fbpx

SNI-03-2847-2002 – Tata Cara Perhitungan Struktur Beton

  • Version
  • Download 2
  • File Size 1.39 MB
  • File Count 1
  • Create Date June 14, 2021
  • Last Updated June 14, 2021

SNI-03-2847-2002 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton

1. Ruang lingkup

Tata cara ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung atau stuktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung.

2. Acuan normatif

  • SK SNI S-05-1989-F, Standar spesifikasi bahan bangunan bagian B (bahan bangunan daribesi/baja).
  • SNI 03 2492 1991, Metode pengambilan benda uji beton inti
  • SNI 03-1726-1989, Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung.
  • SNI 03-1727-1989-F, Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung.
  • SNI 03-1974-1990, Metode pengujian kuat tekan beton.
  • SNI 03-2458-1991, Metode pengujian pengambilan contoh untuk campuran beton segar.
  • SNI 03-2461-1991, Spesifikasi agregat ringan untuk beton struktur.
  • SNI 03-2492-1991, Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium.
  • SNI 03-2496-1991, Spesifikasi bahan tambahan pembentuk gelembung untuk beton.
  • SNI 03-2834-1992, Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.
  • SNI 03-3403-1991-03, Metode pengujian kuat tekan beton inti pemboran.
  • SNI 03-3403-1994, Metode pengujian kuat tekan beton inti.
  • SNI 03-4433-1997, Spesifikasi beton siap pakai.
  • SNI 03-4810-1998, Metode pembuatan dan perawatan benda uji di lapangan.
  • SNI 07-0052-1987, Baja kanal bertepi bulat canai panas, mutu dan cara uji.
  • SNI 07-0068-1987, Pipa baja karbon untuk konstruksi umum, mutu dan cara uji.
  • SNI 07-0722-1989, Baja canai panas untuk konstruksi umum.
  • SNI 07-3014-1992, Baja untuk keperluan rekayasa umum.
  • SNI 07-3015-1992, Baja canai panas untuk konstruksi dengan pengelasan.
  • SNI 15-2049-1994, Semen portland.
  • ANSI/AWS D1.4, Tata cara pengelasan – Baja tulangan.
  • ASTM A 184M, Standar spesifikasi untuk anyaman batang baja ulir yang difabrikasi untuk tulangan beton bertulang.
  • ASTM A 185, Standar spesifikasi untuk serat baja polos untuk beton bertulang.
  • ASTM A 242M, Standar spesifikasi untuk baja struktural campuran rendah mutu tinggi.
  • ASTM A 36M-94, Standar spesifikasi untuk baja karbon stuktural.
  • ASTM A 416M, Standar spesifikasi untuk strand baja, tujuh kawat tanpa lapisan untuk beton prategang.
  • ASTM A 421, Standar spesifikasi untuk kawat baja penulangan - Tegangan tanpa pelapis untuk beton prategang.
  • ASTM A 496-94, Standar spesifikasi untuk kawat baja untuk beton bertulang.
  • ASTM A 497-94a, Standar spesifikasi untuk jaring kawat las ulir untuk beton bertulang.
  • ASTM A 500, Standar spesifikasi untuk las bentukan dingin dan konstruksi pipa baja karbon tanpa sambungan.
  • ASTM A 501-93, Standar spesifikasi untuk las canai-panas dan dan pipa baja karbon struktural tanpa sambungan.
  • ASTM A 53, Standar spesifikasi untuk pipa, baja, hitam dan pencelupan panas, zinc pelapis las dan tanpa sambungan.
  • ASTM A 572M, Standar spesifikasi untuk baja struktural mutu tinggi campuran columbiumvanadium.
  • ASTM A 588M, Standar spesifikasi untuk baja struktural campuran rendah mutu tinggi dengan kuat leleh minimum 345 MPa pada ketebalan 100 mm.
  • ASTM A 615M, Standar spesifikasi untuk tulangan baja ulir dan polos gilas untuk beton bertulang
  • ASTM A 616M-96a, Standar spesifikasi untuk rel baja ulir dan polos untuk, bertulang termasuk keperluan tambahan S1.
  • ASTM A 617M, Standar spesifikasi untuk serat baja ulir dan polos untuk beton bertulang.
  • ASTM A 645M-96a, Standar spesifikasi untuk baja gilas ulir and polos - Tulangan baja untuk beton bertulang.
  • ASTM A 706M, Standar spesifikasi untuk baja ulir dan polos paduan rendah mutu tinggi untuk beton prategang.
  • ASTM A 722, Standar spesifikasi untuk baja tulangan mutu tinggi tanpa lapisan untuk beton prategang.
  • ASTM A 767M-90, Standar spesifikasi untuk baja dengan pelapis seng (galvanis) untuk beton bertulang.
  • ASTM A 775M-94d, Standar spesifikasi untuk tulangan baja berlapis epoksi.
  • ASTM A 82, Standar spesifikasi untuk kawat tulangan polos untuk penulangan beton.
  • ASTM A 82-94, Standar spesifikasi untuk jaringan kawat baja untuk beton bertulang.
  • ASTM A 884M, Standar spesifikasi untuk kawat baja dan jaring kawat las berlapis epoksi untuk tulangan.
  • ASTM A 934M, Standar spesifikasi untuk lapisan epoksi pada baja tulangan yang diprefabrikasi.
  • ASTM C 1017, Standar spesifikasi untuk bahan tambahan kimiawi untuk menghasilkan beton dengan kelecakan yang tinggi.
  • ASTM C 109, Metode uji kuat tekan untuk mortar semen hidrolis.
  • ASTM C 109-93, Standar metode uji kuat tekan mortar semen hidrolis (menggunakan benda uji kubus 50 mm).
  • ASTM C 1240, Standar spesifikasi untuk silica fume untuk digunakan pada beton dan mortar semen-hidrolis.
  • ASTM C 31-91, Standar praktis untuk pembuatan dan pemeliharaan benda uji beton di lapangan.
  • ASTM C 33, Standar spesifikasi agregat untuk beton.
  • ASTM C 33-93, Standar spesifikasi untuk agregat beton.
  • ASTM C 39-93a, Standar metode uji untuk kuat tekan benda uji silinder beton.
  • ASTM C 42-90, Standar metode pengambilan dan uji beton inti dan pemotongan balok beton.
  • ASTM C 494, Standar spesifikasi bahan tambahan kimiawi untuk beton.
  • ASTM C 595, Standar spesifikasi semen blended hidrolis.
  • ASTM C 618, Standar spesifikasi untuk abu terbang dan pozzolan alami murni atau terkalsinasi untuk digunakan sebagai bahan tambahan mineral pada beton semen portland.
  • ASTM C 685, Standar spesifikasi untuk beton yang dibuat melalui penakaran volume dan pencampuran menerus.
  • ASTM C 845, Standar spesifikasi semen hidrolis ekspansif.
  • ASTM C 94-94, Standar spesifikasi untuk beton jadi.
  • ASTM C 989, Standar spesifikasi untuk kerak tungku pijar yang diperhalus untuk digunakan pada beton dan mortar.

 

 

Attached Files

FileAction
SNI-03-2847-2002 - Tata Cara Perhitungan Struktur Beton.pdfViewDownload 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button