Fakta Unik Kesehatan

Awas, Keseringan Main Game Action Bisa Membuat Kamu Cepat Pikun! Ini Kata Ahli

Tak langka Kamu menemukan orang yang sedang asyik bermain game action di gadgetnya, padahal kondisi saat itu bisa dibilang bukan waktu yang tepat {untuk} bermain game. Ya, mungkin hal ini terjadi juga pada Kamu.  Kalau sudah asyik bermain video games, Kamu biasanya akan lupa dengan kegiatan lain atau bahkan orang-orang di sekitar Kamu. Akan tetapi, seseru apa pun permainannya, jangan sampai Kamu bermain game action terlalu sering, ya! Sebab, para ahli menemukan sesungguhnya efek main game action bukan cuma bikin mata jadi sakit, tapi juga cepat pikun.

Efek main game action {untuk} kesehatan otak

waktu bermain video game

Setiap orang memiliki cara tersendiri {untuk} melepas penat. Ada yang suka mendengarkan musik, pergi jalan-jalan, atau sekadar menikmati hari dengan banyak tidur.

Akan tetapi bagi kebanyakan pria, main game action menjadi aktivitas paling seru {untuk} menghabiskan akhir pekan. Apalagi kalau bermain bersama teman sebaya, Kamu mungkin bisa sampai lupa waktu.

Memang, sah-sah saja kalau Kamu punya hobi suka main game. Namun, sebenarnar ada batasan main game yang perlu Kamu perhatikan. Alih-alih menyegarkan pikiran, efek main game action yang terlalu sering dapat membahayakan otak!

Fakta mengejutkan ini didapati oleh Gregory West, dosen psikologi di Universite de Montreal, Kanada, pada tahun 2017. Padahal, beberapa kajia penelitian sebelumnya menyebutkan sesungguhnya main game action memberikan dampak positif bagi penggunanya. Salah satunya adalah melatih kemampuan motorik dan fokus seseorang.

Namun, hasil kajia penelitian yang dimuat dalam jurnal Molecular Psychiatry ini justru menyebutkan hal sebaliknya. Sebanyak 85 persen orang yang main game action selama 6 jam lebih setiap ahad mempunyai bagian abu-abu (grey matter) yang lebih sedikit pada bagian hipokampus, dibandingkan yang langka main game.

Hipokampus adalah bagian otak yang menjadi pusat belajar, penyimpanan, dan pengolahan memori jangka panjang. Apabila keseluruhan hipokampus rusak, atau bahkan hanya sebagian saja, maka Kamu dapat mengalami masalah memori yang serius.

Kenapa bisa begitu?

lupa bikin otak lebih pintar

Saat main game action, Kamu dipaksa berpikir kreatif {untuk} menemukan strategi mengalahkan lawan. Proses ini melibatkan bagian otak yang bernama striatum.

Striatum adalah bagian otak yang bertindak seperti semacam autopilot. Maksudnya, otak Kamu secara otomatis tahu seluk-beluk strategi permainan, contohnya kapan harus belok ke kanan, kiri, maju, atau mundur tanpa harus berpikir panjang. Jadi, bagian otak ini membuat arah ‘navigasi’ tadi menjadi sebuah kebiasaan.

Semakin sering striatum ini digunakan, maka otak akan semakin sedikit menggunakan hipokampus {untuk} mengingat hal-hal penting. Akibatnya, hipokampus mengalami atrofi alias kehilangan sel-sel dan jaringannya secara perlahan.

Dampak fatalnya, Kamu tidak bisa lagi mengingat hal-hal yang sifatnya jangka panjang. Kamu mungkin masih bisa mengingat kembali hal-hal yang telah terjadi beberapa waktu lalu, tapi sayangnya tidak dapat mengingat hal-hal yang baru terjadi sebelum hipokampus rusak.

Contohnya saja, Kamu sangat mudah mengingat nama-nama teman sekolah {{dulu}}. Akan tetapi, sekarang Kamu malah gampang lupa dengan nama teman baru di kantor. Atau, Kamu jadi mudah lupa alias pikun meskipun usia Kamu masih muda.

Efek main game action terlalu berlebihan ternyata belum berhenti sampai disitu! Orang dengan jumlah materi abu-abu yang lebih sedikit pada hippocampus didapati berisiko lebih tinggi terkena penyakit kejiwaan. Mulai dari depresi, skizofrenia, PTSD, sampai penyakit Alzheimer. Akan tetapi sayangnya, hal ini masih membutuhkan kajia penelitian dan analisa lebih lanjut.

Kamu boleh saja main game action, asalkan…

efek main video game

Hasil penemuan ini bukan berarti melarang Kamu bermain game action sama sekali! Kamu boleh saja main game action {untuk} menyegarkan pikiran di akhir pekan, tapi tentunya ada batasan-batasan yang harus Kamu perhatikan.

Ingat, efek main game action ini bisa terjadi jika Kamu bermain terlalu sering dan bahkan sampai lupa waktu. Jadi, kalau permainan ini dilakukan hanya sesekali saja sebenarnar tidak masalah.

Dikutip dari WebMD, orang dewasa hanya boleh main game action selama 2-3 jam saja dalam seminggu. Alih-alih membahayakan otak, jenis permainan ini justru mampu mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah.

Selain itu, jangan sampai kebiasaan ini membuat Kamu lupa waktu, ya! Namun, seimbangkan juga dengan kegiatan lain, contohnya olahraga, sekolah, bekerja, atau bermain bersama teman di luar rumah. Dengan begitu, Kamu pun akan terhindar dari bahaya obesitas akibat kelamaan {{duduk}} main game.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button