Fakta Unik Kesehatan

5 Mitos Keliru Tentang Sistem Imun Manusia yang Perlu Diluruskan

Ada banyak cara yang dapat Kamu lakukan {untuk} meningkatkan sistem imun {{tubuh}}. Meski demikian, masih ada orang-orang yang percaya mitos sistem kekebalan {{tubuh}} yang jelas-jelas salah. Apa saja mitosnya?

Mitos tentang sistem kekebalan {{tubuh}} yang terbukti salah

fakta seputar sistem kekebalan tubuh  5 Mitos Keliru Tentang Sistem Imun Manusia yang Perlu Diluruskan fakta seputar sistem kekebalan tubuh 700x467

Mitos #1: Minum vitamin menangkal penyakit

Salah. Banyak orang mengonsumsi vitamin C dan vitamin A dosis tinggi supaya tidak gampang sakit.

Padahal, multivitamin atau suplemen harian yang Kamu minum fungsinya bukan {untuk} meningkatkan sistem kekebalan {{tubuh}}. Vitamin dan suplemen yang Kamu minum fungsinya membantu mengisi kekurangan nutrisi dalam {{tubuh}} Kamu yang mungkin tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Kebanyakan mengonsumsi vitamin juga tidak baik. Kelebihan vitamin A bisa membuat Kamu keracunan, ditandai dengan kulit yang menguning, mual dan muntah, sampai bahkan gejala kerusakan hati (liver). Kondisi ini disebut dengan hipervitaminosis A.

Mitos #2: Menutup {{mulut}} menangkal penularan batuk atau {{flu}}

Salah. Menutup {{mulut}} pada saat batuk atau bersin adalah etika yang tepat {untuk} membatasi penyebaran penyakit, tapi tetap tidak lalu menutup kesempatan menularkannya pada orang lain di sekitar Kamu. Kenyataannya, sistem kekebalan {{tubuh}} Kamu sendirilah yang menentukan seberapa besar risiko Kamu bisa tertular penyakit.

Risiko penularan penyakit seperti {{flu}} dan batuk tidak hanya menjadi “tanggung jawab” si orang yang sakit, tapi juga datang dari diri Kamu sendiri. Jika daya tahan {{tubuh}} Kamu sedang dalam kondisi prima pada saat berdekatan dengan orang yang sakit {{flu}}, Kamu tidak akan mudah ketularan meski si orang tersebut tidak menutup mulutnya saat bersin.

Begitu juga sebaliknya jika Kamu yang memakai masker {untuk} menangkal menghirup virus atau memalingkan wajah saat ada yang bersin. Apabila daya tahan {{tubuh}} Kamu memang sudah lemah sebelum terpapar virus, memakai masker tidak akan banyak membantu mengurangi risiko penularan

Tidak semua virus dan bakteri dapat masuk ke dalam {{tubuh}} lewat hidung. Virus dan bakteri tertentu dapat mendarat di permukaan benda dan bertahan hidup sampai berjam-jam lamanya. Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi ini bisa memperlebar kesempatan Kamu {untuk} tertular penyakit. Maka dari itu sering-seringlah cuci tangan dan hindari menyentuh wajah Kamu, terutama hidung, {{mulut}}, dan mata dengan tangan kotor.

Mitos #3: Olahraga bikin gampang capek

Salah. Olahraga tidak akan membuat kekebalan {{tubuh}} Kamu menurun, selama tidak dilakukan berlebihan. Olahraga malah bisa membantu memperkuat sistem imun melawan beberapa penyakit tertentu. Rutin olahraga dapat menstabilkan tekanan darah dan gula darah guna menjaga kebugaran {{tubuh}}.

Mitos #4 anak-anak wajib minum vitamin

Salah. Anak-anak tidak membutuhkan suplemen {untuk} menguatkan daya tahan tubuhnya. Sama prinsipnya seperti konsumsi vitamin atau suplemen pada orang dewasa, asupan suplemen tambahan semata bertujuan {untuk} memenuhi kebutuhan gizi anak apabila dirasa perlu. 

Bila Kamu sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak lewat pola makan sehat dan seimbang, maka anak tidak perlu vitamin atau suplemen tambahan.

Mitos #5: vaksin bikin kekebalan {{tubuh}} lemah

Salah. Banyak orangtua yang ragu atau bahkan menolak anaknya divaksin. Mereka menganggap kalau vaksin adalah virus aktif yang sengaja dimasukkan ke {{tubuh}} yang pada akhirnya bisa menurunkan daya tahan si anak.

Mitos vaksin ini sudah terbukti salah  besar oleh banyak literatur medis modern. Anak sudah mempunyai kemampuan alami {untuk} melindungi dirinya dari virus dan bakteri sejak masih dalam kandungan. Meski demikan sistem imun anak memang belum sekuat orang dewasa, yang pada akhirnya tetap perlu diperkuat dengan imunisasi guna mendorong sistem kekebalan tubuhnya bekerja lebih baik lagi.

Vaksin justru memperkuat sistem imun {{tubuh}} anak dan tidak merusak atau mengganggu sel {{tubuh}} yang sehat lainnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close