fbpx
Komunitas

Bahan Bakar Solar Dexlite

Bahan Bakar Solar Dexlite adalah jenis Bahan Bakar non subsidi, sama seperti Pertalite yang telah lebih {dulu} dijual pada tahun kemarin (2015). Ahmad Bambang selaku Direktur Pemasaran Pertamina mengungkapkan bulan April nanti bahan bakar baru yang khusus untuk mesin diesel ini siap diperkenalkan ke pubik. Pertamina sudah siap merilis produk bahan bakar minyak (BBM) terbaru mereka pada bulan depan yang diberi nama Solar Dexlite.

Advertisement

harga bahan bakar dekstil bahan bakar solar dexlite Bahan Bakar Solar Dexlite harga bahan bakar dekstil

Harga Bahan Bakar Solar Dexlite

Untuk harganya sendiri Bambang memastikan Solar Dexlite akan dibanderol dengan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan solar subsidi yaitu diperkirakan mencapai Rp 7.000 per liter. Namun Andri’s Blog memperoleh info bahwa Bahan Bakar Solar Dexlite dibawah bandrol Rp 7.000 per liternya. kita {tunggu} saja april nanti. 🙂

Advertisement

Bandrol tersebut dianggap sudah sangat sesuai sekali mengingat kualitas yang ditawarkan oleh Bahan Bakar Solar Dexlite memang lebih bagus. Dexlite punya angka setana (Cetane Number) 51, lebih tinggi dari solar biasa, juga dengan kandungan sulfur di 1.000 ppm.

bahan bakar dekstil bahan bakar solar dexlite Bahan Bakar Solar Dexlite bahan bakar solar dexlite 864

Pertamina sendiri sekarang ini tengah gencar menghadirkan bahan bakar yang lebih berkualitas untuk menunjang industri otomotif dalam negeri. Bahkan selain Pertalite dan Solar Dexlite perusahaan punya {BUMN} ini juga tengah mempersiapkan bahan bakar baru yang dapat memenuhi kendaraan sesuai standar emisi Euro IV.

Solar Dexlite akan dijual di area Jawa pada tahap pertama dan apabila mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat maka untuk kedepannya juga bakal dijual di daerah-daerah lain. Dengan adanya bahan bakar yang lebih berkualitas diharapkan banyak industri otomotif yang memproduksi kendaraan mobil bermesin diesel.

Kilang minyak punya Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah telah siap untuk memproduksi bahan bakar sesuai standar Euro IV. Apalagi pemerintah Indonesia sekarang ini tengah mengkaji untuk menerapkan standar emisi gas buang Euro IV karena dianggap dapat mengurangi dampak polusi udara serta membuat ekspansi ekspor menjadi semakin luas.

Seperti diketahui hingga sekarang ini kendaraan bermotor di Indonesia masih menggunakan standar Euro II sedangkan di beberapa negara wilayah Asean lainnya rata-rata sudah memberlakukan standar Euro IV.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED