Psikologi Kita

5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick

Kangen orang-orang di rumah nun jauh di sana, tapi tidak bisa pulang akibat kehabisan tiket atau terpaksa harus lembur? Menjadi anak rantau bisa dibilang adalah sebuah pengalaman hidup yang manis pahit. Terutama pada saat rasa rindu kampung halaman (homesick) terbentur masalah jarak, waktu dan apalagi uang. Akan tetapi jika musim liburan saat ini Kamu tidak bisa pulang ke rumah, jangan bersedih hati.

Merasa homesick itu wajar, kok!

Tidak perlu malu mengakui sesungguhnya Kamu kangen rumah. Pindah ke tempat yang serupa sekali baru berarti Kamu harus mengubah kebiasaan lama {untuk} beradaptasi dengan sekitar. Contohnya sesederhana pulang kuliah atau kantor Kamu sekarang harus cari makan sendiri, sementara sewaktu {{dulu}} di rumah ibu sudah menunggu kepulangan Kamu dengan sepiring nasi hangat beserta lauk favorit Kamu.

Perubahan lingkungan ini tak dapat disangkal dapat mengacaukan kondisi emosional dan psikologis Kamu. Tidak langka Kamu bisa merasa jenuh dan tidak betah yang pada akhirnya ingin sekali pulang ke rumah {untuk} merasakan kembali keakraban seperti {{dulu}}.

Sebagian orang mungkin bisa sampai ikut mengalami keluhan fisik saat merindukan kampung halamannya, seperti sakit perut, sulit tidur nyenyak, sakit kepala, sulit fokus dan berpikir jernih, selalu merasa lelah, sampai susah makan.

Perasaan homesick mungkin berasa paling memberatkan bagi orang-orang berusia muda yang sebelumnya tidak pernah tinggal jauh dari rumah barang sebentar saja. Begitu pula pada orang-orang yang sejak sebelumnya sudah mempunyai riwayat depresi dan gangguan kecemasan, dan yang kurang mendapat dukungan dari keluarga atau kerabat dekatnya {untuk} merantau.

Selain itu, risiko homesick juga dilaporkan paling tinggi pada wanita dan orang-orang yang merantau akibat terpaksa atau tidak atas kemauannya sendiri.

pasien kanker payudara liburan 5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick 5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick pasien kanker payudara liburan

Kenapa?

Rasa rindu kampung halaman wajar saja dialami oleh anak-anak rantau. Pasalnya setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu Kamu {{tumbuh}} besar di satu tempat bersama orang-orang yang dikenal dekat, tentu rasanya berat pada saat harus berpisah dan membangun sebuah hidup baru tanpa mereka.

Sedari kecil, kita sudah sangat terbiasa dengan pola pikir sesungguhnya rumah kita adalah tempat berlindung yang paling aman dan ideal. Maka pada saat situasi mengharuskan kita pindah menjauhi rumah, alam bawah sadar kita menganggap perubahan ini sebagai stres alias ancaman pada kesejahteraan kita. Ditambah lagi, pengetahuan kita tentang tempat asing itu masih sangat terbatas yang pada akhirnya timbullah perasaan-perasaan negatif tentang tempat tinggal baru Kamu. Mulai dari rasa takut, kecemasan, tidak betah, sampai kepanikan.

Pemikiran ini akan terus ada yang pada akhirnya tanpa disadari jadi memunculkan kecenderungan {untuk} membanding-bandingkan dengan kampung halaman Kamu. Semakin banyak dan besar perbedaan antar keduanya (contohnya beda bahasa, beda budaya, dan beda makanan), maka perasaan-perasaan negatif ini akan semakin berasa mewalahkan. Hal ini tentu dapat membuat Kamu menjadi semakin frustasi, serta merasa kesepian dan terasingkan.

cemas saat bepergian 5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick 5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick shutterstock 377365381

Tips mengatasi homesick buat anak rantau

Saat berada jauh dari kampung halaman, merasa homesick adalah hal yang wajar. Akan tetapi, jangan biarkan kerinduan ini sampai berdampak negatif bagi kesehatan Kamu, baik secara fisik maupun psikologis.

Ingatlah apa sebab Kamu merantau. Pikirkan pula apa efek jangka panjangnya pada perjalanan hidup Kamu di masa depan. Pada saat apa yang menjadi sebab rantau Kamu akhirnya sudah selesai, entah itu kuliah atau dinas kerja, Kamu pasti akan merasa bangga pada diri sendiri akibat dapat bertahan melalui semua lika-liku tinggal di tempat asing.

