fbpx
Asmara & Intim

5 Penyebab Penis Kemerahan, dari Balanitis Sampai Keseringan Masturbasi

Sama seperti bagian {{tubuh}} lainnya, penis dapat mengalami beberapa masalah, salah satunya perubahan warna. Kulit penis merah atau ruam menjadi sebuah masalah yang dapat muncul. Jangan panik {{dulu}}, yuk cek berbagai penyebabnya berikut ini.

Advertisement

Kondisi yang menyebabkan penis merah atau ruam

Jika penis mengalami kemerahan, jangan hanya menerka-nerka apa sebabnya. Pahami setiap gejalanya dan periksa ke dokter bila Kamu khawatir. Kemungkinan besar, penis jadi merah akibat kondisi-kondisi berikut ini.

Advertisement

1. Balanitis

bintik merah di penis

Balanitis adalah kondisi saat kepala penis mengalami pembengkakan. Kondisi ini sebagian besar terjadi pada pria yg tidak disunat. Balanitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau masalah kulit yang kronis.

Kondisi ini sering kali disebabkan oleh bakteri atau jamur yang {{tumbuh}} dengan subur di kulup (kepala) penis. Terutama {untuk} Kamu yg tidak begitu memerhatikan kebersihan penis. Selain itu, balanitis juga dapat disebabkan oleh iritasi akibat:

  • Tidak membilas sabun dengan bersih dari penis saat mandi.
  • Menggunakan sabun yang wangi {untuk} membersihkan penis.
  • Menggunakan sabun yang dapat membuat penis kering.
  • Menggunakan losion atau semprotan beraroma pada penis.

Selain itu, diabetes dan penyakit kelamin seperti sifilis, trikomonasis, dan gonore dapat mengakibatkan penis merah dan bengkak. Penis juga berasa gatal, sakit, dan kulit yang seperti tertarik.

2. Tinea cruris

keluar cairan dari penis

Tinea crusis adalah infeksi jamur yang disebabkan akibat pakaian yang basah atau lembap akibat keringat. Biasanya kondisi ini paling sering terjadi pada atlet. Namun, penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja terutama yang hobi berlama-lama menggunakan pakaian atau celana yang lembap.

Orang yang mengalami tinea cruris biasanya mengalami kemerahan, kulit yang mengelupas, ruam, dan sensasi terbakar pada penis. Selain menyerang penis, kondisi ini dapat mengenai selangkangan, paha, dan perut bagian bawah.

3. Dermatitis kontak

mencegah HIV

Dermatitis kontak adalah kondisi yang disebabkan oleh paparan kulit pada bahan penyebab iritasi (iritan). Biasanya dermatitis kontak membuat penis gatal dan merah.

Iritasi ini umumnya muncul setelah Kamu menggunakan sabun atau produk perawatan kulit tertentu yang belum pernah dicoba sebelumnya. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kondom yang dipicu oleh bahan kimia di dalamnya.

4. Infeksi jamur

benjolan putih di penis

Infeksi jamur atau disebut juga kandidiasis mengakibatkan ruam merah pada penis. Gejala lainnya yang biasanya muncul yaitu rasa gatal dan perih di ujung penis.

Infeksi jamur umumnya disebabkan akibat kurang menjaga kebersihan penis. Selain itu, kondisi ini dapat jadi ditularkan dari pasangan yang sedang mengalami infeksi jamur vagina.

5. Masturbasi terlalu sering

mitos tentang masturbasi

Masturbasi memang menyehatkan. Akan tetapi, lain cerita jika Kamu melakukannya terlalu sering. Jika Kamu masturbasi sebanyak 5 sampai 6 kali sehari selama berminggu-ahad, jangan heran kalau penis jadi iritasi.

Dr. Seth Cohen., asisten dosen bidang urologi dan kandungan di NYU Langone Health, Amerika Serikat menyatakan, iritasi akibat masturbasi terlalu sering biasanya membuat penis merah, kering, dan berasa seperti tertarik.

Oleh akibat itu, jangan terlalu bersemangat. Selain memikirkan kepuasan pribadi, Kamu juga tetap harus memperhatikan kesehatan penis.

Jika Kamu sudah mengetahui penyebabnya, maka segera lakukan tindakan penanganan. Jaga kebersihan penis, pakai celana yang kering dan menyerap keringat, atau periksa ke dokter. Dokter bisa memberikan diagnosis dan rencana pengobatan yang paling tepat {untuk} kondisi Kamu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button