Asmara & Intim

6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar

Sperma adalah sel yang dikeluarkan oleh penis setiap kali seorang pria melakukan ejakulasi. Seperti yang mungkin sudah Kamu tahu, sperma pria yang membuahi sel telur bisa mengakibatkan kehamilan. Akan tetapi, banyak kabar menyesatkan soal sperma yang beredar tanpa bukti ilmiah atau penjelasan yang memadai. Sebenarnya bagaimana, sih, kebenaran tentang sperma pria ini?

Beragam mitos tentang sperma pria

Sebelum menerka-nerka lebih jauh lagi, sebaiknya buktikan {dulu} semua mitos tentang sperma yang perlu Kamu tahu kebenarannya.

Mitos 1: “Sperma tidak bertahan lama setelah ejakulasi”

6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar shutterstock 151475174 593x467

Nyatanya, lama hidup sperma tergantung pada tempat di mana sperma dikeluarkan. Jika sperma dihasilkan saat penetrasi dalam vagina, sekitar tiga sampai lima hari ke depan sperma masih dapat bertahan hidup.

Akan tetapi, tidak demikian bila sperma dihasilkan di luar {tubuh}. Hanya dalam hitungan menit sperma sudah bisa mati akibat faktor lingkungan yg tidak mendukung. Terlebih akibat sperma menyukai tempat yang lembap, yang pada akhirnya kemungkinanya untuk mati akan semakin besar ketika keluar di luar {tubuh} dan mengering.

Mitos 2: “Sperma yang menempel di kulit bisa bikin hamil”

sperma keluar 6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar sperma keluar dari vagina 701x467

Tentu saja tidak semudah itu. Sel sperma hidup di dalam air mani pria yang akan dikeluarkan setiap kali ejakulasi. Idealnya, setelah masuk ke dalam vagina maka sperma akan memisahkan diri dari air mani dan berenang sendiri menghampiri sel telur.

Pembuahan dari sel telur dan sperma inilah yang berkembang menjadi janin. Bagaimana dengan sperma yang menempel di kulit? Seperti ini, umumnya sperma dapat bertahan selama beberapa menit di luar {tubuh}. Durasi ini akan semakin singkat tergantung dari cahaya, udara, lingkungan, serta seberapa cepat sperma mengering.

Sperma yang masih basah dan menempel pada kulit tidak serta-merta terserap ke pori-pori kulit sampai menimbulkan kehamilan. Intinya, kecil kemungkinan sperma dapat untuk bertahan hidup di atas permukaan kulit. Akibat itu, sperma yang menempel di kulit wanita tidak akan mengakibatkan kehamilan.

Mitos 3: “Semakin kental tekstur sperma, semakin subur untuk pembuahan”

tinta rahasia dari sperma 6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar sperma dalam air mani jadi tinta rahasia 678x467

Faktanya, kekentalan air mani bukanlah tolak {ukur} pasti untuk menilai tingkat kesuburan sperma untuk membuahi. Sebab bagaimana pun tekstur sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, nantinya tetap membutuhkan bantuan dari sistem reproduksi wanita untuk bergerak mencapai sel telur.

Sperma yang masuk ke dalam vagina akan bersentuhan dengan lendir pada rahim. Tugas lendir ini adalah untuk melindungi sperma dari vagina yang asam, sekaligus menolak sperma yg tidak memenuhi kualitas untuk membuahi sel telur. Jadi, apa pun tekstur sperma sebenarnya akan tetap sama bagi sistem reproduksi wanita.

Mitos 4: “Menelan sperma pria bisa bikin hamil”

efek menelan sperma 6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar efek menelan sperma 700x467

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kehamilan hanya bisa terjadi ketika sel telur dibuahi langsung oleh sperma melewati proses penetrasi. Artinya, sperma harus masuk diawal ke dalam rahim melewati vagina, baru lalu bertemu sel telur untuk menghasilkan pembuahan.

Sementara itu ketika Kamu menelan sperma, alur masuknya sperma ke dalam {tubuh} tidak akan berujung pada sistem reproduksi. Sama seperti saat menelan makanan dan minuman, sperma yang masuk ke dalam kerongkongan akan berakhir di sistem pencernaan. Sperma tidak akan “nyasar ke sistem reproduksi.

Zat di dalam pencernaan Kamu akan membunuh sperma yang pada akhirnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi tentunya tidak mungkin mengakibatkan kehamilan.

Mitos 5: “Cairan praejakulasi tidak akan bikin hamil”

perkembangan janin minggu 3 kehamilan 6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar perkembangan janin minggu 3 kehamilan 700x467

Sebenarnya mitos tentang sperma ini tidak sepenuhnya salah. Ketika bicara mengenai cairan praejakulasi, Kamu mungkin berpikir sesungguhnya sperma tidak akan terkandung di dalamnya. Padahal, terkadang sperma masih tersisa di uretra yang merupakan saluran tempat di mana air seni dan air mani dikeluarkan.

Singkatnya, masih ada kemungkinan sperma akan terbawa bersama cairan praejakulasi saat dikeluarkan. Bedanya, jumlah sperma yang tercampur dengan cairan praejakulasi ini mungkin tidak sebanyak yang ada dalam cairan air mani.

Akan tetapi, para pakar kesehatan mengatakan sesungguhnya sperma yang ada dalam cairan praejakulasi terbilang aktif dan sehat untuk berkembang menjadi pembuahan bersama sel telur. Jadi, bahkan sebelum pria benar-benar orgasme dan berejakulasi pun proses penetrasi tetap bisa bikin hamil.

Mitos 6: “Setiap sel sperma pasti sehat”

kualitas sperma tidak sehat 6 mitos seputar sperma yang perlu dibongkar 6 Mitos Seputar Sperma yang Perlu Dibongkar kualitas sperma keguguran 700x467

Ibarat kondisi {tubuh} yang dapat jadi sakit sewaktu-waktu, sel sperma pria pun demikian. Supaya dapat bergerak dengan lancar mencapai sel telur, sperma harus dalam kondisi prima tanpa cacat sedikit pun. Sayangnya, kadang ada satu atau beberapa bagian sperma yg tidak mendukung.

Entah itu kepala yg tidak sempurna, bentuk ekor yang aneh, sampai bagian {tubuh} yg tidak lengkap. Kesemua hal ini yang akan menyulitkan perjalanan sperma pria dalam mencapai sel telur.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close