fbpx
Tips Kesehatan

Mengulik Bedanya Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk KeringIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Saat menghirup udara yang cenderung berasap, Kamu mungkin akan batuk sesekali. Ini normal terjadi akibat batuk merupakan respon alami {tubuh} saat saluran pernapasan menerima gangguan dari luar. Jadi, batuk juga dapat terjadi sekalipun {tubuh} Kamu sehat dan fit.

Advertisement

Sebaliknya, jika batuk yang Kamu rasakan cukup mengganggu, kemungkinan besar saluran pernapasan Kamu sedang bermasalah. Yuk, ketahui apa saja penyebab batuk berdahak dan batuk kering sekaligus cara mengatasinya berikut ini.

Advertisement

Apa saja penyebab batuk berdahak dan batuk kering?

Ada dua jenis batuk yang perlu Kamu ketahui, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk berdahak dikenal juga dengan batuk produktif akibat menghasilkan lendir setiap Kamu batuk. Sementara batuk kering, sama sekali tidak menghasilkan lendir saat batuk.

Penyebab batuk berdahak

Cycloserine adalah

Batuk berdahak paling sering disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus, atau jamur yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi tersebut membuat produksi lendir jadi lebih banyak. Untuk menyingkirkan lendir yang berlebihan pada paru dan saliran udara lainnya, {tubuh} akan merangsang batuk disertai keluarnya lendir. Beberapa penyebab batuk berdahak yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Pilek atau {flu}. Batuk menjadi sebuah gejala dari {flu} atau pilek. Biasanya sebelum Kamu demam, nyeri {tubuh}, batuk dan sakit tenggorokan menjadi gejala awal dari dua kondisi tersebut.
  • Bronkitis. Peradangan pada saluran bronkus (saluran yang membawa udara ke paru) yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini mengakibatkan Kamu sering batuk berdahak bahkan terjadi selama lebih dari beberapa ahad.
  • Pneumonia. Adanya bakteri, virus, atau jamur yang bersarang di paru dapat mengakibatkan infeksi. Kondisi ini membuat lendir di sekitar paru jadi lebih banyak yang pada akhirnya Kamu akan terus mengalami batuk berdahak dalam waktu yang cukup lama.
  • PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik). PPOK adalah sekelompok kondisi yang merusak paru dan saluran yang membawa udara ke paru. Selain batuk yang lebih sering terjadi, lendir yang dihasilkan bisa berwarna putih, hijau, atau kekuningan disertai gejala napas pendek.
  • Merokok. Selain penyakit, orang yang memiliki kebiasaan merokok juga cenderung lebih sering mengalami batuk-batuk. Ini terjadi akibat asap rokok yang terhirup merangsang {tubuh} untuk menangkal iritasi pada saluran pernapasan. Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit PPOK di lalu hari.

Penyebab batuk kering

sering batuk

Batuk kering memang tidak menghasilkan lendir, akan tetapi cenderung memburuk pada malam hari. Kondisi ini tentu sangat mengganggu Kamu, bukan? Beberapa hal dan penyebab batuk kering yang perlu Kamu ketahui, antara lain:

  • Iritasi lingkungan dan alergi. Asap, polusi, debu, serta udara yang kering bisa merangsang {tubuh} untuk batuk. Jika udara di sekitar lingkungan tempat tinggal atau kerja Kamu cenderung kotor dan kering, batuk kering bisa terus terjadi. Apalagi jika Kamu memiliki alergi, kualitas udara yang buruk bisa memicu batuk terus muncul.
  • Infeksi virus. Pilek atau {flu} memang bisa menimbulkan gejala batuk, biasanya hanya berlangsung selama seminggu. Jika batuk tidak juga membaik, batuk yang mulanya berdahak bisa menjadi batuk kering dan terjadi bahkan sampai dua bulan. Kondisi ini disebabkan oleh saluran napas yang jadi sangat sensitif setelah terinfeksi virus.
  • GERD (Gastroesophageal reflux disease). Kondisi ini menandakan sesungguhnya asam lambung dibuat secara berlebihan dan mengalir ke esofagus. Saat asam lambung mengenai esofagus, ini bisa memicu {tubuh} untuk batuk. Selain batuk kering, pasien akan mengalami heartburn, sakit tenggorokan, dan sakit dada.

Mengatasi gejala batuk berdahak dan batuk kering

fakta obat batuk

Batuk memang tidak selalu menandakan penyakit. Akan tetapi, jika kondisi tersebut sering terjadi dan mengganggu, tentu Kamu harus mengobatinya. Caranya mudah, dimulai dengan mengetahui apa penyebab batuk yang Kamu alami. Jika disebabkan oleh iritasi lingkungan, maka gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara. Gunakan masker penutup {mulut} menghindari paparan udara kotor lebih banyak. Lalu, Kamu bisa meringankan batuk dengan minum obat batuk.

Pilih obat yang sesuai dengan jenis batuk yang Kamu alami. Jika Kamu  mengalami batuk berdahak, pilih obat golongan expectoran yang biasanya mengandung bromhexine HCL, guaifenesin, atau ipecacuanha untuk mencairkan lendir yang pada akhirnya lebih mudah dikeluarkan dan berkurang jumlahnya.

Sementara untuk batuk kering, Kamu bisa memilih obat golongan antitussive, yang biasanya mengandung dextromethorphan, diphenhydramine HCL, atau Ammonium Chloride yang membantu menekan batuk yang pada akhirnya nyeri saat batuk dapat berkurang. Selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat atau jika batuk tidak kunjung sembuh.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button