Harus TauKeuangan

Apa itu Inflasi? Apa Definisi Inflasi?

Inflation atau inflasi adalah angka (dalam satuan persen) yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang atau jasa secara {umum}. Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral berusaha menjaga angka tersebut dan menghindari deflasi supaya ekonomi suatu negara dapat berjalan lancar.

Beberapa dampak dari kenaikan harga adalah

  • Penurunan daya beli (purchasing power)
  • Harga-harga barang meningkat
  • Seringkali diikuti dengan menurunnya tingkat bunga investasi akibat masyarakat mengurangi konsumsi untuk tabungan dan investasi jangka panjang.

inflasi juga bisa dibedakan berdasarkan asalnya?

1. INFLASI YANG BERASAL DARI DALAM NEGERI (DOMESTIC INFLATION)

Inflasi jenis ini biasanya diawali dengan terdapat defisit dalam APBN. Jika pemerintah memutuskan untuk membiayai APBN dengan melakukan pencetakan uang baru, maka akan meningkatkan jumlah uang yang beredar. Nah, meningkatnya jumlah uang yang beredar ini akan cenderung meningkatkan harga-harga kebutuhan. AKhirnya, timbul deh inflasi dalam negeri.

Adapun hal lain yang bisa mengakibatkan terjadinya inflasi dalam negeri adalah:

meningkatnya biaya produksi dalam negeri, dan
meningkatnya permintaan masyarakat terhadap barang sementara kenaikan penawaran tidak bisa mengimbanginya.

2. INFLASI YANG BERASAL DARI LUAR NEGERI (IMPORTED INFLATION)

Inflasi ini timbul akibat naiknya harga-harga kebutuhan di luar negeri atau di negara-negara mitra dagang. Akibat harga kebutuhan di luar negeri meningkat, otomatis harga barang tersebut ketika dijual kembali di Indonesia juga akan menjadi tinggi.

Inflasi Mengakibatkan Uang Nilainya Makin {Turun}

Mengakibatkan harga uang menjadi {turun}. Contoh harga satu kilogram beras adalah Rp10.000. Jika inflasi tahun ini adalah 4%, maka harga satu kilogram beras menjadi Rp10.400. Pada saat harga-harga barang dan jasa mengalami peningkatan, secara implisit nilai uang akan semakin {turun}.

Contoh :

Inflasi adalah - Finansialku 2 [object object] Apa itu Inflasi? Apa Definisi Inflasi? Inflasi adalah Finansialku 2

Perhatikan ilustrasi di atas:

  • Pada tahun ke-1 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 1 kg beras.
  • Pada tahun ke-5 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 0,82 kg beras (820 gram beras).
  • Pada tahun ke-10 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 0,70 kg beras (700 gram beras).

Berikut ini grafik inflasi di Indonesia dari tahun 2005 – 2016

[object object] Apa itu Inflasi? Apa Definisi Inflasi? Definisi Inflasi adalah 002 Finansialku
Inflasi di Negara Indonesia

Apa itu Inflasi?

Inflasi menurut Teori Ekonomi

Adanya 2 Jenis menurut teori ekonomi yaitu akibat dorongan biaya (cost push inflation ) dan akibat peningkatan permintaan (demand – pull inflation).

Inflasi Mengakibatkan Uang Nilainya Makin {Turun}

Mengakibatkan harga uang menjadi {turun}. Contoh harga satu kilogram beras adalah Rp10.000. Jika inflasi tahun ini adalah 4%, maka harga satu kilogram beras menjadi Rp10.400. Pada saat harga-harga barang dan jasa mengalami peningkatan, secara implisit nilai uang akan semakin {turun}.

Contoh :

[object object] Apa itu Inflasi? Apa Definisi Inflasi? Inflasi adalah Finansialku 2
Nilai rupiah {turun}

Perhatikan ilustrasi di atas:

  • Pada tahun ke-1 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 1 kg beras.
  • Pada tahun ke-5 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 0,82 kg beras (820 gram beras).
  • Pada tahun ke-10 uang sebesar Rp10.000 dapat membeli 0,70 kg beras (700 gram beras).

Berikut ini grafik inflasi di Indonesia dari tahun 2005 – 2016

[object object] Apa itu Inflasi? Apa Definisi Inflasi? Definisi Inflasi adalah 002 Finansialku
Tahun 2017, inflasi 4% adalah angka estimasi RAPBN 2017.

Dorongan Biaya (cost push inflation )

Disebabkan akibat industri-industri (pabrik-pabrik) harus menaikkan harga jual sebuah produk untuk menutup biaya produksi. Dorongan biaya ini mengakibatkan terdapat pola siklus upah dan harga yang lebih tinggi atau spiral harga upah (wage price spiral).

Peningkatan Permintaan (demand – pull inflation)

Disebabkan akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa, sedangkan ketersediaan (supply) jumlahnya relatif tetap. Beberapa ahli ekonomi (ekonom) meyakini permintaan dapat dikendalikan melalui kebijakan Bank Sentral dan Departemen Keuangan.

4 Jenis Inflasi Berdasarkan sifatnya

INFLASI SANGAT BERAT (HYPERINFLATION)

Jenis inflasi ini sangat dirasakan akibat terjadi secara besar-besaran dan mencapai lebih dari 100% setahun. Indonesia pun pernah mengalami hiperinflasi. Bahkan mencapai 600% di tahun 1998. Penyebabnya, akibat terjadinya pencetakan uang secara besar-besaran demi menutup defisit anggaran pada waktu itu.

INFLASI SEDANG (GALLOPING INFLATION)

Inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan. Lajunya berkisar antara 10-30% per tahun. Jenis inflasi ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dalam waktu yang singkat.

INFLASI BERAT (HIGH INFLATION)

Sesuai dengan namanya, kategori inflasi ini adalah inflasi yang tergolong berat. Mencakup laju mulai dari 30-100% setahun. Pada tingkat ini, harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulit dikendalikan.

INFLASI RINGAN/MERAYAP (CREEPING INFLATION)

Inflasi ini ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang rendah. Biasanya, kurang dari 10%setahun. Ciri dari inflasi ini adalah kenaikan harga yang relative lambat dan berlangsung dengan lambat.

Sumber Gambar:

  • Inflasi – https://goo.gl/FtLGkQ
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close