Fakta Unik Kesehatan

Rahasia Mengatasi Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang yang Harus Diketahui

Kulit yang iritasi akibat klorin setelah berenang bukanlah masalah yang sulit diatasi. Cukup dengan rajin membersihkan kulit dan menggunakan pelembap yang tepat, kamu bisa menjaga kesehatan kulitmu dan tetap menikmati keseruan berenang tanpa khawatir akan iritasi kulit yang mengganggu.

Rahasia Mengatasi Kulit Iritasi Akibat Klorin Setelah Berenang yang Harus Diketahui – Kolam renang biasanya menggunakan klorin untuk membantu menjernihkan dan membunuh bakteri serta mikroba lainnya di dalam air. Klorin yang digunakan biasanya merupakan produk turunan dari sodium hipoklorit atau yang lebih dikenal sebagai kaporit. Namun, beberapa orang ternyata cukup sensitif terhadap bahan tersebut sehingga dapat menimbulkan ruam kulit akibat klorin.

Gejala ruam kulit akibat klorin

Pada sebagian orang, klorin bisa mengiritasi kulit, mata, dan sistem pernapasan. Saat seseorang mengalami ruam setelah berenang, tandanya ia mengalami kondisi yang disebut dengan dermatitis kontak. Dermatitis kontak terjadi pada saat seseorang terpapar iritan, dalam konteks ini, iritan yang dimaksud adalah klorin. Saat Kamu mengalami iritasi kulit akibat klorin, ada berbagai gejala yang biasanya muncul, yaitu:

1. Kulit kering dan pecah-pecah.
2. Bercak merah, gatal, bengkak, dan bersisik pada kulit.
3. Kulit terbakar, perih menyengat, atau gatal.
4. Kulit pecah-pecah dan berdarah jika terlalu sering kontak dengan klorin.
5. Munculnya luka atau lepuhan.

Jika Kamu tidak menghiraukan berbagai gejala ini dan justru tetap bersentuhan dengan klorin atau tetap berenang, gejala yang muncul akan semakin buruk.

Pilihan pengobatan untuk ruam kulit akibat klorin

Ruam kulit akibat klorin bisa ditangani dengan obat-obatan bebas yang dijual di pasaran, seperti:

1. Krim hidrokortison: Krim ini dijual bebas di pasaran yang pada akhirnya bisa dibeli tanpa memerlukan resep. Krim ini berfungsi untuk membantu meredakan gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Gunakan dua sampai empat kali sehari pada kulit yang memerah. Akan tetapi, sebagian dokter tidak menyarankan mengoleskan krim hidrokortison pada wajah.
2. Krim Benadryl (diphenhydramine): Selain krim hidrokortison, Kamu juga dapat membantu meringankan gejala ruam klorin dengan krim Benadryl. Bahan ini membantu meringankan gatal dan iritasi. Gunakan selama kurang lebih empat kali sehari ke seluruh area kulit yang mengalami ruam.
3. Losion dan krim emolien: Losion dan krim emolien membantu melembapkan kulit yang kering akibat klorin. Kamu bisa menggunakannya selang-seling dengan krim obat. Pilihlah losion yang bebas pewangi dan hipoalergenik untuk menghindari iritasi pada ruam Kamu.

Menangkal ruam akibat klorin saat berenang

Untuk menangkal ruam klorin, beberapa hal yang perlu Kamu lakukan, yaitu:

1. Mandi sebelum berenang untuk membilas keringat dan minyak di kulit yang dapat bereaksi negatif pada klorin.
2. Segera mandi setelah selesai berenang.
3. Jangan terlalu sering berenang dalam kolam yang berisikan klorin.
4. Jangan terlalu lama berenang di dalam kolam yang berklorin.
5. Gunakan losion pada kulit sebelum berenang untuk menghalangi paparan langsung klorin ke kulit. Setelah membilas tubuh, gunakan losion lembut tanpa bahan pewangi untuk membantu melembapkan kulit.

Kapan harus pergi ke dokter?

Biasanya, ruam akibat klorin tidak sampai membutuhkan perawatan dokter. Akan tetapi, jika gejalanya semakin buruk dan mengganggu aktivitas sehari-hari, Kamu bisa mengonsultasikannya ke dokter. Dokter biasanya akan meresepkan krim steroid yang cukup kuat untuk membantu menyembuhkan ruam. Jangan sampai Kamu menyepelekannya karena bisa berakibat fatal. Semakin cepat diobati, maka iritasi kulit akan lebih cepat pulih.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button