Nurtisi Kita

Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus!

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang sekarang ini banyak diikuti. Sebab, diet ini diketahui mempunyai banyak kegunaan, salah satunya menurunkan berat badan. Di sisi lain, sebuah penelitian menunjukan dampak diet rendah karbohidrat yang merugikan terhadap kesehatan usus jika dilakukan terlalu ekstrem. Maka itu, Anda harus bijak saat menjalankan diet ini.

Hubungan diet rendah karbohidrat dan kesehatan usus

infeksi listeria  Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus! Bakteri Baik di Usus Menjadi Kunci Utama Mencegah Infeksi Listeria 802x451

Diet rendah karbohidrat memang mempunyai banyak kegunaan, tapi terlalu rendahnya karbohidrat ternyata juga merugikan {tubuh} menurut penelitian yang dilakukan seorang dosen, Richard Agans dari Wright State University Dayton dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology tahun 2018.

Richard Agans dan timnya bertujuan untuk melihat apa yang telah terjadi pada kondisi usus saat seseorang mengubah pola makannya dari diet seimbang, menjadi diet rendah karbohidrat.

Dalam penelitian ini Agans membuat replika usus manusia menggunakan berbagai alat dengan teknologi mutakhir untuk menjalankan penelitiannya, serta menggunakan feses dari pendonor untuk menjalankan penelitian ini.

Penelitian yang dilakukan Agans dan tim ini menemukan bahwa pada saat seseorang dari diet seimbang beralih ke diet tinggi lemak dan tanpa karbohidrat, maka jumlah bakteri di dalam ususnya jadi menurun.

Berkurangnya bakteri yang diperlukan usus ini lama kelamaan akan mengurangi produksi asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus. Padahal, kedua senyawa ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan usus.

Kekurangan karbohidrat meningkatkan risiko kanker usus

iskemia usus  Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus! Iskemia Usus Adanya Penyumbatan Pembuluh Darah Menuju ke Usus 700x467

Asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus merupakan senyawa kimia yang sangat penting untuk melawan kerusakan DNA dan penuaan akibat radikal bebas dalam sel usus. Pada saat kedua senyawa ini berkurang, maka kemungkinan terjadinya peradangan dan risiko kanker usus akan semakin besar.

Maka itu, menurut peneliti dampak diet rendah karbohidrat yang ekstrem justru berbahaya, bukannya menyehatkan.

Terlalu sedikitnya karbohidrat akan membuat penurunan produksi asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus yang cukup membahayakan ke depannya.

Meskipun begitu, penelitian ini masih perlu dievaluasi kembali. Sebab, belum dapat diketahui dengan pasti dari penelitian ini berapa seharusnya perbandingan jumlah karbohidrat, protein, dan lemak yang aman untuk menjaga kesehatan usus.

Karbohidrat meningkatkan senyawa kimia penting dalam usus

jenis karbohidrat yang sehat  Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus! shutterstock 387192019 705x467

Jika seseorang mengonsumsi karbohidrat dengan jumlah yang cukup, Anda bukan hanya mendapatkan energi tetapi usus juga lebih sehat.

Pada saat karbohidrat masuk ke dalam usus, bakteri usus akan langsung memetabolisme karbohidrat dan melepaskan asam lemak rantai pendek. Begitupun dengan antioksidan.

Namun, pada saat karbohidrat yang masuk sangat sedikit, maka tidak ada yang merangsang bakteri usus untuk melepaskan senyawa kimia penting untuk usus.

Diet rendah karbohidrat boleh saja, tapi…

menu diet rendah karbohidrat  Awas, Diet Ekstrem Tidak Makan Karbohidrat Bisa Merusak Usus! menu diet rendah karbohidrat 700x467

Terkadang orang justru lupa atau terlalu semangat mengikuti tren diet untuk memangkas habis makanan sumber karbohidratnya, tanpa berpikir apa dampak diet rendah karbohidrat yang esktrem. Padahal, karbohidrat tetap mempunyai fungsi yang tidak kalah penting dengan lemak dan protein.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi {tubuh}. Dalam satu gram karbohidrat menghasilkan energi sebanyak 4 kalori. Energi dari karbohidrat ini bisa digunakan secara langsung maupun bisa menjadi simpanan energi jika nantinya diperlukan. Sistem saraf pusat dan otak juga secara alamiah sangat berkaitan pada energi dari karbohidrat.

Selain itu, karbohidrat juga membantu menjaga jumlah protein atau massa otot dalam {tubuh}. Pada saat jumlah karbohidrat di dalam {tubuh} tidak mencukupi, {tubuh} otomatis mengambil protein sebagai sumber energi sehingga dapat menurunkan massa otot {tubuh}.

Karbohidrat juga berfungsi mengendalikan berat badan. Khususnya karbohidrat kompleks yang akan memberikan kegunaan ini. Jadi, sebaiknya jangan sembarangan diet akibat efeknya justru bisa berbahaya bagi Anda.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close