BiologiHarus TauStory

Apa Itu Dekompresi Pada Penyelam?

Dekompresi Pada Penyelam Yaitu – Peningkatan tekanan parsial gas-gas respirasi (oksigen dan nitrogen) sehingga kelarutan dalam jaringan {tubuh} akan meningkat. Peningkatan tekanan akan berpengaruh pada pembentukan gelembung gas dalam darah dan jaringan {tubuh}. Penyelam yang naik ke permukaan secara tiba-tiba mengakibatkan perubahan efek fisiologi ini dengan cepat. Volume gas yang meningkat, keluarnya gelembung gas dan masuk (terperangkap) ke jaringan mengakibatkan penyelam mengalami penyakit dekompresi.

Menurut laman MedScape, dekompresi terjadi usai penyelaman dalam laut atau ruang tertutup (misal proyek pembangunan terowongan bawah tanah) dan kembali lagi menuju permukaan. Namun dekompresi juga bisa terjadi saat tekanan udara dalam pesawat menurun.

Saat menyelam, jaringan {tubuh} menyerap nitrogen dari tabung gas untuk bernapas untuk menyesuaikan dengan tekanan sekitar. Jika tekanan tersebut berkurang terlalu cepat, nitrogen akan keluar dan membentuk gelembung-gelembung dalam jaringan dan aliran darah.

Biasanya, kondisi tersebut terjadi akibat penyelam yang melanggar atau terlalu dekat pada batasan Diving table. Diving table adalah tabel yang digunakan untuk menghitung sisa nitrogen yang ada dalam {tubuh} anda ketika dan setelah anda melakukan penyelaman.

Penyebab Dekompresi 

  1. Kelalaian menggunakan tabel penyelaman atau tidak memperhatikan tabel pada waktu penyelaman, seperti batas kedalaman dan waktu penyelaman.
  2. Tidak mengatur fungsi kerja (setting) dan prosedur menggunakan dive computer secara baik, termasuk bagaimana menggunakan dan memelihara dive computer secara berkala.
  3. Tidak melakukan prosedur dan profil penyelaman yang aman, misalnya melakukan penyelaman multi level (sering naik {turun}, naik terlalu cepat dan sebagainya).

Berikut ini Video Penjelasan Dekompresi Pada Penyelam.

Nitrogen yang sudah terakumulasi di dalam cairan {tubuh} penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem saraf {tubuh} manusia, sehingga ada penyelam yang pingsan, lumpuh permanen, bahkan meninggal.

Penyakit yang banyak dialami penyelam adalah dekompresi.  Dekompresi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa mengakibatkan meninggal dunia.

Dekompresi dapat terjadi tak diduga dan acak. Faktor utamanya adalah penurunan ambien tekanan, namun ada faktor risiko lain yang diketahui seperti penyelaman dalam atau panjang, air dingin, latihan keras di kedalaman dan terlalu cepat naik ke permukaan.

Gejala-gejala dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam, akibat dalam waktu tersebut {tubuh} sudah menetralisir akumulasi nitrogen.

Dalam waktu 48 jam tersebut, penyelam tidak boleh naik pesawat terbang, akibat dekompresi masih bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara di permukaan laut dan di ketinggian jelajah pesawat terbang.

[zombify_post]
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close