fbpx

Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-2834-2000

Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-2834-2000 civil lab img Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-2834-2000 civil lab img
  • Version 1.0.0
  • Download 969
  • File Size 6.88 MB
  • File Count 1
  • Create Date June 18, 2019
  • Last Updated February 11, 2021

Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal SNI 03-2834-2000

Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal

1. Ruang lingkup

Tata cara ini meliputi persyaratan umum dan persyaratan teknis perencanaan proporsi campuran beton untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan proporsi campuran beton tanpa menggunakan bahan tambah untuk menghasilkan mutu beton sesuai dengan rencana

2. Acuan

  • SNI-03-1750-1990, Mutu dan Cara Uji Agregat Beton
  • SNI-15-2049-1994, Semen Portland
  • SK SNI S-04-1989-F, Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam),
  • SNI-03-2914-1992, Spesifikasi Beton Tahan Sulfat.
  • SNI-03-2915-1992, Spesifikasi Beton Bertulang Kedap Air
  • American Concrete Institute (ACI) – 1995, Design of Normal Concrete Mixes, Building Code Requirements for Reinforced Concrete
  • British Standard Institution (BSI) – 1973, Spesification for Aggregates from Natural Sources for Concrete, (Including Granolithic), Part 2 Metric Units.
  • Development of the Environment (DOE) 1975, Design of Normal Concrete Mixes, Building Research Establisment.

3. Pengertian

Dalam standar ini yang dimaksud dengan:

  1. beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tampa bahan tambah membentuk massa padat;
  2. beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi (2200 – 2500) kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah;
  3. agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm
  4. agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari batu atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5 mm – 40 mm
  5. kuat tekan beton yang disyaratkan f'c adalah kuat tekan yang ditetapkan oleh perencana struktur (berdasarkan benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm, tinggi 300 mm);
  6. kuat tekan beton yang ditargetkan fcr adalah kuat tekan rata rata yang diharapkan dapat dicapai yang lebih besar dari f, c;
  7. kadar air bebas adalah jumlah air yang dicampur ke dalam beton untuk mencapai konsistensi tertentu, tidak termasuk air yang diserap oleh agregat;
  8. factor air semen adalah angka perbandingan antara berat air bebas dan berat semen dalam beton;
  9. slump adalah salah satu ukuran kekentalan adukan beton dinyatakan dalam mm ditentukan dengan alat kerucut abram (SNI 03-1972-1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton Semen Portland);
  10. pozolan adalah bahan yang mengandung silica amorf, apabila dicampur dengan kapur dan air akan membentuk benda padat yang keras dan bahan yang tergolongkan pozolan adalah tras, semen merah, abu terbang, dan bubukan terak tanur tinggi
  11. semen Portland-pozolan adalah campuran semen Porland dengan pozolan antara 15%-40% berat total camnpuran dan kandungan SiO2 + Al2O3+Fe2O3 dalam pozolan minimum 70%;
  12. semen Portland tipe I adalah semen Portland untuk penggunaan umum tanpa persyaratan khusus;
  13. semen Portland tipe II adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahan terhadap sulfat dan kalor hidrasi sedang;
  14. semen Portland tipe III adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi;
  15. semen Portland tipe V adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahan yang tinggi terhadap sulfat;
  16. bahan tambah adalah bahan yang ditambahkan pada campuran bahan pembuatan beton untuk tujuan tertentu.

Attached Files

File Action
SNI-03-2834-2000 - CARA PEMBUATAN RENCANA CAMPURAN BETON NORMAL - ICS 91.100.30.pdf ViewDownload 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED