Tips Kesehatan

Bau Kaki Menurunkan Kepercayaan Diri Kamu? Cegah dengan 5 Kiat Cerdas Ini, Yuk!

Entah akibat kaki sering dalam kondisi tertutup, terlalu sering menggunakan sepatu yang serupa, sedang stres, atau bahkan mempunyai masalah kesehatan tertentu, bisa jadi awal mula penyebab aroma kaki tidak sedap. Kondisi ini tentu akan membuat orang-orang di sekitar Kamu merasa risi dan terganggu. Tentu tidak ini kejadian memalukan ini menimpa diri Kamu, bukan? Tenang {{dulu}}. Sebenarnya Kamu bisa, kok, menerapkan serangkaian cara menangkal bau kaki, supaya tetap nyaman menggunakan sepatu jenis apa pun tanpa khawatir tercium aroma khas dari kaki.

Beragam cara menangkal bau kaki tak sedap

Sudah berdandan dan bergaya semaksimal mungkin hari ini, tapi aroma tidak sedap dari kaki malah menurunkan kepercayaan diri Kamu? Jangan {{tunggu}} sampai hal ini terjadi {{dulu}} baru lalu mengatasinya. Alangkah baiknya, terapkan cara menangkal bau kaki berikut ini:

1. Rutin mencuci sepatu dan kaus kaki

Tahukah Kamu kalau kelewat sering dan lama saat memakai sepatu serta kaus kaki yang serupa secara terus-menerus, bisa menjadi dalang penyebab kaki bau? Bahkan, Kamu akan dianggap jorok akibat enggan mengganti atau mencuci sepatu dan kaus kaki yang dipakai setiap hari.

Mulai sekarang, luangkan waktu setidaknya sekali dalam 1-2 ahad {untuk} mencuci sepatu sekaligus kaus kaki yang telah digunakan dalam kurun waktu tersebut. Supaya lebih bersih dan bebas kuman, Kamu bisa menambahkan sedikit cairan disinfektan pada air cucian.

Setelah itu, pastikan sepatu dan kaus kaki sudah benar-benar kering sebelum dipakai kembali.

2. Hindari menggunakan sepatu atau kaus kaki yang serupa dalam waktu lama

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, pemakaian sepatu dan kaus kaki yang serupa dalam waktu lama bisa menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat dari kaki. Ini akibat sepatu dan kaus kaki tersebut telah menyimpan cukup banyak keringat serta bakteri di dalamnya.

Jadi, sembari rutin mencucinya selama selang waktu tertentu, pastikan Kamu juga mengganti sepatu dan kaus kaki secara teratur. Akan tetapi, bagaimana jika jumlah sepatu dan kaus kaki yang Kamu miliki terbatas {untuk} digunakan secara bergantian? Tandanya, Kamu memang harus mencucinya diawal sebelum digunakan kembali.

3. Pakai bedak kaki

Sebelum memakai sepatu, usahakan Kamu menaburkan bedak kaki diawal sebagai cara menangkal bau kaki tak sedap. Selain mampu membuat kaki tetap kering, menaburkan bedak pada kaki dapat membantu memberikan aroma harum di kaki. Supaya trik menangkal bau kaki Kamu lebih optimal, sebaiknya taburi juga bedak kaki setelah melepas sepatu.

4. Paki krim pencegah bau kaki

Selayaknya deodoran {untuk} ketiak, krim pencegah bau kaki biasanya juga dilengkapi dengan kandungan antiperspirant. Tujuannya {untuk} menangkal kaki berkeringat berlebih yang membuatnya lembab, yang pada akhirnya berisiko memicu tumbuhnya bakteri dan jamur penyebab bau kaki.

Ada baiknya beri jeda beberapa saat setelah mengoleskan krim kaki ini, sebelum lanjut memakai sepatu. Alih-alih bermanfaat sebagai cara menangkal bau kaki, kondisi lembab dari krim kaki ditakutkan justru dapat menimbulkan aroma tidak sedap dari kaki.

5. Jangan menyimpan sepatu pada sebuah tempat yang tertutup

Meletakkan sepatu di tempat terutup, terlebih yang kedap udara, bisa membuatnya lembab yang pada akhirnya menjadi sasaran empuk bagi bakteri dan jamur {untuk} berkembang biak. Maka itu, coba simpan sepatu pada sebuah tempat yang memungkinkan pertukaran udara berlangsung dengan baik.

Kamu bisa membiarkan sepatu di luar ruangan dan mendapatkan udara bebas selama beberapa saat, sebelum menyimpannya kembali.

6. Rutin cuci kaki

Mencuci kaki sebelum dan setelah memakai sepatu, serta saat mandi bisa membantu menangkal timbulnya bau khas yang menyengat dari kaki. Jika ingin memastikan kaki benar-benar bersih, coba luangkan waktu {untuk} mencuci kaki dengan sabun dan air di sela-sela pemakaian sepatu.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close