Kebugaran Jasmani

Mengukur Kesiapan Diri Sebelum Ikut Lari Jarak Jauh (Maraton)

Kali ini lari jarak jauh tak lagi sekadar olahraga, tetapi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Akan tetapi, jangan asal ikut-ikutan, Kamu harus tahu betul kondisi {{tubuh}} sendiri. Pasalnya, lari jarak jauh atau sering disebut dengan maraton menuntut fisik yang benar-benar prima. Sebelum lari jarak jauh, yuk, pelajari diawal tanda-tandanya sesungguhnya Kamu sudah siap secara mental dan juga fisik.

Tanda sesungguhnya Kamu siap lari jarak jauh

lari marathon  Mengukur Kesiapan Diri Sebelum Ikut Lari Jarak Jauh (Maraton) Berpikir Untuk Lari Marathon Kriteria Fisik Ini yang Harus Dipenuhi 802x362

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum mengikuti lari jarak jauh adalah mengecek kondisi {{tubuh}}. Menurut dr. Grace Joselini, dokter timnas sepakbola wanita Indonesia dalam ajang Asian Games 2018 lalu, tanda utama sesungguhnya Kamu sudah siap ialah sudah pernah melakukan lari jarak jauh sebelumnya.

“Lari jarak jauh bukan sekadar jogging biasa. Oleh akibat itu, {untuk} tahu sesungguhnya Kamu sudah siap adalah dengan pernah melakukan olahraga yang setara sebelumnya,” papar dr. Grace dalam talkshow {{Sun}} Life Run Resolution 2019 di Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Menurutnya, pada saat Kamu sudah pernah melakukan maraton atau olahraga yang beratnya setara dan berjalan dengan lancar,  tandanya {{tubuh}} mampu dan bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Bagaimana kalau belum pernah ikut lari jarak jauh sebelumnya?

manfaat lari untuk kesehatan  Mengukur Kesiapan Diri Sebelum Ikut Lari Jarak Jauh (Maraton) ajak si dia lari pagi 1 700x467

Lalu, bagaimana jika Kamu belum pernah dan baru mau mencobanya? Cara mengetahuinya dengan mengukur kemampuan diri sendiri. Hal ini bisa dilihat dari intensitas olahraga dan latihan yang biasa Kamu lakukan sehari-hari.

Contohnya, jika sehari-hari Kamu hanya {{duduk}} saja tanpa berolahraga bahkan {untuk} naik tangga pun sudah terengah-engah, itu tandanya fisik belum siap. Sebaliknya, jika sehari-hari Kamu sudah terbiasa berolahraga dan melakukannya dengan rutin tanpa timbul masalah, Kamu bisa mencoba olahraga yang satu ini.

“Lari maraton atau jarak jauh itu memang bagus dan ada manfaatnya terutama {untuk} ketahanan {{tubuh}}. Namun, tetap harus sesuai kemampuan, tidak boleh dipaksakan,” ungkap dr. Grace pada tim Hello Sehat.

Ia juga menyatakan {untuk} pemula sebaiknya Kamu mencobanya dari jarak yang terdekat. {Untuk} maraton contohnya, Kamu bisa mencobanya mulai dari setengah jarak, yaitu 5 {{km}}. Setelah berhasil dengan jarak setengah maraton maka Kamu bisa meningkatkannya menjadi lari maraton sesungguhnya dengan jarak 10 {{km}}.

“Olahraga itu sama dengan obat, harus sesuai dosis. Kalau kurang tidak memberikan kegunaan tetapi kalau berlebihan akan membahayakan,” tutur dr. Grace yang ditemui dalam jumpa pers {{Sun}} Life Resolution Run 2019 pada 17 Januari di fX Sudirman, Jakarta Pusat.

Persiapan sebelum lari jarak jauh

Mengukur Kesiapan Diri Sebelum Ikut Lari Jarak Jauh (Maraton) shutterstock 474442552 700x467

Saat Kamu merasa sudah siap {untuk} melakukan olahraga yang satu ini, hal selanjutnya yang perlu dilakukan ialah mempersiapkannya dengan matang. Sebelum mengikuti lari jarak jauh, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti:

Latihan rutin

Kamu tidak bisa melakukan lari jarak jauh tanpa persiapan yang matang sebelumnya. Latihan rutin membantu {{tubuh}} beradaptasi dengan kondisi yang sesungguhnya saat pertandingan. Dilansir dari Cleveland Clinic, paling tidak Kamu perlu berlatih 3 ahad sebelum maraton.

Akan tetapi, jangan diforsir. Selama seminggu sebelum perlombaan dimulai, Kamu perlu memulihkan otot dengan tidur yang cukup. Oleh karena itu, Kamu {{butuh}} sekitar satu bulan persiapan sebelum lari jarak jauh.

Minum banyak air

Di hari-hari sebelum pertandingan dimulai, Kamu juga perlu minum banyak air. Pastikan sesungguhnya {{tubuh}} terhidrasi dengan baik. The Institute of Medicine menyatakan, secara {{umum}} pria sebaiknya minum 13 gelas dan wanita 9 gelas per hari atau menurut The National Athletic Trainers’ Association Kamu dapat membagi minum air menjadi 500-600 ml 2 jam sebelum latihan dan 200-300 ml setiap 10-20 menit.

Makanan makanan karbohidrat kompleks

Usahakan {untuk} makan makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks seperti roti, nasi, atau pasta. Makanan dengan karbohidrat kompleks membantu memaksimalkan simpanan energi di dalam {{tubuh}} sebagai bekal saat kompetisi nanti. Selain itu, penuhi juga kebutuhan nutrisi lainnya yaitu makan makanan dengan lemak tak jenuh seperti alpukat atau minyak zaitun dan protein rendah lemak seperti ikan atau kacang-kacangan.

Memilih perlengkapan yang tepat

Pemilihan baju dan sepatu yang tepat sangat penting dan tidak bisa disepelekan sebelum lari jarak jauh. Menurut dr. Grace, kesalahan yang cukup banyak dilakukan biasanya memakai sepatu baru saat kompetisi tanpa mencobanya diawal.

Padahal, idealnya Kamu sudah mencobanya selama latihan supaya sepatu cukup lentur yang pada akhirnya meminimalkan risiko cedera. Selain itu, gunakan juga sepatu khusus lari yg tidak terlalu kencang atau satu ukuran lebih besar supaya kaki mempunyai ruang {untuk} bernapas.

Selain sepatu, pemilihan baju juga perlu diperhatikan. Jangan menggunakan baju dengan bahan yg tidak menyerap keringat. Pasalnya, baju atau jaket yg tidak menyerap keringat dapat menahan panas dan membuat suhu {{tubuh}} meningkat drastis. Akibatnya, Kamu bisa mengalami dehidrasi parah sampai heat stroke (sengatan panas).

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close