Pada saat chatting dan videocall tidak cukup mampu menyembuhkan rasa rindu yang sudah kepalang menggerogoti jiwa, cobalah beberapa tips berikut {untuk} mengusir sepi:

1. Cari kesibukan baru

Berdasarkan riset American Camp Association, sebuah cara paling efektif {untuk} menghilangkan rasa rindu rumah adalah dengan membuat diri Kamu sesibuk mungkin.

Jadi, cobalah cari kegiatan positif sebanyak-banyaknya {untuk} mengisi waktu luang dan mengalihkan pikiran dari rasa rindu itu. Contohnya, “main peran” selayaknya turis dan jelajahi tempat-tempat yang unik di daerah tersebut. Gali juga informasi tentang acara-acara yang menarik perhatian, seperti pertandingan olahraga, festival musik, dan pertunjukan teater.

Tidak ada salahnya juga {untuk} bergabung dengan {{klub}} atau ikut kursus. Selain membuat Kamu punya kesibukan baru, ini juga membuka kesempatan {untuk} membuat teman dan koneksi baru.

2. Dekor kamar tidur senyaman mungkin

Bagi anak rantau, kamar tidur bukan hanya menjadi tempat beristirahat tapi juga sebagai tempatsetelah melakukan banyak aktivitas dan menyimpan berbagai macam barang penting.

Nah, cobalah {untuk} merapikan dan menata ulang kamar tidur Kamu jadi senyaman mungkin. Jika memungkinkan, minta orang rumah {untuk} mengirimkan barang-barang yang dapat mengingatkan Kamu pada mereka dan letakkan di kamar tidur sebagai pengingat akan kampung halaman. Bisa juga minta mereka mengirimkan makanan kesukaan Kamu di rumah.

Buat kamar baru Kamu senyaman dan semirip mungkin dengan kamar Kamu di rumah lama.

3. Curhat ke sesama anak rantau

Bila rasa rindu rumah begitu kuat sampai Kamu merasa sedih dan ingin menangis, jangan ditahan. Menangislah sampai merasa lebih lega. Tidak ada salahnya {untuk} menangis akibat beradaptasi memang membutuhkan waktu dan merindu itu wajar.

Cara lainnya adalah dengan curhat ke seseorang yang Kamu percaya. Cobalah berbagi pengalaman dengan orang-orang yang juga sedang atau pernah merantau. Banyak orang di luar sana yang juga senasib dengan Kamu yang pada akhirnya Kamu tahu Kamu tidak sendirian.

4. Temukan hal positif tentang tempat tersebut

Pada saat sedang senggang, cobalah {{duduk}} merenung dan pikirkan apa saja hal-hal positif yang Kamu alami sejauh ini di tempat baru.

Contohnya, Kamu jadi dapat memperoleh kebebasan yang mungkin dahulu tidak didapatkan di tempat tinggal yang lama. Sulu sewaktu di rumah berlaku jam malam yang pada akhirnya Kamu tidak bisa bebas berkumpul dengan teman barang {untuk} bermain atau menyelesaikan tugas. Sementara pada sebuah tempat yang baru ini, Kamu sendirilah yang menentukan kapan jam malam buat diri sendiri.

Apa lagi? Mungkin udara dan lingkungan pada sebuah tempat yang sekarang jauh lebih bersih dan indah dibanding kampung halaman Kamu. Sekarang Kamu mungkin juga tidak perlu lagi makan hati akibat kesal terjebak macet seperti {{dulu}}.

Mencatat hal-hal positif ini akan membantu “merapikan” kembali pikiran Kamu yang sedang kalut. Dengan begitu, Kamu jadi menyadari sesungguhnya tidak selamanya sesuatu yang baru dan asing itu buruk.

5. Konsultasi ke dokter

Kamu dapat mengikuti program konseling dengan psikolog {untuk} membantu meringankan rasa kesepian dan kecemasan akibat homesick.

Hal ini sangat penting {untuk} memantau kondisi psikologis Kamu supaya tidak sampai jatuh ke dalam fase depresi. Konseling juga sangat berguna {untuk} mendeteksi dan mengatasi gejala-gejala depresi yang mungkin muncul sebelum telat

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close