fbpx
Tips Kesehatan

Perlukah Orang Dewasa Dengan Diabetes Suntik Tetanus?

Suntik tetanus diberikan {untuk} melindungi Kamu dari penyakit tetanus. Tak cuma anak-anak, remaja dan orang dewasa pun juga dianjurkan untuk vaksin tetanus. Hal ini akibat tetanus dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia dan bahkan kondisi penyakit yang Kamu miliki. Beberapa penyakit yang mempunyai risiko tinggi mengalami tetanus juga perlu melakukan vaksinansi. Lalu, apakah orang dengan diabetes termasuk kriteria tersebut? Simak jawabannya di sini.

Advertisement

Apakah diabetesi dewasa perlu suntik tetanus?

vaksinasi HPV pada pria gay perlukah orang dewasa dengan diabetes suntik tetanus? Perlukah Orang Dewasa Dengan Diabetes Suntik Tetanus? vaksinasi HPV pada pria gay 700x467

Advertisement

Imunisasi adalah hal yang penting bagi orang dengan diabetes. Ini akibat diabetesi lebih mudah terinfeksi dan rentan pada komplikasi penyakit.

Diabetes, bahkan jika tidak ditangani dengan baik, dapat menganggu sistem kekebalan tubuh {untuk} melawan infeksi. Yang pada akhirnya diabetes lebih mungkin mengalami komplikasi yang lebih serius dibandingkan dengan orang tanpa diabetes, termasuk tetanus.

Tetanus adalah kerusakan saraf yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri bisa berkembang biak di tempat luka terbuka. Orang dengan diabetes rentan memiliki luka atau borok yang sulit sembuh. Akibat itulah diabetesi pun menjadi rentan tehadap tetanus.

Oleh karena itu, diabetesi dewasa tetap perlu suntik tetanus. Diabetesi harus imunisasi tetanus jika belum mendapatkan vaksin dalam 10 tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan {untuk} imunisasi tetanus sekali dan diulang setiap 10 tahun.

Selain suntik tetanus, vaksin apa yang diperlukan diabetesi?

terkena kutil kelamin perlukah orang dewasa dengan diabetes suntik tetanus? Perlukah Orang Dewasa Dengan Diabetes Suntik Tetanus? sudah vaksin HPV kenapa masih terkena kutil kelamin 704x467

Selain suntik tetanus, diabetesi juga perlu diberikan vaksinasi lain yang berguna {untuk} menangkal komplikasi diabetes lainnya. William Schaffner, MD, seorang dosen kedokteran di Vanderbilt University School of Medicine mengatakan sesungguhnya orang dengan diabetes perlu melakukan imunisasi akibat lebih rentan pada komplikasi {{flu}} dan pneumonia.

Ada 5 jenis imunisasi yang perlu dipertimbangkan {untuk} dijalani oleh diabetesi, termasuk suntik tetanus. Jika Kamu punya diabetes, diskusikan dengan dokter Kamu tentang vaksinasi apa yang Kamu perlukan.

Berikut 4 imunisasi lainnya yang dianjurkan {untuk} diabetesi.

1. Vaksin {{flu}}

{{Flu}} memang terdengar sepele, tapi bisa berbahaya bahkan mengakibatkan kematian jika gejalanya dibiarkan. {{Flu}} adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza.

Orang dengan diabetes berisiko tinggi mempunyai komplikasi {{flu}} yang serius seperti pneumonia. Hal ini akibat diabetesi mempunyai sistem kekebalan {{tubuh}} yang lemah yang pada akhirnya memperparah {{flu}} dan mengakibatkan komplikasi seperti pneumonia. Sebab itu, diabetesi perlu mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya.

2. Vaksin cacar

Vaksin zoster melindungi diabetesi dari cacar yang disebabkan oleh Varicella zoster. Virus ini bisa bertambah kuat seiring dengan kekebalan {{tubuh}} yang melemah. CDC menganjurkan imunisasi ini pada pasien di atas 50 tahun.

3. Vaksin pneumococcal

Vaksin pneumococcal berfungsi {untuk} menangkal penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptocossus pneumoniae seperti pneumonia, meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), infeksi telinga, dan sepsis (infeksi darah).

Orang dengan diabetes perlu mendapatkan vaksin ini sekali sebelum usia 65 tahun dan dua dosis lagi setelah usia 65 tahun.

4. Vaksin hepatitis B

Orang yang mempunyai diabetes atau penyakit lain yang mengakibatkan menurunnya daya tahan {{tubuh}} rentan tertular hepatitis B. Oleh karena itu, diabetesi perlu mendapatkan vaksin hepatitis B.

Vaksin hepatitis B direkomendasikan {untuk} semua orang dewasa dengan diabetes berusia kurang dari 60 tahun. Akan tetapi, umumnya Kamu telah mendapat vaksin ini sejak kecil, jadi tanyakan pada dokter Kamu apakah Kamu sudah diimunisasi atau belum.

Jika Kamu berusia 60 tahun atau lebih, tanyakan pada dokter Kamu apakah Kamu perlu vaksin hepatitis B atau tidak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED