Harus Tau

Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah

Book Value atau Nilai {Buku} adalah nilai sebuah aset atau kelompok aset dikurangi dengan sejumlah penyusutan nilai yang dibebankan selama {umur} penggunaan aset tersebut.

Nilai {buku} suatu aset dalam periode tertentu bisa berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Hal ini terjadi akibat nilai {buku} suatu aset dipengaruhi oleh metode penyusutan yang digunakan oleh perusahaan tersebut. 

 

Apabila suatu perusahaan menggunakan metode penyusutan aset dengan metode garis lurus tentu saja berbeda dengan perusahaan yang menggunakan metode saldo menurun dalam nilai {buku} periode berjalan sebelum akhir masa kegunaan aktiva tersebut. Meskipun pada awal periode nilai aktiva tersebut sama.

 

Menghitung Book Value sebuah Aset

Untuk memahami penerapan perhitungan nilai {buku} terhadap sebuah aset, ayo kita ambil sebuah contoh:

Tiga Aset Berharga yang Seharusnya Sudah Anda Miliki  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Tiga Aset Berharga yang Seharusnya Sudah Anda Miliki 01 Finansialku

[Baca Juga: Tiga Aset Berharga yang Seharusnya Sudah Anda Miliki]

 

PT Maju Sukses Bersama adalah perusahaan yang mempunyai kegiatan usaha di bidang distribusi obat-obatan.

PT Maju Sukses Bersama mempunyai aset berupa mobil box sebanyak 3 (tiga) mobil yang dibeli pada tanggal 2 Januari 2014 seharga Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah). 

PT Maju Sukses Bersama menggunakan metode penyusutan Metode Garis Lurus dalam menghitung besarnya penyusutan: masa kegunaan mobil box dihitung selama 8 (delapan) tahun, Maka penyusutan nilai 3 mobil box tersebut adalah:

Total Harga Beli : Jumlah Tahun yang ditentukan = Penyusutan per Tahun

Rp600.000.000 : 8 tahun = Rp75.000.000

 

Free Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku

 

Sehingga penyusutan mobil box tiap tahun adalah sebesar Rp75.000.000. Dalam pencatatannya pun, misalnya pada laporan keuangan per 31 Desember 2016 (setelah 3 tahun), Akumulasi penyusutan mobil box tersebut adalah:

Jumlah Tahun x Penyusutan per Tahun = Akumulasi Penyusutan

3 Tahun x Rp75.000.000 = Rp225.000.000

 

Sehingga akumulasi penyusutan mobil box tersebut sebesar Rp225.000.000. Setelah ada penyusutan tersebut, maka berapakah nilai {buku} dari aset mobil box yang dilaporkan dalam laporan keuangan per 31 Desember 2016?

Total Harga Beli – Akumulasi Penyusutan = Nilai {Buku}

Rp600.000.000 – Rp225.000.000 = Rp.375.000.000

 

Maka nilai {buku} mobil box milik PT Maju Sukses Bersama per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp375.000.000.

 

Book Value dalam Konteks Sebuah Perusahaan

Book Value atau Nilai {buku} dapat diartikan sebagai Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) dari perusahaan, dihitung sebagai total aset dikurangi aset tidak berwujud (patent, goodwill) dan kewajiban.

5 Cara Mendapatkan Uang dengan Menggunakan Uang dan Aset Anda  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah 5 Cara Mendapatkan Uang dengan Menggunakan Uang dan Aset Anda Finansialku

[Baca Juga: 5 Cara Mendapatkan Uang dengan Menggunakan Uang dan Aset Anda]

 

Pengertian book value/nilai {buku} dalam konteks analisis fundamental saham adalah selisih antara jumlah aset perusahaan dikurangi dengan berbagai liabilitas/utangnya.

Nilai {buku} dalam konteks saham, juga dikenal dengan sebutan ekuitas, dimana ekuitas dalam pengertian akuntansi juga berarti kekayaan bersih sebuah perusahaan atau sisa kepemilikan atas aset perusahaan yang telah dikurangi seluruh kewajibannya.

 

Metode untuk menentukan besarnya nilai ekuitas dalam laporan keuangan pun bervariasi sesuai bentuk usaha perusahaan. Untuk perusahaan perorangan, ekuitas dilaporkan pada sebuah perkiraan modal tunggal.

Sementara dalam sebuah perusahaan perseroan terbatas (PT), selisih antara aset dan liabilitas disebut ekuitas pemegang saham (stakeholder’s equity).

 

Berikut contoh laporan keuangan dari PT Bank CIMB Niaga {Tbk}.

Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenis Laporan Keuangan yang Harus Diketahui Investor Saham Pemula  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah 02 Finansialku 1

[Baca Juga: Pengertian Laporan Keuangan Perusahaan dan Jenis Laporan Keuangan yang Harus Diketahui Investor Saham Pemula]

 

Dari gambar tersebut diketahui bahwa Nilai Ekuitas adalah Aset (Aktiva) dikurangi dengan Liabilitas (Pasiva). Nilai Ekuitas itulah yang juga sering disebut sebagai Nilai {Buku} (Book Value), atau Nilai Aktiva Bersih (Net Asset Value)

 

Disclaimer: Penyebutan merek hanya bertujuan untuk edukasi saja. Finansialku tidak berafiliasi dengan merek bank.

 

Book Value Per Share

Book Value Per Share (BVPS) atau Nilai {Buku} per Lembar Saham adalah nilai dari ekuitas dibagi jumlah lembar saham yang beredar.

Bisa dikatakan juga adalah nilai ekuitas per saham. Secara teori, ini adalah nilai yang akan didapatkan oleh pemilik saham bila perusahaan bangkrut dan dilikuidasi.

Jadi nilai book value sangat berarti untuk melihat imbal hasil dari investasi.

Apakah Berinvestasi Saham Hanya Untuk Orang Jenius?  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Apakah Berinvestasi Saham Hanya Untuk Orang Jenius 05 Finansialku

[Baca Juga: Apakah Berinvestasi Saham Hanya Untuk Orang Jenius?]

 

Mengambil contoh laporan keuangan PT Bank CIMB Niaga {Tbk}, Bank tersebut mempunyai lembar saham beredar sebanyak 24.880.290.700 lembar saham, atau hampir sebanyak 25 milyar lembar saham.

Jika diketahui jumlah Ekuitas per Februari 2017, senilai Rp34.315.482.000.000 atau sebesar Rp34,3 triliun, maka perhitungan nilai {buku} per lembar saham PT Bank CIMB Niaga {Tbk} adalah:

Ekuitas : Jumlah Lembar Saham = Nilai {Buku} per Lembar Saham

Rp34.315.482.000.000 : 24.880.290.700 = Rp1.379,22 per lembar saham

 

Maka nilai {buku} PT Bank CIMB Niaga {Tbk} per lembar sahamnya adalah sebesar Rp1.379,22 per lembar saham.

 

Menggunakan Book Value dalam Menganalisis Saham

Informasi mengenai nilai Book Value per lembar saham ini juga seringkali dipakai dalam menganalisis harga sebuah saham.

Ada sebuah rasio yang biasa dipakai oleh para investor dan analis dalam membandingkan harga sebuah saham dengan ekuitasnya, yaitu Rasio Harga Pasar per Nilai {Buku} (H/NB) atau lebih dikenal dengan sebutan Price to Book Value (PBV).

Rasio ini didapat dengan membagi harga saham yang ada di pasar saham dengan nilai book value per lembar saham tersebut. Rasio ini juga digunakan untuk memperkirakan nilai wajar saham.

Saham yang mempunyai rasio PBV yang besar bisa dikatakan mempunyai valuasi yang tinggi (overvalue) sedangkan saham yang mempunyai PBV dibawah 1 mempunyai valuasi yang rendah (undervalue).

Inilah 10 Cara untuk Meminimasi Kerugian dalam Berinvestasi Saham  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Inilah 10 Cara untuk Meminimasi Kerugian dalam Berinvestasi Saham 01 Finansialku

[Baca Juga: Inilah 10 Cara untuk Meminimasi Kerugian dalam Berinvestasi Saham]

 

Mengambil contoh dari PT Bank CIMB Niaga {Tbk}, bank tersebut adalah perusahaan terbuka yang sudah listing di Bursa Efek Indonesia dan mempunyai ticker code BNGA.

Saham BNGA diperdagangkan seharga Rp1.075 pada penutupan perdagangan per 5 April 2017. Jika diketahui Book Value per Share BNGA sejumlah Rp1.379,22 per lembar saham, maka perhitungan PBV dari saham BNGA adalah:

Harga Saham : Nilai {Buku} per Lembar Saham = Nilai {Buku} per Lembar Saham

Rp1.075 : Rp1.379,22 = 0,78

 

Maka rasio PBV dari saham BNGA adalah sebesar 0,78x, dimana hal ini berarti saham BNGA diperdagangkan hanya senilai 0,78x dari nilai bukunya.

 

Disclaimer: Contoh perhitungan ini, hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan penjelasan kepada para pembaca bukan bertujuan untuk merekomendasikan saham.

 

Menganalisis Perbedaan Harga Saham dan Book Value-nya

Seringkali kita temui di pasar bahwa adanya saham-saham yang mempunyai PBV yang besar. Itu akibat penerapan sistem akuntansi yang tidak memberikan nilai kepada aset tidak berwujud seperti brand dan prospek dari suatu perusahaan.

Oleh akibat itu, banyak perusahaan yang mempunyai PBV jauh diatas 1 dan bisa mencapai puluhan dan hal itu wajar jika dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan brand-nya yang sudah terkenal.

Di lain pihak, PBV yang dibawah 1,0 bisa mengindikasikan perusahaan mempunyai prospek yang suram. Itulah alasan adanya perbedaan yang jauh antara nilai pasar dan nilai ekuitas itu sendiri.

Pada dasarnya bila Anda membeli suatu saham yang rasio PBV-nya kurang dari 1,0, maka Anda sebetulnya dalam keadaan yang menguntungkan pada saat membelinya akibat Anda membeli saham perusahaan yang nilai ekuitasnya lebih besar daripada yang Anda bayarkan per lembarnya, yang juga berarti Anda mendapatkan diskon dari nilai nyatanya.

Investasi Saham itu Apa? Apa Keuntungannya? Bagaimana Hasil Investasinya?  Definisi Book Value atau Nilai Buku Adalah Infografis Investasi Saham itu Apa Apa Keuntungannya Bagaimana Hasil Investasinya Finansialku

[Baca Juga: Investasi Saham itu Apa? Apa Keuntungannya? Bagaimana Hasil Investasinya?]

 

Namun tidak semua saham yang mempunyai PBV yang dibawah 1,0 adalah saham yang undervalue, bisa saja saham tersebut memang mempunyai PBV yang rendah akibat perusahaan itu merugi sehingga pada tahun-tahun lalu nilai book value-nya pun akan menurun.

Bila adanya kejadian yang seperti ini maka wajar jika perusahaan tersebut mempunyai PBV yang rendah.

Sebaliknya saham yang mempunyai PBV yang tinggi juga bisa tidak mengindikasikan bahwa sahamnya overvalue akibat bisa saja perusahaan tersebut mempunyai prospek dan kinerja yang bagus, serta laba yang cemerlang.

Sehingga dari itu semua membuat harga sahamnya mempunyai valuasi yang premium dibandingkan dengan saham yang mempunyai PBV yang lebih rendah.

 

Book Value atau Nilai {Buku}

Book Value adalah perhitungan mengenai nilai sebuah aset, yang bila dalam konteks perusahaan, adalah nilai aset bersih dari perusahaan tersebut.

Book Value pun juga seringkali digunakan oleh para investor untuk membandingkan harga sahamnya sehingga mempengaruhi penilaian investor atau analis atas harga sebuah saham.

Dalam hal ini, rasio yang biasa digunakan adalah Price to Book Value (PBV).

PBV sendiri memang merupakan salah satu indikator utama untuk melihat apakah suatu saham mahal atau tidak.

Namun penggunaan PBV harus diiringi dengan indikator lainnya juga seperti PER dan PEG ratio untuk memperkuat analisis dalam menentukan nilai wajar saham tersebut.

 

Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda, supaya mereka juga tahu lebih lengkap mengenai book value. Berikan komentar dan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Referensi Atikel:

  • Aulia Ari. 28 Juni 2013. Nilai {Buku} atau Book Value. https://goo.gl/eRCFbl
  • Guntur Herlambang. 16 Mei 2016. Pengertian Price to Book Value Ratio (PBV). Stockdansaham.com – https://goo.gl/aVRJRp
  • Materi Akuntans. 11 Januari 2015. Pengertian Liabilitas dan Ekuitas. Materiakuntansi.com – https://goo.gl/8RiYek
  • Wibowo Pajak. 8 Oktober 2016. Pengertian/Definisi Nilai {Buku} (Book Value). https://goo.gl/tQqbjT

 

Sumber Gambar:

  • Value – https://goo.gl/Fr7tGu
  • Book Value – https://goo.gl/glzYIW
  • Laporan Keuangan – https://goo.gl/vzcByF

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close