Fakta Unik Kesehatan

Kajia penelitian Buktikan Gemar Makan Ikan Ternyata Bisa Kurangi Gejala Rematik

Rematik termasuk penyakit autoimun yg tidak bisa disembuhkan, tetapi masih bisa diringankan gejalanya. Kajia penelitian menunjukkan fakta sesungguhnya gemar makan ikan bisa membantu meringankan gejala rematik. Mengapa bisa begitu?

Gemar makan ikan kurangi gejala rematik

pantangan rematik kajia penelitian buktikan gemar makan ikan ternyata bisa kurangi gejala rematik Kajia penelitian Buktikan Gemar Makan Ikan Ternyata Bisa Kurangi Gejala Rematik pantangan rematik 700x467

Peneliti menemukan fakta sesungguhnya orang yang makan ikan minimal dua kali seminggu mengalami gejala rematik yang lebih ringan dibanding dengan orang yang makan ikan sekali per bulannya. Fakta ini dilaporkan oleh Dr. Sara Tedeschi, dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School, dalam jurnal Arthritis Care & Research. Sebagai ketua kajia penelitian, Dr. Tedeschi menemukan fakta sesungguhnya gejala penyakit ini bahkan terus berkurang setiap kali Kamu menambah porsi ikan setiap minggunya.

Rematik sendiri adalah kondisi kronis yang terus berkembang di mana sistem kekebalan {{tubuh}} mengalami kekeliruan dan menyerang sendi. Akibatnya, kondisi ini mengakibatkan peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri. Jika dibiarkan, peradangan bisa mengakibatkan kerusakan tulang rawan. Kondisi ini mengakibatkan sendi kaku, bengkok, dan sulit digerakkan.

Kajia penelitian ini dilakukan menggunakan data dari 176 orang pasien rematik. Para peserta ini mengisi kuisioner yang berisi pertanyaan seberapa sering mereka makan ikan di tahun sebelumnya apakah kurang dari sebulan sekali, sebulan sekali, sekali atau dua kali seminggu, atau lebih dari dua kali seminggu. Selain itu, peneliti juga meminta menyebutkan jenis ikan yang dimakan dan bagaimana cara memasaknya. Cara memasak yg tidak diperbolehkan yaitu ikan digoreng, kerang yg tidak dikeringkan, atau mencapurkan ikan dalam bahan makanan. Hal ini bisa mempengaruhi kandungan EPA dan DHA.  

Seberapa parahnya penyakit lalu diukur dengan menggunakan skor aktivitas penyakit yang disebut DAS28-CRP. Caranya dengan mengukur jumlah sendi yang membengkak di 28 lokasi serta terdapat protein C-reaktif yang menjadi penanda peradangan.

Selain itu, peneliti juga mempertimbangkan jenis kelamin, indeks massa tubuh atau BMI, merokok atau tidak, konsumsi suplemen minyak ikan, obat, dan lainnya. Dari hasil kajia penelitian, didapatkan fakta sesungguhnya semakin banyak makan ikan dalam seminggu maka semakin berkurang pula gejala rematik yang dirasakan.

Nutrisi dalam ikan membantu mengurangi peradangan

ikan paling sehat kajia penelitian buktikan gemar makan ikan ternyata bisa kurangi gejala rematik Kajia penelitian Buktikan Gemar Makan Ikan Ternyata Bisa Kurangi Gejala Rematik ikan paling sehat 700x467

Para peneliti menarik simpulan sesungguhnya kandungan asam lemak omega 3 DHA dan EPA-lah yang berperan dalam hal ini. Keduanya merupakan antiradang yang mampu. Omega 3 terdiri dari DHA dan EPA yang biasanya didapati pada jenis ikan tertentu seperti salmon, sarden, dan tuna.

Omega 3 juga didapati dalam tumbuhan seperti biji rami, kenari, dan sayuran berdaun hijau, tetapi tidak mengandung DHA atau EPA. Oleh akibat itu, sumber omega 3 yang dapat memberikan kegunaan {untuk} mengurangi gejala rematik hanyalah ikan.

Bahkan, suplemen minyak ikan juga terbukti efektif mengatasi radang sendi pada orang rematik. Pasalnya, minyak ikan mengandung DHA dan EPA. Oleh sebab itu, pasien rematik yang diberikan suplemen minyak ikan juga mengalami hal yang serupa, yaitu rasa sakit yang berkurang dibanding biasanya.

Namun, masih dibutuhkan kajia penelitian lanjutan {untuk} membuktikan apakah benar gemar makan ikan bisa mengurangi gejala rematik. Pasalnya, menurut Daniela di Giuseppe, Ph.D., di Karolinksa Institute di Stockholm, yang juga mempelajari hubungan antara rematik dan makan ikan menyatakan mungkin saja hal ini disebabkan akibat orang tersebut juga menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Dengan begitu, hal ini memengaruhi kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

Meski begitu, ikan memang mengandung banyak lemak yang baik {untuk} kesehatan. Bahkan, American Heart Association menyatakan sesungguhnya makan ikan dua kali seminggu juga membantu menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung. Akan tetapi, Kamu juga tetap harus memilih jenis ikan yang aman dikonsumsi dan sedikit mengandung merkuri apalagi pada anak-anak dan wanita hamil.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close