fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Bolehkah Donor Darah Jika Sedang Menstruasi?

Jika Kamu sudah pernah melakukan donor darah, sadar atau tidak ada berbagai manfaat yang telah Kamu dapatkan. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengaku ketagihan {untuk} rutin mendonorkan darahnya. Akan tetapi sebelumnya, pastikan {{dulu}} Kamu telah memenuhi serangkaian syarat dan ketentuan yang berlaku supaya bisa ikut donor darah. Lalu, bagaimana kalau seorang wanita melakukan donor darah saat haid, apakah boleh?

Advertisement

Bolehkah ikut donor darah saat haid?

Ada banyak darah yang keluar dari {{tubuh}} pada saat seorang wanita sedang menstruasi. Jika tetap melakukan donor darah saat haid, tentu akan semakin menambah jumlah darah yang harus dikeluarkan oleh {{tubuh}}.

Advertisement

Sebenarnya, boleh atau tidaknya melakukan donor darah saat haid masih menjadi perdebatan sampai kali ini, akibat tidak ada ketentuan yang pasti. Akan tetapi alangkah baiknya, {untuk} bersabar dan menunggu sampai masa menstruasi selesai baru lalu Kamu boleh donor darah.

Hal ini bukan tanpa sebab, lagi-lagi, akibat {{tubuh}} akan kehilangan banyak darah bila menstruasi dan donor darah dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Terlebih lagi, {{tubuh}} membutuhkan zat besi dalam jumlah yang lebih banyak saat sedang haid.

Tak heran, selama masa menstruasi yang kurang lebih berlangsung selama 7 hari, seorang wanita sebenarnya berisiko tinggi terserang anemia. Jadi, jika Kamu tetap memaksakan {untuk} melakukan donor darah saat haid, bukan tidak mungkin Kamu akan lemas, pusing, kelelahan, sampai jatuh pingsan akibat kehilangan cukup banyak darah.

menstruasi sedikit darah haid sedikit bolehkah donor darah jika sedang menstruasi? Bolehkah Donor Darah Jika Sedang Menstruasi? menstruasi sedikit 2 700x467

Apa saja syarat ideal {untuk} melakukan donor darah?

Jangan keburu berkecil hati {{dulu}} akibat tidak bisa donor darah saat haid. Sebab setelah masa menstruasi selesai, tidak ada halangan lagi jika Kamu memang ingin melakukan donor darah. Hanya saja, Kamu akan melewati serangkaian pemeriksaan diawal dari tim dokter dan petugas PMI sebelum mulai donor darah.

Ambil contoh, seperti penimbangan berat badan, pengukuran suhu {{tubuh}}, denyut nadi, tekanan darah, dan mengambil sampel darah guna mengetahui kadar hemoglobin. Kesemua hal tersebut bertujuan {untuk} memastikan kesiapan {{tubuh}}, yang pada akhirnya tidak berisiko membahayakan kesehatan Kamu.

Selain itu, ada beberapa syarat khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus dipenuhi jika ingin donor darah, yakni:

  • Usia 17-60 tahun
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
  • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
  • Suhu {{tubuh}} normal
  • Denyut nadi normal (50-100 kali per menit)
  • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi dengan baik, barulah Kamu benar-benar diizinkan {untuk} melakukan donor darah.

efek samping donor darah bolehkah donor darah jika sedang menstruasi? Bolehkah Donor Darah Jika Sedang Menstruasi? shutterstock 789018103 700x467

Jangan lupakan hal ini setelah melakukan donor darah

Meski {{tubuh}} berasa dalam kondisi prima, Kamu tidak dibolehkan {untuk} langsung banyak beraktivitas usai mendonorkan darah. Sebaliknya, perbanyak istirahat, makan camilan ringan, dan minum banyak cairan, guna memulihkan kondisi {{tubuh}} yang baru saja kehilangan banyak darah.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED