fbpx
Fakta Unik Kesehatan

Awas, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kamu mungkin sering terbangun di tengah malam akibat merasa kelaparan. Apalagi kalau Kamu baru saja pulang lembur dan tidak sempat makan malam. Kalau sudah begitu, ingin rasanya pergi ke dapur untuk menyantap sisa makanan yang ada. Eits, {tunggu} {dulu}. Sebisa mungkin, sebaiknya hindari makan terlalu malam. Bukan cuma bikin gemuk, kebiasaan makan terlalu malam ternyata juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Bagaimana bisa?

Advertisement

Makan terlalu malam picu penyakit jantung

risiko makan tengah malam awas, sering makan terlalu malam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung Awas, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung shutterstock 441625750 702x467

Advertisement

Temuan mengejutkan ini berasal dari sebuah studi yang disampaikan pada pertemuan tahunan ilmiah dari American Heart Association. Para ahli asal Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons menyebutkan sesungguhnya kebiasaan makan terlalu malam bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Nour Makarem beserta timnya meneliti sekitar 12.700 orang dewasa usia 18-76 tahun untuk melihat kebiasaan makan mereka setiap hari. Pada saat yang bersamaan, para ahli juga mengukur tekanan darah dan gula darah peserta.

Lalu, para ahli menemukan sesungguhnya lebih dari separuh dari peserta mengalami 30 persen kenaikan kalori harian setelah makan di atas jam 6 sore. Tidak cumna itu, kadar gula darah puasa, insulin, dan tekanan darah peserta juga tampak lebih tinggi bila dibandingkan dengan pria yang jumlah kalorinya lebih sedikit.

Dilansir dari Mayo Clinic, kadar gula darah puasa yang tinggi adalah sebuah tanda awal diabetes (prediabetes). Gula darah puasa itu sendiri adalah jumlah gula dalam darah ketika seseorang tidak makan setidaknya 8 jam.

Jika ditelisik lebih lanjut, sebanyak 70 persen orang dengan prediabetes sangat rentan terkena penyakit diabetes tipe 2. Nah, diabetes tipe 2 inilah yang menjadi sebuah pemicu penyakit jantung.

Kenapa bisa begitu?

sakit dada ciri penyakit jantung awas, sering makan terlalu malam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung Awas, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung shutterstock 361440458 700x467

{Tubuh} manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian alias jam biologis {tubuh}. Ritme sirkadian inilah yang mengatur kapan Kamu tidur, bangun tidur, makan, dan berbagai aktivitas lainnya.

Ritme sirkadian diatur oleh sekelompok sel saraf di hipotalamus yang terletak di area Suprachiasmatic Nucleus (SCN). SCN, atau yang disebut juga dengan jam utama, diatur oleh banyak hal. Mulai dari paparan cahaya yang terang, perilaku, dan sinyal lapar.

Misalnya saja, jam utama di otak terbiasa untuk mengirimkan sinyal lapar pada pukul 6 sore. Ketika Kamu menunda waktu makan sampai jam 9 malam, apalagi makan makanan tinggi kalori, maka jam utama di otak menjadi terganggu.

Seharusnya, {tubuh} Kamu secara otomatis sudah ingin beristirahat alias tidur pada jam 9 malam, tapi malah dipaksa untuk mencerna makanan. Hal ini membuat metabolisme {tubuh} jadi terganggu yang pada akhirnya kadar lemak dalam {tubuh} jadi meningkat.

Semakin banyak lemak dalam {tubuh}, maka timbunan lemak tersebut lama-kelamaan akan menyumbat aliran darah. Kondisi inilah yang dapat memicu Kamu terkena penyakit kronis, mulai dari diabetes, hipertensi, sampai penyakit jantung.

Kapan batas waktu makan malam yang aman?

makan terlalu malam awas, sering makan terlalu malam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung Awas, Sering Makan Terlalu Malam Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung makan terlalu malam 699x467

Mulai sekarang, Kamu tidak dibolehkan untuk makan terlalu malam demi menjaga kesehatan {tubuh}. Kamu pun mungkin jadi bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu makan malam yang aman bagi kesehatan?

Sebenarnar, tidak ada patokan khusus kapan Kamu harus makan dan berhenti makan saat malam hari. Namun, para pakar kesehatan menyarankan Kamu untuk memberi jeda waktu antara makan malam dan tidur selama 2-3 jam.

Ini akan memberikan waktu bagi {tubuh} untuk mencerna makanan terakhir yang Kamu makan. Hal ini pun disepakati oleh Maureen Talbot, seorang perawat senior divisi jantung di British Heart Foundation.

Ia menuturkan sesungguhnya selain memperhatikan jam makannya, Kamu juga wajib memerhatikan apa yang Kamu makan. Pilihlah makanan yang berisikan gizi seimbang seperti buah dan sayur. Yang tak kalah penting, hindari makanan berlemak untuk menangkal risiko penyakit kronis di masa mendatang.

Kalau Kamu tidak sempat makan malam, akan tetapi merasa lapar di tengah malam sebelum tidur, sebaiknya pilihlah makanan yang lebih mudah dicerna. Misalnya sepotong buah atau segelas susu saja sudah cukup untuk mengganjal perut sampai pagi hari.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED