Fakta Unik Kesehatan

5 Sebab Mengapa Bayi Menangis Setelah Selesai Menyusu

Bayi umumnya akan terus menangis dan sangat rewel saat sedang lapar, lalu baru akan diam dan tenang setelah merasa kenyang. Namun, kadang beberapa bayi masih tetap menangis keras meski sudah disusui. Jika si kecil mengalaminya, Kamu mungkin akan dibikin bingung dan bertanya-tanya mengapa bayi menangis setelah menyusu.

Apa penyebab bayi menangis setelah menyusu?

saat bayi menangis 5 Sebab Mengapa Bayi Menangis Setelah Selesai Menyusu 5 Sebab Mengapa Bayi Menangis Setelah Selesai Menyusu saat bayi menangis 700x467

1. Kolik

Kolik adalah kondisi yang menyebabkan bayi menangis terus-menerus tanpa sebab yang pasti. Bayi yang mengalami kolik bisa menangis lebih dari 3 jam sehari, 3 hari seminggu, bahkan lebih dari 3 ahad lamanya. Bila inilah yang dialami si kecil, bisa jadi alasannya tidak berhenti menangis padahal telah disusui adalah akibat mengalami kolik.

2. Gas

Terlalu banyak gas di dalam perut bisa membuat bayi menangis setelah menyusu. Hal ini bisa disebabkan akibat bayi menelan banyak udara saat sedang menyusu, terlebih pada saat menggunakan botol susu.

Akibatnya, perut bayi akan berasa kembung akibat terisi oleh udara yang pada akhirnya membuatnya risi dan tidak nyaman. Itulah mengapa ia terus menangis meski sudah tidak lagi lapar. Sementara jika diberikan ASI dari payudara, udara yang masuk ke dalam perut bayi cenderung lebih sedikit.

Sebagai solusinya, usahakan {{tubuh}} bayi dalam posisi tegak usai menyusu, sembari mengelus-elus punggungnya secara perlahan. Cara ini  bisa membantu mengeluarkan gas di dalam perut bayi sedikit demi sedikit.

3. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) biasanya lebih sering dialami oleh orang dewasa. Akan tetapi ternyata, bayi juga dapat mengalaminya terlebih jika Kamu sering mendapati si kecil malah merasa tidak nyaman dan sering menangis usai menyusu.

Penyebab utamanya adalah akibat susu yang baru saja diminumnya, justru naik kembali ke kerongkongan. Normalnya, lambung mempunyai cincin otot (sfringter) yang bertugas {untuk} menahan supaya asam lambung tidak kembali naik ke atas.

Akan tetapi, kerusakan pada sfringter lambung bisa mengakibatkan naiknya asam lambung dalam jumlah banyak, sampai melalui dada dan kerongkongan. Kondisi ini yang lalu menimbulkan gejala berupa mual, perut kembung, nyeri dada, dan berbagai rasa tidak mengenakkan lainnya pada {{tubuh}} bayi.

4. Alergi makanan

Bayi yang masih menyusui memang biasanya belum bisa makan bahan makanan tertentu secara langsung. Hanya saja, bayi tetap berisiko mengalami alergi beberapa jenis makanan dan intoleransi laktosa, khususnya dari makanan dan minuman yang baru saja dikonsumsi sang ibu.

Susu, telur, jagung, kafein merupakan beberapa sumber makanan dan minuman yang digadang-gadang berisiko menimbulkan alergi pada bayi. Jika bayi terus menangis setelah menyusu, sebaiknya perhatikan makanan dan minuman apa yang baru Kamu konsumsi sebelumnya.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter terkait kemungkinan alergi yang dialami buah hati Kamu.

5. {{Tumbuh}} gigi

Bayi yang sedang {{tumbuh}} gigi biasanya akan terus-menerus menangis usai menyusu. Ini akibat ia merasakan sakit pada gusi akibat gesekan dengan puting payudara.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED