Fakta Unik Kesehatan

Apa Akibatnya Jika Berat Badan Naik Turun Drastis?

Pada dasarnya, angka berat badan memang akan naik {turun} setiap hari. Bahkan dalam sehari, bisa saja berat badan berbeda-beda. Akan tetapi, selisihnya tentu tidak terlalu jauh, yaitu sekitar 2 kg dalam sehari. Jika berat badan naik {turun} lebih dari 2 kg sehari dan terjadinya hanya dalam sebagian hari saja, ini bukan hal yang baik. Kamu justru harus berhati-hati jika berat badan naik {turun} drastis.

Apa akibatnya jika berat badan naik drastis?

penurunan berat badan apa akibatnya jika berat badan naik turun drastis? Apa Akibatnya Jika Berat Badan Naik Turun Drastis? diet dan kenaikan berat badan 653x467

Penambahan berat badan yang terlalu cepat bisa membuat terjadinya penumpukan lemak besar-besaran dalam {tubuh}. Lemak yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan, dan bisa memengaruhi indeks massa tubuh (IMT ) atau disebut juga body mass index (BMI).

Berat badan yang meningkat normal biasanya terjadi akibat semakin bertambahnya otot dan jaringan. Otot baru akan meningkat setelah beberapa waktu dilatih dan yang realistis biasanya adalah bertambah sekitar satu kg per ahad. Tanpa olahraga, sekitar ⅔ penambahan berat badan yang Kamu dapatkan itu berasal dari lemak.

Maka itu, ketika berat badan naik terlalu cepat, kemungkinan besar ini bukanlah akibat otot mulai terbangun, tapi akibat penumpukan lemak.

Kenaikan berat badan yang cepat biasanya terjadi akibat peningkatan jumlah makanan manis dan berlemak jenuh tapi kurang nutrisi berkualitas. Ini yang menyebabkan timbulnya peningkatan berat badan yang sangat cepat. Peningkatan jumlah lemak ini juga mengancam kesehatan {tubuh} Kamu. Bagaimana tidak, tingginya lemak {tubuh} berkaitan dengan berbagai macam penyakit metabolik seperti diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan lain sebagainya.

Apa akibatnya jika berat badan {turun} drastis?

berat badan turun drastis apa akibatnya jika berat badan naik turun drastis? Apa Akibatnya Jika Berat Badan Naik Turun Drastis? berat badan turun drastis 700x467

Penurunan berat badan yang terlalu cepat bukan berarti terjadi penurunan massa lemak yang cepat juga. Jadi jangan senang {dulu}.

Justru penurunan berat badan yang drastis menurunkan jumlah otot dan cairan dalam {tubuh}. Ini adalah komposisi {tubuh} yang seharusnya dijaga supaya {tubuh} tetap sehat.

Hal ini terbukti dalam sebuah kajia penelitian yang membandingkan orang dengan diet sangat ketat (500 kalori per hari) dengan kelompok yang diet rendah kalori sebesar 1.250 kalori selama 12 ahad.

Para peneliti menemukan sesungguhnya kelompok yang diet sangat ketat dengan menurunkan kalori hanya 500 kalori per hari justru kehilangan massa otot 6 kali lebih banyak. Komposisi yang justru harusnya dijaga supaya dapat menjaga kecepatan metabolisme {tubuh} tetap stabil.

Orang yang banyak kehilangan massa ototnya secara drastis akan memengaruhi keseimbangan hormon seperti hormon tiroid.

Yang ada kondisi ini membuat kecepatan metabolisme semakin melambat, termasuk metabolisme pembakaran kalori per hari. Kajia penelitian dalam jurnal Obesity (Sliver Spring) menunjukan sesungguhnya berat badan yang terlalu cepat {turun} membuat kemampuan pembakaran kalori menurun sebanyak 23%.

Nah, kondisi ini justru membuat {tubuh} Kamu semakin lama dan sulit membakar kalori khususnya dari lemak yang seharusnya dibakar.

Bukan hanya itu, jika Kamu memaksakan untuk menurunkan berat badan secara cepat dengan diet yang sangat ketat, kekurangan gizi pun bisa terjadi. Orang yang mengalami penurunan berat badan drastis berisiko besar kekurangan zat gizi penting seperti zat besi, folat, vitamin B12. Kalau sudah kekurangan zat gizi, banyak gejala merugikan yang justru muncul, bukan hanya berat badan yang {turun}.

Rambut bisa ikut rontok, Kamu merasakan kelelahan yang sangat ekstrim, anemia, kekebalan {tubuh} yang semakin memburuk, dan komposisi tulang yang semakin rapuh.

Maka itu, jangan senang {dulu} kalau berat badan Kamu {turun} drastis. Ini justru mengancam kondisi kesehatan Kamu. Jika Kamu ingin menurunkan berat badan, menurut para ahli sebaiknya diturunkan 0,45-0,9 kg per minggunya.

Berat badan naik {turun} drastis sama-sama membahayakan

mencegah berat badan turun saat puasa apa akibatnya jika berat badan naik turun drastis? Apa Akibatnya Jika Berat Badan Naik Turun Drastis? 887 704x467

Berat badan naik {turun} drastis ini menandakan komposisi dalam {tubuh} yg tidak stabil. Komposisi yang harusnya dikurangi jadi meningkat, begitu pula sebaliknya. Yang seharusnya ditingkatkan jadi menurun. Keduanya ini sama-sama berbahaya.

Bahkan efek berat badan naik {turun} ini bisa dibilang lebih berbahaya dibandingkan jika berat badan Kamu tetap kelebihan berat badan saja atau terlalu kurus saja. Efek berat badan naik {turun} memberikan Kamu kerugian dua kali lipat yang dapat berganti-ganti.

Yang ada, ini bisa memengaruhi kecepatan metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon Kamu secara keseluruhan. Jika sudah memengaruhi metabolisme Kamu akan lebih sulit lagi menurunkan atau meningkatkan yang seharusnya dinaikan dan diturunkan.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close