ArsitekturTeknik SipilTips Kesehatan

Cara Membuat Rumah Sehat di Pemukiman Padat

Story Highlights

  • Kepadatan penduduk dan kurangnya lahan untuk pembangunan rumah yang ada sekarang ini membuat sebagian perumahan tidak layak untuk dihuni, karena sedikitnya pepohonan yang membuat rindang sekitar rumah dan rumah yang berdempetan membuat ventilasi udara di rumah tersebut menjadi kurang maksimal untuk dimanfaatkan.

Pertambahan penduduk di era globalisasi seperti sekarang tentu saja memicu pertumbuhan rumah-rumah baru. Kepadatan penduduk dan kurangnya lahan untuk pembangunan rumah yang ada sekarang ini membuat sebagian perumahan tidak layak untuk dihuni, karena sedikitnya pepohonan yang membuat rindang sekitar rumah dan rumah yang berdempetan membuat ventilasi udara di rumah tersebut menjadi kurang maksimal untuk dimanfaatkan.

Kalo kita lihat kedalam rumah-rumah {kumuh} yang berada di pinggiran kota, sungguh tak layak untuk dihuni oleh manusia. Rumah-rumah tersebut berukuran sangan kecil, sempit membuat sirkulasi udara menjadi tidak nyaman dan tidak sehat. Keadaan seperti ini dapat dipicu oleh perilaku masyarakat sekitar yang terkesan acuh dan tak mau peduli untuk menjaga kesehatan rumahnya serta lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Tentu menjadi penyebab timbulnya berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya bagi penghuninya, seperti terganggunya saluran pernapasan. Sehubungan dengan kriteria rumah sehat yang layak untuk dihuni, tentu saja keadaan seperti itu tidak termasuk kriteria rumah yang sehat.

Rumah sehat itu: 1. Harus memenuhi kebutuhan fisiologis 2. Harus memenuhi kebutuhan pisikologis 3. Harus dapat menghindarkan dari kecelakaan 4. Harus dapat m enghhindarkan terjadinya penyakit Winslow

Rumah sebagai tempat kita menghabiskan waktu setiap hari memegang peranan penting dalam menciptakan suasana yang sehat dan mempertahankan badan kita tetap fit dan jreng seperti mimin (amiin).

Fungsi utama rumah adalah sebagai tempat berlindung bagi penghuninya dari terpaan cuaca.Oleh karena itu struktur rumah harus dirancang sedemikian rupa untuk mampu menahan terpaan cuaca (panas matahari, curah hujan, hempasan banjir, tiupan angin) maupun getaran-getaran akibat gempa.

Adapun untuk rumah sehat kita harus memiliki 6 poin penting rumah sehat:

1. Rumah sehat: Harus punya taman

Angka perbandingan 60:40 dikatakan patokan ideal antara luas lahan terbangun terhadap luas taman. Maka terdapat cukup banyak tanaman yang bisa berfungsi sebagai penyaring polusi. Sekalipun demikian tentunya agak sulit untuk mencapai angka tersebut untuk rumah dikawasan perkotaan. solusi yang bisa di ambil adallah dengan memaksimalkan titik-titik tanaman pada area yang menjadi jalur lintasan angin atau titik-titik sirkulasi penghawaan bangunan rumah juga dapat ditempuh dengan ombinasi antara taman dan kolam aktif, adanya air yang bergerak maka kemampuan menyaring partikel debu dari taman akan menjadi maksimal.

Atau kita bisa membuat taman dinding di sebuah lorong rumah kita.. wah asri dan sehat juga buka? pastinya membuat psikologi kita membaik dengan susasana hijau yang asri.

2. Rumah sehat: Pengaturan Unsur pencahayaan

Kita beruntung tinggal di wilayah yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sebagai sumber vitamin D sinar matahari juga berfungsi untuk membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negative. Semua ruang-ruang di dalam rumah harus mendapatkan pencahayaan sinar matahari yang cukup, guna mencegah kelembaban yang berlebihan, karena akan menyebabkan tumbuhnya jamur atau bakteri negatif yang mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Kita dapat pula menggunakan atap genteng kaca. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca ataupun glass block bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan.

3. Rumah sehat: Memperhatikan Unsur penghawaan/Udara

Penghawaan pada sebuah bangunan rumah harus bisa diperhitungkan agar memenuhi syarat sirkulasi udara yang ideal. Manusia memerlukan suplai udara segar yang cukup agar bisa beraktifitas dengan baik.Bisa dibayangkan berada di sebuah ruangan tanpa ventilasi udara pasti terasa pengap, penyesakan dada dan tidak nyaman.

Penempatan titik-titik ventilasi udara dilakukan berdasarkan kebutuhan dan arah angin. Ada pula jenis jendela kaca nako yang {dulu} penggunaannya sempat menjadi trend di masyarakat ataupun menggunakan roster yang terbuat dari bahan kayu,Benton,keramik,bahkan alumunium.

4. Rumah sehat: Perencanaan ruang yang tepat

Perencanaan ruang adalah hal yang tidak boleh diabaikan dalam merencanakan layout ( tata ruang ) ruangan-ruangan dalam sebua rumah. Setiap bangunan rumah pasti memiliki karakteristik aktivitas yang berbeda-beda ukuran-ukuran baku tentang luas minimum ruangan yang diperlukan untuk aktivitas didalamnya.

Ada 3 aspek tata ruang sebuah rumah :
a. Aspek internal yang didasarkan pada latar belakang penghuni,profesi dan aktivitas akan mempengaruhi konsep penataan ruang sebuah rumah.
b. Aspek eksternal yang didasarkan pada lingkungan sekitar rumah, iklim, ukuran lahan layout lahan dan kemiringan lahan aspek ini juga akan sangat mempengaruhi konsep penataan ruang.
c. Aspek dari fungsi dan kegunaan ruangan entah digunakan sebagai rumah tinggal atau sekaligus digunakan sebagai rumah sekaligus tempat kerja.

5. Rumah sehat: Penataan sanitasi rumah

Sanitasi rumah adalah segala jenis upaya untuk mengatur limbah agar tidak menyebabkan kontaminasi bagi penghuni rumah. Misalnya pembuatan septictank, lubang resapan air kotor, dan bak sampah. Perhatikan bahwa lokasi sumur air harus dibuat berjarak minimal 10 m dari septictank agar tidak tercemar bakteri dari kotoran manusia.

Setiap aktifitas manusia pasti akan menghasilkan limbah berupa sampah. entah itu sampah organik maupun anorganik sepintas memang terlihat sepele.namun bila tidak diatur secara baik maka akan mengundang potensi penyakit bagi penghuni rumah.

Untuk perencanaan sanitasi bisa dicoba tips sebagai berikut :
a. Buat skema antara wilayah kotor dan wilayah bersih pada layout rumah kita.
b. Buatlah alur aktivitas dari penghuni yang berkaitan dengan limbah.
c. Padukan kedua hal tersebut dan temukan titik-titik rawan dimana kemungkinan kontaminasi limbah yang berpotensi rawan penyakit bisa terjadi.
d. Membuat alternative-alternatif dimana limbah akan dikumpulkan dan akan dibuang.

6. Rumah sehat: Perencanaan budgeting/biaya/pendanaan

Rencanakan pendanaan sebelum kita membangun rumah,demi menghindari terhentinya proses pembangunan kontruksi rumah. Sayang sekali jika owner/pemilik kehabisan dana namun rumah belum bisa dihuni akibat perencanaan yang kurang matang.

Disini pentingnya untuk membuat RAB ( rencana anggaran biaya ) sebelum membangun rumah. untuk mendapatkan referensi untuk membuat RAB anda bisa mendapatkannya lewat literature buku-buku majalah jurnal bahkan banyak sekali literature RAB di internet. Namun, jika kita tidak bisa/ahli dalam merumuskan masalah rumah sehat yang lebih optimal kita bisa menggunakan jasa arsitektur yang membuat arahan rumah sesuai dengan keinginan kita. Kita bisa mengubungi admin blog ini via 0822-1611-3330 untuk merencakanan sebuah rumah.

semoga bermanfaat. jika ingin menambahkan silahkan berkomentar 🙂

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close