Fakta Unik Kesehatan

9 Jenis Distrofi Otot yang Perlu Kamu Tahu dan Waspadai

Distrofi otot adalah kondisi pelemahan otot yang diakibatkan oleh mutasi genetik. Gen yang seharusnya bertugas menghasilkan protein {untuk} menjaga massa otot malah berubah mengakibatkan otot makin melemah akibat kekurangan protein. Penyakit ini terdiri dari beberapa jenis, jadi gejala yang ditimbulkan akan berbeda. Yuk, pahami lebih dalam mengenai berbagai jenis distrofi otot lewat review berikut ini.

Berbagai jenis distrofi otot yang perlu Kamu ketahui

Ada banyak jenis distrofi otot yang pada akhirnya tidak semua orang akan menunjukkan gejala yang serupa dan membutuhkan perawatan yang serupa.

Beberapa jenis distrofi otot yang perlu Kamu tahu, antara lain:

1. Myotonic (Steinert’s disease)

Jenis distrofi otot yang paling {{umum}} terjadi pada orang dewasa yang awalnya muncul dari masa kanak-kanak. Orang dengan kondisi ini sering mengalami myotonia (kekejangan atau kekakuan) pada otot berkepanjangan setelah digunakan dan memburuk saat terpapar udara dingin.

Selain gangguan pada otot, penyakit ini bisa memengaruhi sistem saraf pusat, jantung, mata, saluran pencernaan, dan kelenjar penghasil hormon.

2. Duchenne muscular dystrophy

Ini adalah bentuk distrofi otot yang cuma menyerang anak laki-laki di sekitar usia 2-6 tahun. Penurunan kemampuan otot akibat distrofi otot ini terjadi sangat cepat.

Pada beberapa kasus, lengan, kaki, dan tulang belakang lambat laun menjadi cacat dan disertai gangguan kognitif yang pada akhirnya anak perlu pakai kursi roda {untuk} bergerak mulai di usia sekitar 12 tahun.

Tahap akhir dari penyakit ini adalah masalah pernapasan dan gangguan pada jantung yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian di usia belasan atau awal 20 tahunan.

3. Becker

Becker tidak berbeda jauh dengan Suchenne, hanya saja perkembangan penyakitnya lebih lambat. Jenis distrofi ini menyerang anak laki-laki usia 2-16 tahun, tapi bisa juga muncul paling lambat di usia 25 tahun.

Komplikasi parah dari penyakit ini adalah masalah jantung dan kehilangan kemampuan berjalan di usia 30 tahun-an.

4. Facioscapulohumeral

Tipe distrofi otot ini hanya memengaruhi otot wajah, otot sekitar tulang belikat, dan tulang lengan atas. Umumnya penyakit ini muncul di usia remaja dan awal usia dewasa. Perkembangan penyakitnya lambat, yang bisa meliputi masalah berjalan, sulit mengunyah, dan berbicara.

5. Limb-girdle

Jenis disrotofi otot ini menyerang remaja dan orang dewasa. Gejala hanya terjadi pada otot di sekitar pinggul, bahu, lengan, dan kaki yang akan melemah secara bertahap.

Komplikasi terburuknya adalah tidak dapat berjalan.

6. Oculopharyngeal

Penyakit ini hanya memengaruhi otot di sekitar mata, wajah, dan tenggorokan yang disusul dengan kelemahan otot panggul dan bahu seiring waktu.

Orang dengan kondisi ini akan susah menelan, berbicara, sering tersedak, dan mengalami radang paru-paru berulang.

7. Distal

Tipe distrofi otot ini langka akan tetapi lebih ringan dan hanya menyerang orang dewasa. Area otot yang dipengaruhi adalah bagian seluruh tangan dan kaki. Perkembangan penyakitnya termasuk lambat dibanding jenis lainnya.

8. Emery-Dreifuss

Jenis distrofi otot langka yang umumnya menyerang anak laki-laki. gejala awalnya adalah kelemahan otot di sekitar bahu, lengan atas, dan kaki bawah.

Seiring waktu, kelemahan otot akan menyebar ke area panggul dan otot dada. Kelemahan otot juga diikuti dengan pemendekan otot (kontraktur).

9. Kongenital (bawaan lahir)

Bentuk disrofi otot ini sudah terlihat jelas sejak lahir atau sebelum memasuki usia 2 tahun. Anak yang mempunyai distrofi kongenital mengalami pemendekan DNA yang mengakibatkan penyusutan otot dan masalah sendi. Kondisi ini juga menimbulkan kelainan otak yang mengakibatkan anak sering kejang.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close