fbpx
Fakta Unik Kesehatan

HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

HBsAg adalah kepanjangan dari Hepatitis B surface Antigen, yang merupakan antigen permukaan virus hepatitis B. Pemeriksaan HBsAg dilakukan untuk memastikan diagnosis hepatitis B. Jika hasil pemeriksaan HBsAg positif, berarti Kamu terinfeksi virus hepatitis B (VHB) dan berisiko menularkan penyakit ini ke orang lain melewati darah atau cairan {tubuh} Kamu. Simak informasi lengkap tentang penyakit hepatitis B dan pemeriksaan HBsAg dalam artikel ini.

Advertisement

Apa itu penyakit hepatitis B?

gejala hepatitis hbsag, tes darah untuk mendiagnosis penyakit hepatitis b HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B shutterstock 162705887 700x467 700x467

Advertisement

Penyakit hepatitis B adalah infeksi hati serius yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Menurut South East Asian Region, Indonesia merupakan negara dengan kejadian endemik hepatitis B tertinggi kedua setelah Myanmar.

Secara {umum}, terdapat dua jenis penyakit hepatitis B, yaitu akut dan kronis. Kebanyakan orang yang tertular hepatitis B sewaktu dewasa mengalami infeksi akut, tetapi ini bisa berlanjut menjadi infeksi kronis. Sedangkan, hepatitis B kronis lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, infeksi ini bisa meningkatkan risiko Kamu untuk terkena gagal hati, kanker hati, ataupun sirosis, sebuah kondisi kerusakan hati permanen.

VHB ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melewati darah, air liur, cairan mani, dan cairan vagina. Beberapa cara penularan penyakit hepatitis B yang paling {umum} meliputi:

  • Hubungan seks tanpa kondom dengan bergonta-ganti pasangan atau dengan seseorang yang terinfeksi VHB, baik hubungan seks antar pria dan wanita maupun pria dengan pria ().
  • Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi virus ini.
  • Menggunakan jarum suntik bekas orang yang terinfeksi.
  • Memiliki pekerjaan yang menyebabkan Kamu rentan terpapar darah orang lain, contohnya dokter atau perawat di rumah sakit.
  • Bepergian ke tempat dengan tingkat infeksi VHB yang tinggi, seperti Asia, Afrika, dan Eropa Timur.
  • Menggunakan barang pribadi bersama-sama, seperti alat cukur dan sikat gigi bersama dengan orang yang terinfeksi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan sesungguhnya penyakit hepatitis B kronis tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang diberikan pada penderita dilakukan hanya untuk menekan pertumbuhan virus di dalam {tubuh}. Oleh akibat itu, orang yang sakit hepatitis B harus melakukan pengobatan seumur hidupnya.

HBsAg adalah tes darah untuk mendiagnosis hepatitis B

mendeteksi kanker hbsag, tes darah untuk mendiagnosis penyakit hepatitis b HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B tes darah untuk mendeteksi kanker 699x467

Virus hepatitis B memiliki antigen permukaan (disebut HBsAg) yang mengakibatkan sistem kekebalan {tubuh} Kamu membuat antibodi. HBsAg dapat didapati dalam darah beberapa ahad setelah Kamu terinfeksi. Apabila setelah pemeriksaan diketahui hasil HBsAg positif, artinya Kamu terinfeksi virus hepatitis B dan berpotensi menyebarkan VHB ke orang lain. 

Meski pemeriksaan HBsAg dapat membantu mendiagnosis hepatitis B, tes ini tidak dapat membedakan apakah infeksi yang dialami oleh penderita bersifat akut atau kronis.

Pada dasarnya hasil pemeriksaan HBsAg positif ataupun negatif bergantung pada usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, metode yang dipakai untuk tes, dan hal-hal lain. Perlu digarisbawahi sesungguhnya hasil pemeriksaan HBsAg tidak selalu menandakan sesungguhnya Kamu memiliki masalah kesehatan serius. Akan tetapi, hasil pemeriksaan ini bisa menentukan kemungkinan Kamu untuk terinfeksi virus hepatitis B.

Siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan HBsAg?

Hepatitis D adalah hbsag, tes darah untuk mendiagnosis penyakit hepatitis b HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B shutterstock 534620734 699x467

Seseorang mungkin memerlukan pemeriksaan HBsAg jika dokter mencurigai adanya kemungkinan Kamu mengalami infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B.

Kamu mungkin akan memerlukan pemeriksaan HBsAg jika Kamu mengalami gejala khas hepatitis B seperti jaundice atau ikterus (penyakit kuning), air kencing berwarna pekat atau gelap, nyeri perut bagian bawah, serta nafsu makan yang menurun secara drastis selama beberapa waktu.

Kamu mungkin juga dianjurkan melakukan pemeriksaan HBsAg jika Kamu termasuk golongan orang-orang  yang berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B, seperti:

  • Sering melakukan seks dengan tidak aman, contohnya tanpa kondom dan berganti-ganti pasangan seks
  • Baru-baru ini berhubungan seks dengan orang yang menderita VHB
  • Mendapatkan hasil tes fungsi hati dengan kelainan yg tidak dapat dijelaskan
  • Menderita atau hepatitis C
  • Traveling ke negara dengan kasus hepatitis B yang tinggi, termasuk Asia, Kepulauan Pasifik, Afrika, dan Eropa Timur
  • Menggunakan narkoba suntik
  • Merupakan pria yang berhubungan seks dengan pria lainnya
  • Menjalani dialisis ginjal ()
  • Menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan {tubuh}, seperti obat anti-penolakan yang dipakai setelah transplantasi organ
  • Bekerja di rumah sakit atau klinik kesehatan

Selain digunakan untuk mendiagnosis penyakit hepatitis B, pemeriksaan HBsAg juga dilakukan untuk melihat seberapa baik pengobatan hepatitis B yang Kamu jalani bekerja.

Adakah tes lain untuk mendiagnosis hepatitis B?

komponen darah tes darah hbsag, tes darah untuk mendiagnosis penyakit hepatitis b HBsAg, Tes Darah untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B komponen darah tes darah 700x467

Selain melakukan pemeriksaan HBsAg, dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes lain untuk memantapkan diagnosis. Beberapa tes lain yang mungkin dilakukan dokter di antaranya:

  • Total hepatitis core antibody (Anti-HBc). Antibodi ini muncul sejak terjadinya infeksi akut dan bertahan seumur hidup Kamu. Keberadaan anti-HBc menunjukkan adanya infeksi lama atau infeksi yang sedang berlangsung dalam waktu yg tidak dapat ditentukan. 
  • Hepatitis B surface antibody (anti-HBs). Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat sistem kekebalan {tubuh} Kamu pada virus hepatitis B. Jika pemeriksaan menunjukkan hasil yang positif, kemungkinan besar Kamu akan terlindungi dari paparan virus hepatitis B. Biasanya hasil pemeriksaan positif akibat Kamu sebelumnya sudah pernah melakukan vaksin hepatitis B. Selain itu, hasil pemeriksaan yang positif juga berarti sesungguhnya Kamu sedang dalam masa pemulihan dari infeksi hepatitis B akut.
  • Tes darah lainnya. Dokter mungkin akan menyarankan pasiennya melakukan pemeriksaan darah lainnya bersamaan dengan tes hepatitis di atas untuk mencari tahu jenis virus dan tahap infeksi apa yang mungkin Kamu alami. Tidak cumna itu, tes darah dapat dilakukan untuk melihat fungsi hati Kamu apakah bekerja lebih keras dari biasanya, sedang dalam tekanan, atau malah tengah mengalami kerusakan yang parah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED