Tips Kesehatan

8 Ciri dan Gejala Khas Kamu Mengidap Penyakit Ginjal

Banyak orang yang mengabaikan gejala sakit ginjal akibat menganggapnya bukan masalah serius. Padahal, ginjal adalah sebuah organ {tubuh} penting yang berfungsi untuk menyaring kotoran dan racun dalam darah. Nah, kotoran dan racun tersebut akan dibuang bersamaan dengan urin. Lalu apa saja gejala penyakit ginjal yang tak boleh sampai Kamu lewatkan?

Apa bahayanya jika sakit ginjal dibiarkan?

Ginjal bekerja menyaring kelebihan air dan limbah dari darah untuk lalu dikeluarkan sebagai urine. Ginjal juga membantu mengontrol tekanan darah. Penyakit ginjal terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan yang pada akhirnya tidak dapat lagi menyaring darah seperti semestinya. Kerusakan ini bisa mengakibatkan limbah racun menumpuk dalam {tubuh}.

Awalnya fungsi ginjal akan perlahan menurun, sampai lambat laun akan berdampak besar bagi aktivitas sehari-hari Kamu. Pada jangka panjang, penyakit ginjal dapat mengakibatkan masalah lain yang membahayakan kesehatan Kamu. Ketidakmampuan ginjal untuk membuang racun dapat mengakibatkan irama jantung jadi tidak normal dan bahkan mengakibatkan kematian mendadak.

Kita umumnya terlahir memiliki dua buah ginjal, tapi bila ada satu saja yang rusak fungsi {tubuh} secara keseluruhan akan ikut terganggu. Meski begitu, Kamu masih bisa hidup normal dengan satu ginjal atau menerima transplantasi (donor) ginjal. Bila keduanya rusak, Kamu mungkin diharuskan untuk rutin cuci darah.  

Ciri dan gejala sakit ginjal yang harus diwaspadai

Lebih baik menangkal daripada menyembuhkan, tapi sayangnya gejala awal sakit ginjal sering tidak disadari.

Nah, sebelum telat ada baiknya Kamu kenali beberapa ciri dan gejala sakit ginjal paling {umum} ini:

1. Warna urine berubah

Gejala sakit ginjal yang biasanya muncul dan dirasakan paling awal adalah perubahan warna urine menjadi lebih keruh dari biasanya.

Selain itu, kebiasaan buang air kecil Kamu juga dapat berubah; entah jadi lebih sering atau lebih langka pipis. Kamu biasanya jadi lebih sering buang air kecil di malam hari.  

Kamu mungkin merasa nyeri saat buang air kecil. Jika Kamu mengidap gagal ginjal akut, ada kemungkinan air kencing keluar beserta bercak darah. Dalam sebagian kasus, kencing berbusa juga dapat jadi gejala sakit ginjal,

2. Badan jadi gampang capek

Ginjal sehat akan terus memproduksi hormon eritropoietin secara teratur untuk meningkatkan produksi sel darah merah baru.

Ketika ginjal mengalami kerusakan, produksi hormon eritropoetin menjadi menurun. Akibatnya, produksi sel darah merah yang membawa oksigen pun menurun. Ini membuat {tubuh} jadi mudah capek.

3. Beberapa bagian {tubuh} akan membengkak

Ginjal yang sudah rusak tidak bisa lagi menyaring limbah kotoran sebaik {dulu} yang pada akhirnya ada banyak protein yang terbuang ke dalam urin.

Kurangnya protein dalam darah dapat mengakibatkan tungkai tangan dan kaki membengkak. Orang yang punya masalah ginjal mungkin mengalami pembengkakan pada wajah dan kedua mata.

4. Gatal-gatal

Terganggunya kerja ginjal membuat kotoran sisa metabolisme menumpuk. Hal ini akan berdampak buruk pada kulit.

Penyakit ginjal dapat menimbulkan rasa gatal, ruam kemerahan, serta kulit kering. Jika gatal tersebut terus digaruk bisa timbul luka atau pendarahan ringan. Sayangnya, rasa gatal akibat gejala sakit ginjal seringkali diabaikan. 

Meski krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala sakit ginjal yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah pada ginjal Kamu.

5. Selalu mual dan ingin muntah

Sakit ginjal yang sudah akut atau jika sudah sampai tahap gagal ginjal sering disebut juga sebagai silent killer. Disebut demikian akibat gejalanya yang sulit dideteksi, seperti mual dan muntah. Banyak sekali penyakit ringan yang gejalanya ditunjukkan dengan mual dan muntah, contohnya sakit maag. 

Akan tetapi dalam kasus penyakit ginjal, gejala mual dan muntah muncul akibat tumpukan limbah dan kotoran dalam darah tidak berhasil dikeluarkan. Hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya pusat refleks muntah di otak dan sistem pencernaan, yang pada akhirnya terjadilah mual dan muntah. 

6. Sesak napas

Tidak berfungsinya ginjal membuat cairan masuk ke dalam paru-paru melewati darah. Hal ini mengakibatkan {tubuh} tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup di dalam {tubuh}, terutama paru-paru.

Kurangnya oksigen dalam darah membuat {tubuh} Kamu sulit berfungsi maksimal sehingga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.

7. Sakit pinggang

Bagi yang suka sakit pada bagian pinggang, baik kanan ataupun kiri, baiknya Kamu waspada. Gejala sakit ini bisa saja disebabkan oleh batu ginjal.

Kadang, gejala dari adanya batu ginjal tidak terlalu kelihatan jelas tapi kemungkinan besar akan menimbulkan nyeri pada pinggang akibat terjepitnya batu ginjal dalam ureter.  

8. Kurang konsentrasi dan pusing

Ketika ginjal Kamu tidak dapat bekerja dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh {tubuh}, terutama ke otak.

Kurangnya suplai oksigen ke otak memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang berasa kliyengan.

Penting untuk Kamu pahami

Bila dirasa Kamu mengalami gejala sakit ginjal seperti yang disebutkan di atas, Kamu harus waspada dan segera konsultasikan ke dokter mengenai beberapa keluhan yang dirasakan. 

Tanda-tanda dan gejala sakit ginjal seringnya tidak spesifik. Pasalnya gejala sakit ginjal seringkali disalahpahami sebagai penyakit lain. Selain itu, dalam banyak kasus tanda-tanda dan gejala penyakit ginjal mungkin tidak muncul sampai kerusakan telah terjadi parah.

Oleh sebab itu, buatlah janji dengan dokter jika Kamu memiliki tanda-tanda atau gejala penyakit ginjal.

Siapa yang berisiko kena penyakit ginjal?

Orang-orang yang paling berisiko terkena penyakit ginjal adalah:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
  • Usia di atas 65 tahun
  •  alias obesitas
  • Kolesterol tinggi
  • Merokok

Sedangkan, hampir sebagian besar gagal ginjal akut selalu berkaitan dengan kondisi medis lain. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal akut adalah:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Penyakit hati
  • Penyumbatan pada pembuluh darah di lengan atau kaki (penyakit arteri perifer)
  • Dirawat di rumah sakit, terutama untuk kondisi serius yang memerlukan perawatan intensif.

Bila Kamu memiliki faktor risiko artinya Kamu lebih mungkin untuk menderita suatu masalah kesehatan daripada seseorang yg tidak memiliki faktor risiko. Akan tetapi, itu tidak berarti sesungguhnya Kamu pasti akan memiliki penyakit tersebut.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ginjal?

Penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala mudah diamati dan rasakan. Dalam banyak kasus, penyakit ginjal baru terdeteksi ketika sudah sampai tahap kerusakan yang parah.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatahui bagaimana kondisi ginjal Kamu yang sebenarnya adalah dengan memeriksakan diri ke rumah sakit. Terutama jika Kamu memiliki berisiko akibat mengidap penyakit tertentu, contohnya diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Beberapa tes yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ginjal adalah:

  • Tes urin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa albumin dalam urin Kamu. Albumin merupakan protein yang dapat mengalir ke dalam urin bila ada ginjal yang rusak.
  • Tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa GFR Kamu, yg memberikan tahu seberapa baik ginjal Kamu melakukan penyaringan. GFR singkatan dari laju filtrasi glomerulus.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Kamu untuk melakukan tes ginjal jika diketahui Kamu memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Untuk diagnosis yang lebih spesifik, dokter mungkin membutuhkan pemeriksaan ultrasound (USG) guna melihat struktur dan ukuran ginjal Kamu. Tes pencitraan seperti CT Scan ginjal dapat digunakan dalam sebagian kasus.

Dokter Kamu mungkin juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal. Biopsi ginjal sering dilakukan dengan bius lokal menggunakan jarum tipis dan panjang yang dimasukkan melewati kulit dan masuk ke ginjal Kamu. Sampel biopsi dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan membantu menentukan apa yang mengakibatkan ginjal Kamu bermasalah.

Kamu mungkin akan diminta untuk rajin memeriksaan tekanan darah Kamu. Pasalnya, tekanan darah yang tinggi bisa menjadi tanda dan gejala sakit ginjal. Oleh karenanya, penting bagi Kamu untuk selalu menjaga tekanan darah Kamu di bawah target yang ditetapkan oleh penyedia layanan kesehatan Kamu. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah normal berada dalam kisaran kurang dari 140/90 mm Hg.

Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat Kamu bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu memperlambat atau menangkal gagal ginjal. Jika Kamu memiliki diabetes, rajin-rajinlah untuk melakukan medical check up setiap tahun. Jika Kamu memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal, bicarkan  dengan dokter tentang seberapa sering Kamu harus checkup.

Berbagai cara menangkal supaya tidak terkena penyakit ginjal

Penyakit ginjal bisa terjadi pada siapa pun di usia berapa pun. Anak-anak dan orang dewasa sampai lansia sama-sama berisiko mengalami penyakit ini.

Bahkan penyakit ginjal bisa saja terjadi pada orang yang memiliki ginjal sehat atau pada seseorang yang sudah memiliki masalah ginjal sebelumnya.

Beberapa faktor risiko, seperti usia atau riwayat keluarga, memang berada di luar kendali Kamu. Namun, Kamu masih bisa mengontrol faktor risiko penyakit ginjal lainnya yang mungkin dapat membantu memperlambat atau bahkan menangkal penyakit ini.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup sehat yang dapat Kamu dan keluarga Kamu lakukan untuk menangkal penyakit ginjal:

  • supaya selalu berada dalam kisaran normal dapat membantu ginjal Kamu bekerja lebih optimal. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg. Selain itu, aturlah supaya kadar sodium kurang dari 2.300 miligram (mg) setiap hari.
  • Jika Kamu memiliki diabetes, kontrollah kadar glukosa darah Kamu. Gula darah yang terkontrol dengan baik dapat membantu menangkal atau menunda komplikasi diabetes, termasuk penyakit ginjal.
  • Perhatikan asupan makanan Kamu. Perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Hindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan purin, seperti jeroan. Makanan yang tinggi purin dapat meningkatkan kadar  yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsi ginjal. Bila Kamu ingin mengonsumsi susu, keju atau produk sejenisnya, pilihlah yang rendah lemak.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga dapat menjaga berat badan Kamu stabil dan menurunkan tekanan darah, yang pada akhirnya menurunkan risiko terkena penyakit ginjal dan bahkan penyakit kronis lainnya.
  • Selalu berhati-hati ketika ingin mengonsumsi obat-obatan, termasuk suplemen, herbal, dan vitamin. Beberapa suplemen mengandung asam amino tinggi yang dapat mengganggu kerja ginjal. Bila ingin mengonsumsi suplemen, konsumsilah sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan. Pastikan pula obat-obatan yang Kamu minum aman. Terutama bila Kamu meminum obat herbal apalagi yang berupa racikan, pastikan obat tersebut terdaftar di BPOM.
  • Penuhi kebutuhan cairan {tubuh} Kamu dengan banyak minum. Kebutuhan air bervariasi pada setiap orang. Patokan umumnya adalah minum setiap kali Kamu merasa haus yang pada akhirnya kebutuhan air Kamu terpenuhi. Konsumsi air yang terlalu banyak, tanpa disertai penambahan keseimbangan asupan garam baik dari makanan dan minuman, akan menurunkan konsentrasi garam dalam darah.
  • Selain air, Kamu dapat mencukupi kebutuhan cairan dari makanan seperti sup dan sayur serta buah-buahan segar yang berisikan banyak air. Bila Kamu termasuk aktif berolahraga, cukupi kebutuhan cairan dalam jumlah yang lebih banyak. Akan tetapi bila Kamu terlanjur mengalami penyakit ginjal, patuhi batasan konsumsi cairan harian yang telah ditetapkan dokter.
  • Hindari  akibat dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah Kamu. Tekanan darah yang meningkat dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal.
  • Hindari stres. Kamu dapat menghindari stres dengan melakukan hal-hal yang dapat membuat Kamu senang, seperti berolahraga, mendengarkan musik, menonton film, atau bahkan mengobrol dengan teman.
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close