Nurtisi Kita

Mie Ramen Memang Enak, Tapi Sehat Tidak, Sih?

Ramen adalah hidangan mie asal Jepang. Akan tetapi untuk menikmatinya, Kamu sebenarnar tidak perlu sampai repot-repot mengunjungi negeri Matahari Terbit itu. Sekarang sudah banyak restoran khas Jepang di Indonesia yang menjajakan mie ramen dalam daftar menunya. Kamu pun dapat beli ramen versi instan di supermarket mana pun. Akan tetapi sebenarnya, ramen sehat atau tidak, sih?

Kandungan nutrisi dalam ramen

mie ramen sehat mie ramen memang enak, tapi sehat tidak, sih? Mie Ramen Memang Enak, Tapi Sehat Tidak, Sih? shutterstock 1042330447 711x467

Hampir sama seperti mie instan, bahan dasar ramen adalah tepung terigu. Beberapa ada yang menggunakan tepung gandum.

Akan tetapi, untuk benar-benar menggali kandungan nutrisi lainnya dalam semangkuk ramen, nyatanya perlu kejelian yang lebih tajam. Pasalnya, ada banyak variasi sajian ramen di dunia ini dengan jenis dan takaran bahan dasar berbeda-beda, tergantung siapa yang membuatnya.

Ada mie ramen putih (tepung terigu biasa) dan ada pula yang warna-warni akibat ditambahkan pewarna dari sayur-sayuran atau tinta hitam cumi. Belum lagi mempertimbangkan bahan pembuat kaldu sup yang berbeda serta macam-macam topping antar satu menu ramen dan lainnya.

Semua variasi bahan pendukung ini akan ikut andil dalam menentukan jenis dan berapa banyak kandungan nutrisi dalam seporsinya. Proses pembuatannya pun akan memengaruhi kandungan nutrisinya. Kandungan ramen segar yang langsung dibikin di tempat dengan topping sayuran dan daging segar tentu akan sangat berbeda dengan ramen instan yang lewat proses pabrikan.

Sebagai contoh, ini nilai gizi sebuah produk mie ramen instan:

  • Energi (kalori): 188 kalori
  • Karbohidrat: 27 gram (gr)
  • Protein: 5 gr
  • Lemak: 7 gr
  • Serat 1 gr

Itu kenapa kandungan nutrisi dalam setiap porsi ramen tidak akan pernah sama.

Jadi, sehatkah makan mie ramen?

mie ramen memang enak, tapi sehat tidak, sih? Mie Ramen Memang Enak, Tapi Sehat Tidak, Sih? SPICY RAMEN NOODLE BOWL
Sumber: The Simple Veganista

Kita tidak bisa pukul rata untuk men-cap ramen sebagai makanan sehat atau tidak. Pasalnya, tidak semua ramen dibikin sama persis. Sehat tidaknya ramen akan kembali lagi akan tergantung dari proses pembuatannya dan apa saja bahan-bahan yang ada dalam semangkuk ramen tersebut.

Ramen sebenarnya sudah tinggi kalori akibat bahan dasarnya adalah karbohidrat tepung. Dihidangkan polos tentu tidak akan banyak membantu mencukupi kebutuhan gizi harian Kamu. Beda ketika Kamu menyantap sajian ramen yang lengkap dengan variasi topping. 

Meski tentu jumlah kalorinya akan ikut meningkat, variasi topping sebagai teman lauk makan ramen dan bumbu-bumbu masaknya bisa membuat semangkuk ramen menyehatkan jika pilihannya tepat. Misalnya, sayuran segar untuk asupan serat dan vitamin, potongan daging untuk sumber protein, sampai jahe, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya yang menyediakan asupan antioksidan.

Sedikit berbeda dengan ramen instan.

Ramen instan tinggi sodium

Ramen instan biasanya sudah melalui proses pabrikan untuk ditambahkan dengan sodium (garam), monosodium glutamat (MSG), dan bahan kimia pengawet lainnya dalam jumlah banyak. Tujuannya untuk memperkaya cita rasa dan supaya usia simpannya tahan lama di toko.

Berbagai zat tambahan kimiawi ini tidak baik untuk kesehatan {tubuh} jika dikonsumsi kebanyakan dalam jangka panjang. Asupan garam sodium berlebihan, contohnya, telah lama dikaitkan dengan risiko hipertensi, penyakit jantung, sampai gangguan ginjal.

Sebaliknya, pada sebagian orang terlalu banyak makan makanan yang berisikan MSG bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual, kekakuan otot, tekanan darah meningkat, sampai {tubuh} yang melemah.

Ramen tidak cocok untuk yang sedang diet

Secara {umum}, ramen baik yang segar maupun yang instan bisa dibilang makanan tinggi kalori. Terlebih jika Kamu menambahkan macam-macam topping di atasnya. Itu sebabnya mie asal negeri sakura ini tidak tepat dijadikan sebagai menu makan jika Kamu sedang berusaha menurunkan berat badan.

Maka, Kamu harus benar-benar memahami {dulu} bahan dasar apa saja yang terdapat pada mie ramen tersebut untuk menentukan sehat atau tidaknya bagi diri Kamu sendiri.

Seperti ini cara membuat mie ramen yang sehat

mie ramen mie ramen memang enak, tapi sehat tidak, sih? Mie Ramen Memang Enak, Tapi Sehat Tidak, Sih? Mie Ramen Memang Enak Tapi Sehat Atau Tidak Ya 700x467

Meski sehat tidaknya ramen masih “abu-abu”, bukan berarti Kamu sama sekali tidak boleh memakannya kalau lagi ingin. Ramen sah-sah saja dimakan sebagai makanan utama, asal Kamu bisa memastikan sesungguhnya Kamu bisa mendapatkan cukup variasi gizi dari semangkuk mie hangat tersebut. Misalnya, pakai topping sayuran segar, daging tanpa lemak, atau potongan seafood segar (bukan makanan beku).

Apabila Kamu ingin menyantap ramen instan, coba kurangi porsi {bumbu} penyedap yang biasanya sudah sepaket dalam bungkus ramen itu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi asupan garam sodium dan pengawet kimiawi.

Sebagai gantinya, tambahkan penyedap alami yang jauh lebih bernutrisi, contohnya bawang putih, bawang merah, lada, dan lainnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close