fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot

Bukan hanya kaki diabetes, yang menjadi “penyakit langganan” para diabetesi. Sudah tahukah Kamu mengenai kaki Charcot yang banyak dialami pengidap diabetes? Sama seperti kaki diabetes, kaki atau sendi Charcot juga menjadikan area kaki dan pergelangan kaki sebagai sasaran utamanya. Supaya lebih paham, kupas tuntas seputar kaki charcot melewati review di bawah ini, ya!

Advertisement

Apa penyebab kaki Charcot?

Charcot arthropathy, atau yang lebih sering mendengar dikenal sebagai Charcot foot atau kaki Charcot adalah suatu kondisi yang mengakibatkan tulang, sendi, serta jaringan lunak pada satu atau kedua kaki tidak merasakan apa pun alias mati rasa. Lambat laun, tulang kaki akan melemah yang pada akhirnya sangat rentan mengalami patah tulang dan dislokasi (posisi tulang bergeser).

Advertisement

Kondisi tulang kaki yang kian melemah bisa membuat sendi kaki gampang terkilir, yang lalu mengubah bentuk kaki. Yang ada, kaki jadi terlihat melengkung ke bawah atau disebut rocker-bottom foot (lihat gambar).

Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot Flatfoot01 width 275 height 182

Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot Kaki Tiba-tiba Melemah dan Mati Rasa? Waspada Kemungkinan Mengalami Kaki Charcot charcot02 width 315 height 182
Sumber: Foot Health Facts

Penyebab utama hilangnya sensasi pada kaki yakni akibat terdapat kerusakan saraf, yang disebut neuropati perifer. Meski sebagian besar kondisi Charcot foot lebih banyak dialami oleh pengidap diabetes, beberapa hal ini {{turut}} mengakibatkan kerusakan saraf pada kaki:

  • Penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol serta obat-obatan terlarang
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Penyakit
  • HIV
  • Polio
  • Kerusakan pada saraf perifer (saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang)
  • Patah tulang atau terkilir yg tidak segera diobati
  • Luka di kaki yg tidak kunjung sembuh
  • Infeksi dan peradangan pada kaki

Tak langka, Charcot foot dapat menimbulkan luka yang cukup sulit {untuk} disembuhkan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko mengakibatkan perubahan bentuk, cacat kaki, sampai harus diamputasi.

Apa saja gejala dari kaki Charcot?

Umumnya, Charcot foot akan menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kaki, kemerahan, sampai kaki berasa hangat saat disentuh. Akan tetapi, kesemua gejala tersebut biasanya tidak muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap.

Tahap 1:

Pada tahap awal ini, gejala ditandai dengan munculnya kemerahan dan pembengkakan yang signifikan pada kaki serta pergelangannya. Setelah itu, area kaki pun mulai berasa panas pada saat disentuh. Ini akibat terdapat pembengkakan jaringan lunak dan patah tulang di bagian dalam kaki.

Selanjutnya, timbul tonjolan tulang di bagian bawah kaki yang pada akhirnya membuatnya tampak datar. Jika tidak segera diobati, proses ini bisa terus bertahan dalam waktu yang lama.

Tahap 2:

Setelah melalui perubahan yang telah terjadi di tahap 1, lalu {{tubuh}} melanjutkannya dengan memulihkan sendiri kerusakan pada kaki. Kerusakan sendi dan tulang mulai membaik, yang akhirnya pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat tidak lagi berkembang.

Tahap 3:

Di tahap ini sebenarnya sudah tidak terjadi lagi perkembangan yang cukup signifikan pada kaki. Akan tetapi sayangnya, kondisi kaki tetap tidak bisa kembali ke bentuk semula. Akhirnya, bentuk kaki tampak tidak normal.

Bagaimana cara menyembuhkan kondisi ini?

Tujuan dari pengobatan {untuk} kondisi kaki Charcot adalah {untuk} meredakan pembengkakan dan sensasi panas, sekaligus menjaga supaya bentuk kaki tidak semakin berubah. Sebisa mungkin, sebaiknya hindari memberikan tekanan berlebihan pada kaki guna menghindari kerusakan yang lebih parah.

Kamu bisa melakukan beberapa perawatan berikut ini {untuk} membantu memberhentikan perkembangan Charcot foot:

  • Memakai sepatu boot khusus maupun pelindung lainnya pada kaki
  • Mengurangi tekanan yang terlalu berat pada kaki, seperti dengan menggunakan kursi roda, , atau skuter
  • Menggunakan ortotik kaki
  • Menggunakan gips yang dipasang pada kaki

Meskipun sudah melakukan perawatan sedemikian rupa {untuk} menjaga kaki, jangan lupa {untuk} tetap rutin memeriksakan kondisi Kamu ke dokter. Pada kasus yang sudah tergolong parah, pembedahan mungkin menjadi jalan tempuh terbaik yang disarankan dokter. Terutama pada saat pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang positif.

Setelah dinyatakan sembuh, Kamu biasanya masih harus menggunakan sepatu terapeutik atau sepatu diabetes {untuk} menangkal kemungkinan kambuhnya kaki Charcot di lalu hari. Sepatu ini memang dikhususkan bagi Kamu yang mengalami cedera ataupun kerusakan saraf pada kaki.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED