fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Badan Jadi Gemuk Setelah Suntik Insulin, Bahaya atau Tidak, Ya?

Diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula dalam darah melonjak. Normalnya, gula yang berada di dalam darah harusnya masuk ke dalam sel {tubuh} dengan bantuan insulin untuk dipecah menjadi energi supaya dapat digunakan oleh {tubuh}. Akan tetapi, pada diabetesi, insulin tidak dapat bekerja sesuai fungsinya. Akibatnya, gula tetap mengalir bebas dalam darah. Untuk membantu insulin bekerja dengan baik, dibutuhkan bantuan obat-obatan dan mungkin juga insulin tambahan. Akan tetapi, penggunaan obat suntik insulin terkadang membuat berat badan naik. Apakah jadi gemuk setelah suntik insulin merupakan efek samping insulin yang membahayakan? Simak ulasannya berikut ini.

Advertisement

Menyembuhkan gula darah tinggi dengan insulin

tanda gula darah tinggi dan bagaimana mengatasinya badan jadi gemuk setelah suntik insulin, bahaya atau tidak, ya? Badan Jadi Gemuk Setelah Suntik Insulin, Bahaya atau Tidak, Ya? shutterstock 450020707

Advertisement

Sebenarnya, jika dideteksi sejak dini, kadar gula dalam darah yang tinggi dapat diobati hanya dengan perubahan gaya hidup sehat. Sayangnya, menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FACE yang ditemui dalam acara Media Briefing “Insulin Generasi Baru, Harapan Baru bagi Penyandang Diabetes” (13/11) penyakit ini kadang telat dideteksi.

“Istilah silent killer bagi penyakit diabetes terbentuk akibat setidaknya, satu dari dua orang yang mengalami diabetes, tidak terdiagnosis dan bahkan mereka tidak menyadari,” ujarnya. Keterlambatan diagnosis itu akhirnya membuat seseorang baru diketahui memiliki diabetes saat berbagai komplikasi sudah muncul. Akibatnya, pengobatan yang dilakukan tak bisa lagi hanya dengan mengandalkan perubahan gaya hidup. Diperlukan obat minum atau bahkan insulin tambahan untuk menangkal kondisi diabetes seseorang bertambah buruk.

Pengobatan diabetes dengan menggunakan insulin diketahui sebagai metode pengobatan yang paling mampu dalam mengendalikan kadar glukosa dalam darah. Suntik insulin memberikan hasil yang paling efektif dalam menjaga kadar HbA1C untuk tetap stabil dibandingkan dengan obat-obatan oral. Sekalipun diketahui mampu membawa hasil yang cukup signifikan dalam pengendalian gula darah, nyatanya masih banyak yang “takut” dengan terapi insulin akibat beberapa efek sampingnya, seperti hipoglikemia dan kenaikan berat badan.

Mengapa badan jadi gemuk setelah suntik insulin?

berat badan anak naik badan jadi gemuk setelah suntik insulin, bahaya atau tidak, ya? Badan Jadi Gemuk Setelah Suntik Insulin, Bahaya atau Tidak, Ya? berat badan naik saat puber

Seseorang dengan diabetes biasanya memiliki penampilan fisik yang kurus. Hal ini disebabkan oleh sel-selnya yang kelaparan akibat gula tidak bisa masuk ke dalam sel. Melewati terapi insulin, kondisi pasien diperbaiki, supaya gula bisa masuk ke sel {tubuh} yang pada akhirnya sel {tubuh} bisa mendapatkan makanan dan proses metabolisme berjalan dengan normal.

Itulah harapan yang diinginkan oleh setiap dokter dan pasien dengan diabetes. Sayangnya, beberapa pasien mengeluhkan adanya kenaikan berat badan setelah mereka mengonsumsi insulin. Ya, mereka melaporkan sesungguhnya mereka jadi gemuk setelah suntik insulin.

“Kenaikan berat badan akibat insulin kadang terjadi akibat dosis insulin short acting atau porsi makan yg tidak terkontrol,” jelas Prof. DR. dr. Sidartawan Soegondo. Insulin short acting adalah insulin kerja cepat yang biasanya diberikan menjelang makan, setidaknya 30 menit. Injeksi insulin kerja cepat ini diharapkan dapat membantu kadar gula darah dalam {tubuh} pasien tidak melonjak terlalu tinggi pada saat setelah makan.

