fbpx
Tips Kesehatan

Bahaya Aspirasi, Benda Asing yang Masuk ke Paru-Paru

Aspirasi adalah suatu kondisi gangguan pernapasan. Beberapa gejala aspirasi adalah batuk, mengi, dan mengalami sensasi mirip tersedak. Lalu, apakah itu aspirasi? Apakah kondisi ini berbahaya?

Advertisement

Apa itu aspirasi?

Aspirasi adalah kondisi di mana ada suatu benda yang masuk ke saluran pernapasan Kamu. Benda asing ini umumnya dapat berupa makanan, air liur, atau atau cairan perut saat Kamu memuntahkan makanan. Ini biasa terjadi pada orang dewasa, bayi, dan orang-orang yang mengalami kesulitan menelan atau mengendalikan lidah, contohnya orang yang terkena stroke.

Advertisement

Bila mengalami hal ini, Kamu mungkin akan mengalami batuk. Batuk terjadi saat paru-paru berusaha membersihkan substansi atau benda yang masuk ke saluran pernapasan udara Kamu.

Sebagian orang yang mengalami kondisi mungkin akan mengalami mengi, kesulitan bernapas, atau memiliki suara serak setelah mereka makan, minum, muntah, atau mengalami mulas. Kamu mungkin memiliki aspirasi kronis jika kondisi sering terjadi.

Siapa yang berisiko?

perubahan emosional dan perilaku setelah stroke bahaya aspirasi, benda asing yang masuk ke paru-paru Bahaya Aspirasi, Benda Asing yang Masuk ke Paru-Paru perubahan emosional dan perilaku setelah stroke

Setiap orang umumnya berisiko mengalami kondisi masuknya sesuatu ke dalam saluran pernapasan udara ini. Akan tetapi ada orang-orang yang lebih rentan mengalami kondisi ini akibat kondisi fisik mereka. Sebagian orang yang lebih berisiko akan kondisi ini adalah pasien stroke atau orang yang mengalami cedera kepala dan sedang mulai belajar untuk makan lagi.

Pasien stroke umumnya mengalami kesulitan dalam menelan atau mengunyah makanan dengan baik akibat kerusakan pada sarafnya. Selain itu, beberapa kasus aspirasi dapat terjadi saat seseorang tenggelam. Air yang masuk ke dalam {mulut} bisa masuk juga ke saluran pernapasan, terutama paru-paru.

Bayi yang baru lahir umumnya juga berisiko mengalami kondisi ini. Hal ini disebabkan oleh gerakan usus bayi yang belum sempurna yang pada akhirnya berisiko mengalami aspirasi mekonium. Kondisi ini cukup sering terjadi. Meski kasusnya tidak terlalu serius, keadaan ini bisa mengancam jiwa.

Orang dengan masalah kesehatan yang berkaitan dengan kesulitan menelan juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami aspirasi. Beberapa kondisi kesehatan tersebut antara lain:

  • Pingsan
  • Punya penyakit paru-paru
  • Yang mengalami masalah gigi
  • Kesulitan menelan
  • Mengalami gangguan mental
  • Memiliki penyakit neurologis tertentu
  • Sedang melakukan terapi radiasi ke kepala dan leher

Aspirasi pada orang tua

Orang tua juga lebih mungkin memiliki kondisi aspirasi yang dikenal sebagai disfagia, atau kesulitan menelan. Ini {umum} terjadi pada pasien stroke dan orang dewasa dengan demensia, penyakit Parkinson, GERD, multiple sclerosis, atau kondisi neuromuskular lainnya.

Aspirasi berbeda dengan kondisi tersedak, akibat pada aspirasi saluran napas tidak sepenuhnya tersumbat. Udara masih mengalir, meski tidak terlalu lancar. Meski begitu, makanan atau cairan dapat mengakibatkan sesak napas, radang paru-paru (khusus disebut pneumonia aspirasi), dan infeksi paru-paru.

Aspirasi pada anak-anak

gangguan pencernaan pada bayi bahaya aspirasi, benda asing yang masuk ke paru-paru Bahaya Aspirasi, Benda Asing yang Masuk ke Paru-Paru shutterstock 740318425

Gejala kondisi masuknya suatu benda ke saluran pernapasan pada anak atau bayi punya ciri tertentu. Berikut tanda-tanda yang dapat Kamu amati:

  • wajah memerah
  • infeksi paru-paru yang berulang
  • demam ringan setelah makan
  • Daya isap anak lemah saat minum dari sedotan atau saat makan

Yang mengakibatkan anak memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini

  • Anak dengan pertumbuhan lambat akibat kelahiran prematur
  • Sindrom Down
  • Mengalami atau penyakit neuromuskular, seperti atrofi otot tulang belakang

Anak-anak yang mengalami aspirasi memiliki peningkatan risiko untuk dehidrasi, kekurangan gizi, penurunan berat badan, dan penyakit lainnya. Aspirasi pada anak-anak mungkin bisa membaik seiring berjalannya waktu, meski bergantung pula pada penyebabnya. Kamu dapat meminimalkan risiko anak Kamu terkena kondisi ini dengan cara:

  • Pastikan mereka memiliki postur yang benar selama waktu makan
  • Membuat cairan yang lebih kental untuk diminum sesuai dengan rekomendasi dokter Kamu
  • Melatih anak-anak Kamu untuk menelan
  • Mengubah jenis makanan jadi lebih mudah ditelan
  • Hindari memberikan botol berisi susu/ASI kepada bayi yang sedang berbaring

Dalam kasus aspirasi parah dan berisiko tinggi, anak Kamu mungkin memerlukan selang makanan untuk memastikan mereka mendapatkan cukup nutrisi sampai kondisi mereka membaik. Bicarakan dengan dokter jika Kamu berpikir anak Kamu memiliki masalah dengan aspirasi. Penting untuk periksa ke dokter guna meyakinkan sesungguhnya kondisi ini belum menjadi komplikasi.

Bagaimana cara menyembuhkan kondisi ini?

rontgen saat hamil bahaya aspirasi, benda asing yang masuk ke paru-paru Bahaya Aspirasi, Benda Asing yang Masuk ke Paru-Paru rontgen saat hamil

Sebelum menyembuhkan kondisi ini, dokter akan menanyakan apakah Kamu mengalami gejala aspirasi, terutama setelah makan. Jika tidak ada gejala, mereka mungkin melakukan akan meminta Kamu untuk melakukan tes esophagography barium.

Ketika melakukan tes tersebut, dokter akan meminta Kamu untuk meminum cairan barium untuk melihat kondisi esofagus Kamu. Saat Kamu menelan cairan ini, akan terlihat gambar atau benda yang diduga ada di paru-paru yang dilihat melewati sinar X.

Dokter mungkin akan menanyakan gejala lain yang muncul, seperti demam atau nyeri dada. Pertanyaan ini berguna untuk mencari tanda-tanda pneumonia atau edema paru. Dokter mungkin akan memeriksa kondisi lain yang berkaitan dengan kemampuan menelan atau kondisi yang mendasarinya seperti GERD.

Jika dokter menemukan adanya kemungkinan aspirasi yang berkembang menjadi komplikasi lain, ia akan meminta Kamu untuk melakukan beberapa tes untuk melihat kemungkinan adanya makanan atau cairan di paru-paru Kamu. Beberapa tes tersebut meliputi:

  • Rontgen dada
  • Kultur sputum
  • Bronkoskopi
  • Computed Tomography (CT) scan area dada

Perawatan apa yang bisa dilakukan?

Perawatan yang diberikan untuk kondisi ini berbeda-beda, bergantung pada penyebabnya. Kasus yang parah mungkin memerlukan pembedahan. Pembedahan yang dilakukan bisa bertujuan untuk membuat penutupan flap yang pada akhirnya makanan tidak jatuh ke saluran udara Kamu.

Dokter  dapat melakukan prosedur untuk menarik subtansi, benda asing, atau cairan melewati alat isap lainnya. Sebelumnya melakukan pembedahan ini ini, dokter mungkin akan meminta Kamu melakukan beberapa prosedur dan tes medis terlebih {dulu}.

Bagaimana cara menangkal kondisi ini?

Siapa pun bisa terkena kondisi ini. Untuk menangkal kondisi masuknya benda asing ke saluran pernapasan udara Kamu, coba lakukan beberapa hal berikut ini:

  • Istirahat {dulu} sebelum memulai makanan Kamu, jangan terburu-buru ketika makan
  • Makan makanan yang sudah dipotong kecil-kecil
  • Pastikan makanan sudah tertelan sepenuhnya sebelum minum air
  • {Duduk} tegak  90 derajat saat makan
  • Pilih jenis makanan yang lebih mudah dikunyah dan ditelan
  • Berlatih teknik mengunyah dan menelan yang benar supaya tidak gampang tersedak
  • Kunjungi dokter gigi Kamu secara teratur, untuk mengetahui masalah gigi yang dapat memicu kondisi aspirasi
  • Hindari menggunakan obat penenang atau obat yang menyebabkan kondisi {mulut} kering sebelum makan (menurunkan produksi air liur).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED