fbpx
Tips Kesehatan

Berbagai Penyebab Tangan Bengkak Sehabis Diinfus

Beberapa kondisi kadang memerlukan Kamu diinfus saat dirawat di rumah sakit. Nah biasanya setelah tangan diinfus akan berasa sakit dan muncul bengkak. Apa ini normal?

Advertisement

Kenapa tangan diinfus?

Kamu perlu dipasangkan infus {untuk} menerima cairan berupa larutan elektrolit, asupan nutrisi dan vitamin, atau zat obat yang dapat langsung masuk ke pembuluh darah.

Advertisement

Terapi infus alias intravena berguna {untuk} menangkal Kamu terkena dehidrasi dan supaya tetap menerima obat saat kondisi {{tubuh}} tidak memungkinkan Kamu {untuk} makan dan minum langsung dari {{mulut}}.

Prosedur ini juga dijadikan cara mengendalikan pemberian dosis obat dengan takaran yang tepat. Selain itu, dalam sebagian situasi, ada pasien yang harus menerima obat dengan sangat cepat {untuk} mengatasi penyakitnya. Misalnya seperti pasien yang muntah-muntah berat, pingsan, pasien serangan jantung, stroke, atau keracunan. 

Dalam kasus ini, obat tablet, pil, atau cairan yang diberikan melewati {{mulut}} mungkin akan lebih lambat diserap aliran darah akibat harus lebih {{dulu}} dicerna dalam perut. Maka dari itu, pemberian obat langsung ke dalam pembuluh bisa lebih cepat menghantarkan zat ke bagian {{tubuh}} yang memerlukan.

Banyak jenis obat dapat diberikan lewat terapi intravena atau infus. Beberapa obat yang {{umum}} diberikan antara lain:

  • Obat kemoterapi seperti doxorubicin, vincristine, cisplatin, dan paclitaxel
  • Obat antibiotik seperti vankomisin, meropenem, dan gentamisin
  • Obat antijamur seperti micafungin dan amfoterisin
  • Obat pereda nyeri seperti hidromorfon dan
  • Obat {untuk} tekanan darah rendah seperti dopamin, epinefrin, norepinefrin, dan dobutamin
  • Obat imunoglobulin (IVIG)

Ada beberapa jenis infus yang paling {{umum}}

mengatasi efek samping kemoterapi Berbagai Penyebab Tangan Bengkak Sehabis Diinfus Berbagai Penyebab Tangan Bengkak Sehabis Diinfus ThinkstockPhotos 180064922 701x467
Infusion pump feeding IV drip into patients arm focus on needle

Terapi infus biasanya dilakukan {untuk} jangka pendek. Paling lama 4 hari. Proses infus ke pembuluh darah, standarnya hanya menggunakan sebuah jarum yang ditusuk pada pembuluh vena di pergelangan tangan, siku, atau punggung tangan.

Bersamaan dengan masuknya jarum, ada kateter yang akan masuk ke dalam pembuluh darah menggantikan jarum. Kateter infus standar biasanya digunakan {untuk} beberapa jenis metode infus di bawah ini:

1. Infus push

Infus ini merupakan alat yang mendorong suntikan obat secara cepat. Caranya, sebuah jarum suntik dimasukkan ke dalam kateter berisi obat dan mengirim satu dosis obat ke aliran darah Kamu dengan cepat.

2. Infus intravena biasa

Infus intravena biasa adalah pemberian obat yang bisa dikendalikan ke dalam aliran darah Kamu dari waktu ke waktu. Ada dua jenis cara infus ini bekerja, ada yang menggunakan gravitasi dan ada juga yang menggunakan pompa {untuk} menyalurkan obat ke kateter Kamu supaya masuk ke dalam aliran darah.

  • Infus pompa

Metode infus pompa merupakan pengobatan infus yang paling {{umum}} digunakan. Pompa akan terhubung ke saluran infus Kamu dan mengirimkan obat-obatan serta larutan, seperti saline contohnya, ke dalam kateter Kamu dengan cara yang lambat akan tetapi obat sudah ditakar dengan pasti. Pompa hanya dapat digunakan pada saat takaran dosis obat sudah tepat dan terkontrol.

  • Infus tetes

Metode infus tetes ini menggunakan gaya gravitasi {untuk} memberikan obat dalam jumlah tetap (tidak berubah) selama periode waktu tertentu. Bersamaan dengan cairan yang menetes,  obat atau larutan akan menetes dari kantong melewati tabung dan masuk ke dalam kateter yang tersambung masuk ke pembuluh darah Kamu.

Kenapa jadi bengkak setelah tangan diinfus?

Timbulnya bengkak setelah tangan diinfus dapa disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab paling sering adalah akibat jarum infus gagal atau sulit dimasukkan yang pada akhirnya harus dilakukan berkali-kali. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya pembengkakan pembuluh darah selama ditusuk jarum.

Kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan pada jaringan sekitar yang terkena. Salah satunya adalah pembengkakan di sekitar area suntikan infus yang pada akhirnya berasa sakit dan hangat. Beberapa bahkan sampai mengalami memar kemerahan.

Hati-hati. Pada saat pembuluh darah rusak, obat malah bisa bocor ke jaringan di sekitarnya. Bukannya masuk ke aliran darah.

Efek samping lain yang dapat terjadi akibat tangan diinfus

Prosedur pemasangan infus di klinik atau rumah sakit aman di bawah pengawasan perawat terlatih. Dalam kebanyakan kasus, efek samping yang muncul setelah tangan diinfus datang dari reaksi alergi pasien pada zat obatnya itu sendiri. Obat yang diberikan lewat infus bekerja dengan sangat cepat dalam {{tubuh}} yang pada akhirnya sangat mungkin menimbulkan efek samping atau reaksi baru. Umumnya dokter dan perawat akan mengamati kondisi Kamu selama dan sesudah tangan diinfus.

Beberapa kemungkinan efek samping lainnya sehabis diinfus, antara lain:

  • Infeksi

Infeksi dapat terjadi di tempat di mana jarum infus disuntikkan. Infeksi dari tempat suntikan dapat mengalir ke seluruh {{tubuh}} lewat tumpangan aliran darah.

Gejala infeksi akibat suntikan yang bisa terjadi berupa demam, kedinginan, serta kemerahan, nyeri, dan pembengkakan di tempat suntikan.

{Untuk} menangkal infeksi, proses pemasangan jarum dan kateter infus harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan peralatan yang steril (bebas kuman dan bakteri). Jika Kamu mengalami gejala infeksi, segera hubungi dokter.

  • Emboli udara

Selain infeksi, risiko terdapat emboli dapat terjadi akibat jarum suntik atau kantong obat infus. Apabila saluran kantung obat infus mengering, gelembung udara bisa masuk ke pembuluh darah Kamu.

Gelembung-gelembung udara ini lalu dapat  berjalan ke arah jantung atau paru-paru Kamu yang pada akhirnya aliran darah bisa terhambat. Emboli udara dapat mengakibatkan masalah parah seperti serangan jantung atau stroke.

  • Gumpalan darah

Tangan diinfus dapat mengakibatkan pembentukan gumpalan darah. Gumpalan ini bisa menyumbat pembuluh darah penting dan mengakibatkan masalah seperti kerusakan jaringan atau kematian.

Trombosis vena dalam (DVT) adalah sebuah jenis gumpalan darah berbahaya yang bisa disebabkan oleh pengobatan lewat infus.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED