fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Idealnya, siapa pun yang ingin melakukan donor darah haruslah dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Pasalnya, darah yang “disumbangkan” nantinya akan digunakan {untuk} menolong nyawa banyak orang. Atas dasar inilah, banyak yang bertanya-tanya bagaimana kalau pernah mengidap suatu penyakit sebelumnya, contohnya hepatitis. Jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Advertisement

Apakah orang yang pernah mengidap hepatitis boleh donor darah?

{{Tubuh}} yang sehat seutuhnya merupakan sebuah syarat utama {untuk} melakukan donor darah. Itulah mengapa tidak semua orang bisa bebas melakukan donor darah, melainkan tidak boleh sedang terjangkit penyakit tertentu. Bagaimana dengan hepatitis?

Advertisement

Hepatitis adalah penyakit peradangan pada hati yang salah satunya disebabkan oleh virus hepatitis. Tidak hanya satu, tapi ada berbagai virus hepatitis yang nantinya akan membagi penyakit hepatitis berdasarkan beberapa 5 jenis. Mulai dari hepatitis A, B, C, D, dan E, dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda-beda (di Indonesia, jenis virus tersering adalah A, B, dan C).

Selain dari virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan penyakit perlemakan hati non alkoholik atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Nah, sebuah syarat mutlak {untuk} donor darah yakni Kamu tidak boleh mempunyai penyakit hepatitis, terlepas dari apa pun jenis penyakitnya.

Namun, dari sekian jenis penyakit hepatitis yang ada, masih ada yang memperbolehkan mantan pengidap hepatitis {untuk} donor darah. Mengutip dari laman Very Well Health, orang yang pernah mempunyai hepatitis boleh donor darah asalkan yang dialami adalah virus hepatitis A.

Seseorang dengan hepatitis A baru diizinkan {untuk} mendonorkan darahnya setelah dinyatakan sembuh sepenuhnya yang pada akhirnya nantinya tidak akan membahayakan sang penerima donor.

dampak hepatitis B bikin pria tidak subur Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah? Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah? shutterstock 181677458 700x467

Siapa mantan pengidap hepatitis yg tidak boleh donor darah?

Lain lagi ceritanya jika hepatitis yang pernah dialami adalah jenis B dan C. Dari sederet daftar orang yang tidak boleh donor darah, satu diantara yang disebutkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yakni orang yang sebelumnya pernah mengalami hepatitis B.

Bukan hanya hepatitis B saja, orang dengan riwayat penyakit hepatitis C sebelumnya juga tidak diizinkan {untuk} donor darah. Menurut dr Irsan Hasan, SpPD-KGEH, selaku dokter penyakit dalam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sesungguhnya tes antibodi hepatitis C atau tes anti-HCV yang positif akan melekat di dalam {{tubuh}} pengidapnya seumur hidup.

Jadi, pada saat dilakukan pemeriksaan darah dapat segera diketahui sesungguhnya orang tersebut pernah mempunyai hepatitis C sebelumnya, akibat tes anti-HCV menunjukkan hasil positif, melansir dari Detik Health. Singkatnya, meskipun orang tersebut telah dinyatakan sembuh dari penyakit hepatitis B dan C, mereka tetap tidak diperbolehkan {untuk} melakukan donor darah.

donor darah bikin gemuk Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah? Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah? Benarkah Donor Darah Bisa Bikin Anda Jadi Gemuk 700x467

Patuhi berbagai syarat yang harus dipenuhi sebelum donor darah

Bagi Kamu yang pernah mempunyai penyakit hepatitis A sebelumnya dan kini telah sembuh total, pastikan Kamu memenuhi beberapa syarat berikut ini sebelum mantap melakukan donor darah:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu {{tubuh}} normal
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Supaya benar-benar memastikan {{tubuh}} Kamu dalam kondisi sehat sepenuhnya, ada tim dokter dan petugas PMI yang akan mengecek kondisi kesehatan Kamu.

Pemeriksaan tersebut melibatkan penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, denyut nadi, suhu {{tubuh}}, dan kadar hemoglobin darah.Pastikan juga Kamu menyampaikan kondisi kesehatan yang sedang atau pernah dialami pada petugas donor darah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED