Tips Kesehatan

6 Penyebab Mata Jadi Super Sensitif Melihat Cahaya Terang (Fotofobia)

Pernah mendengar kata fotofobia? Bila diterjemahkan secara harfiah, foto berarti cahaya dan fobia adalah takut. Akan tetapi, fotofobia bukan artinya takut pada cahaya, melainkan kondisi mata yang sensitif melihat cahaya terang. Fotofobia adalah gangguan pada fungsi mata. Apa, sih, penyebab seseorang mengalami fotofobia? Yuk, pelajari jawabannya pada review berikut ini.

Fotofobia adalah penyebab mata sensitif

Fotofobia adalah gangguan mata yang {{umum}} dan dapat terjadi kapan saja. Terutama jika mata Kamu memang sedang bermasalah. Saat Kamu berada di ruangan yang terang, fotofobia akan mengakibatkan mata panas dan berasa perih. Kamu akan menyipitkan mata atau berkedip beberapa kali, bahkan menitikkan air mata tanpa sadar meski tidak sedang sedih.

Penyebab utama fotofobia adalah terdapat gangguan koneksi antara sel-sel di mata yang mendeteksi cahaya dengan saraf yang ada di kepala Kamu. Nah, kondisi tersebut bisa terjadi jika Kamu mengalami beberapa hal berikut, seperti:

1. Berada di tempat gelap cukup lama

Fotofobia mungkin saja terjadi saat Kamu nonton bioskop. Berada di tempat gelap cukup lama dan tiba-tiba berpindah ke ruangan yang cukup terang, pasti membuat Kamu memicingkan mata akibat kering dan kesilauan.

Untungnya, kondisi ini hanya terjadi beberapa detik atau menit saja. Mata Kamu akan kembali normal setelah beradaptasi dengan cahaya sekitarnya.

2. Sakit kepala

Hampir 80% orang yang mengalami migrain (sakit kepala berulang) akan merasa sangat kesilauan bila melihat cahaya terang. Jenis sakit kepala lainnya, seperti sakit kepala tegang dan sakit kepala cluster juga sering mengakibatkan fotofobia pada beberapa pengidapnya.

2. Masalah pada mata

Selain sakit kepala, berbagai masalah pada mata juga dapat menimbulkan fotofobia, seperti:

  • Mata kering
  • (peradangan dan pembengkakan pada lapisan uveal)
  • (pembengkakan pada kornea, yaitu lapisan bening yang menutupi bagian warna yang berwarna)
  • Iritis (pembengkakan cincin berwarna di sekitar pupil)
  • Katarak (lapisan berawan yang menutupi lensa mata)
  • Abrasi kornea (goresan pada kornea mata)
  • Konjungtivitis (mata merah aau pradangan pada bagian putih mata)
  • Kerusakan pada retina
  • Pernah menjalani

4. Gangguan kejiwaan

Fotofobia dapat menyerang orang dengan penyakit kejiwaan, seperti:

  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan bipolar
  • Depresi
  • Serangan panik
  • Agorafobia (ketakutan berada di tempat-tempat {{umum}})

5. Menggunakan obat-obatan tertentu

Ada beberapa obat yang menimbulkan efek samping fotofobia, seperti:

  • Antibiotik dan tetracycline
  • Furosemide (obat {untuk} menyembuhkan gagal jantung kongestif, penyakit liver, penyakit ginjal)
  • Quinine (obat {untuk} menyembuhkan malaria)

6. Masalah pada otak

Beberapa masalah pada otak dapat mengakibatkan fotofobia, meliputi:

  • Meningitis (infeksi dan pembengkakan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang)
  • Cedera parah di kepala
  • Terdapat tumor di kelenjar pituitari
  • Supranuclear palsy (penyakit otak yang mengakibatkan masalah gerak dan keseimbangan {{tubuh}})
Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close