas keluar dari anus tanpa mengeluarkan energi sedikitpun.

Sementara itu {untuk} membakar kalori, otot-otot {{tubuh}} Kamu harus berkontraksi atau bergerak. Contohnya dengan olahraga lari, berenang, atau sekadar jalan kaki yang melibatkan pergerakan otot di sekujur {{tubuh}}.

Hal ini semakin memperjelas sesungguhnya pada dasarnya {{tubuh}} tidak membakar kalori saat kentut. Kecuali jika Kamu tidak sengaja kentut saat sedang lari atau beraktivitas, maka tentu saja akan ada kalori yang terbakar. Namun, hal ini berasal dari kegiatan yang sedang Kamu lakukan, bukan akibat kentut.

Lalu, kenapa perut tampak lebih ramping setelah kentut?

mengecilkan perut setelah melahirkan Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? 4 Cara Mudah untuk Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan 802x423

Meski kadang dipandang sebagai hal yang memalukan, buang angin alias kentut justru membawa banyak kegunaan {untuk} kesehatan. Salah satunya, udara yang keluar saat kentut bisa membantu Kamu terhindar dari perut kembung.

Kalau Kamu perhatikan, terkadang perut yang semula buncit tampak lebih ramping setelah kentut. Kamu mungkin jadi bertanya-tanya, apakah ini artinya kentut bisa mengatasi perut buncit?

Ternyata, perut ramping setelah kentut hanyalah efek sementara. Perut buncit ini berasal dari timbunan udara di dalam saluran pencernaan yang berasal dari:

  • Menelan udara, biasanya terjadi saat makan, minum, pakai sedotan, atau .
  • Bakteri di usus mengeluarkan gas saat membantu mencerna makanan.

Semakin banyak gas dalam perut, maka perut Kamu akan terlihat semakin membesar atau sering disebut juga dengan perut kembung. Pada saat pergerakan usus mulai mendorong gas-gas tersebut keluar dari {{tubuh}}, maka perut Kamu akan mengempes dan tampak mengecil. Perut Kamu pun berasa lebih nyaman setelahnya.

Waspada berat badan {{turun}} drastis setelah kentut

penyakit radang usus penyakit crohn Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? Perut Berasa Ramping Setelah Kentut, Apa Akibat Ada Kalori yang Ikut Terbakar? penyakit radang usus 700x467

Akibat {{tubuh}} tidak membakar kalori saat kentut, maka berat badan Kamu pun tentu tidak akan berkurang sedikit pun setelah kentut. Meski begitu, berhati-hatilah jika Kamu merasa lebih sering kentut yang disertai dengan penurunan berat badan secara drastis.

Menurut Michael Rice, MD, seorang ahli gastroenterologi di University of Michigan’s Michigan Medicine Gastroenterology Clinic, berat badan yang {{turun}} drastis disertai sering kentut bisa menjadi gejala penyakit pencernaan. Mulai dari penyakit celiac sampai penyakit radang usus (IBD).

Perhatikan gejala lainnya yang muncul saat kentut. Jika Kamu merasakan sakit perut, perubahan kebiasaan buang air besar, sampai perdarahan dubur, segera periksakan diri ke dokter terdekat.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close