Seseorang yang jadi gemuk setelah suntik insulin, masih menurut dokter yang akrab disapa dr. Sidar ini, disebabkan oleh kadar gula darahnya yang sebenarnya telah baik. “Jika kadar gula darah seseorang telah bagus, tapi masih suntik, dia pasti akan merasa lapar sebelum jam makan siang—apabila suntiknya pagi. Akibatnya dia akan makan sebelum jamnya, kalau tidak dia akan hipoglikemia,” paparnya.

“Bisa jadi, nanti jam makan siang, pasien akan makan lagi. Akhirnya, porsi makannya jadi double. Begitu diperiksa, dokter mungkin saja menemukan sesungguhnya gula darahnya tidak mengalami penurunan (akibat dia makan dengan porsi lebih banyak). Akibatnya ditambahkan lagi dosis insulinnya. Makin ditambah, makin hipoglikemia. Makin hipoglikemia, makin lapar. Akhirnya, ia terus makan, jadi naik beratnya,” tandas Prof. Sidar.

Ketika seseorang menggunakan insulin, gula darah dapat masuk dan dipecah oleh sel {tubuh} yang pada akhirnya kadar gula dalam darah menjadi {turun}. Dengan bantuan insulin, {tubuh} Kamu seolah dapat bekerja seperti semula untuk memecah glukosa dan memberikan Kamu tenaga. Lalu, apa yang telah terjadi jika Kamu makan dengan porsi yang berlebih?

Sel {tubuh} Kamu akan mengubah glukosa dalam darah menjadi energi sesuai yang dibutuhkan. Sedangkan, jika {tubuh} Kamu sudah mendapatkan energi yang dibutuhkan dan glukosa masih tersisa, glukosa dalam darah akan disimpan sebagai cadangan lemak. Semakin banyak porsi makan Kamu, semakin banyak pula cadangan lemak yang akan menumpuk. Itulah yang mengakibatkan Kamu jadi gemuk setelah suntik insulin.

Bagaimana supaya badan tidak jadi gemuk setelah suntik insulin?

bagian tubuh untuk suntik insulin badan jadi gemuk setelah suntik insulin, bahaya atau tidak, ya? Badan Jadi Gemuk Setelah Suntik Insulin, Bahaya atau Tidak, Ya? shutterstock 570906337

Sekalipun Kamu tadinya kurus akibat diabetes, kenaikan berat badan secara berlebihan tetap bukanlah indikasi yang baik. Bisa-bisa Kamu malah akan jadi obesitas dan pengobatan tidak berjalan dengan optimal. Apa yang harus dilakukan supaya badan tidak jadi gemuk setelah suntik insulin?

Kita telah mengetahui sesungguhnya kenaikan berat badan setelah terapi insulin secara {umum} disebabkan oleh porsi makan yang terlalu banyak atau dosis insulin yang mungkin harus disesuaikan ulang. Maka, mengontrol porsi makan adalah hal penting untuk dilakukan. Kalau bisa, hindari terlalu banyak makan karbohidrat. Sebaliknya, konsumsilah makanan yang berisikan lebih banyak protein.

Menjadi aktif secara fisik juga merupakan perubahan gaya hidup yang harus Kamu lakukan secara konstan. Porsi makan yang banyak apabila diimbangi dengan aktivitas fisik yang sesuai akan membantu menjaga berat badan ideal Kamu. Akan tetapi, perhatikan pula supaya jangan sampai olahraga membuat Anda hipoglikemia.

Terakhir, sangat penting untuk peka pada tanda-tanda yang diberikan oleh {tubuh} Kamu. Apabila Kamu telah mengonsumsi obat, termasuk insulin sesuai dengan yang dianjurkan, akan tetapi rasa lapar datang lebih cepat bisa jadi itu adalah suatu tanda sesungguhnya Kamu membutuhkan penyesuaian dosis. Konsultasikanlah dengan dokter Kamu sebelum menurunkan dosis atau memberhentikan pengobatan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED