Tips Kesehatan

4 Tips Bijak Menghadapi Ibu yang Suka Mengkritik atau Menyindir Kamu

Menghadapi ibu atau mertua yang sering memberi kritik atau menyindir Kamu bukanlah perkara mudah. Apalagi jika ucapannya sampai menyakiti perasaan Kamu. Akan tetapi jangan sampai kalap terbutakan emosi yang pada akhirnya membuat Kamu meledak dan berakhir dengan adu {mulut}. Suasana di rumah jadi tegang dan tidak nyaman, bukan?

Menghadapi ibu yang suka menyindir atau mengkritik anak perlu taktik khusus. Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Tips menghadapi ibu yang suka mengkritik anak

Orangtua yang sering memberi kritikan pedas pada anak sejak dini ternyata berdampak buruk bagi kesehatan jiwanya sampai dewasa.

Pola asuh seperti ini bisa membuat anak semakin tidak mendengarkan ucapan orangtua atau malah mendorong mereka untuk berperilaku obsesif (melakukan sesuatu secara berulang untuk menghindari kecemasan). Ya, kondisi ini dikenal juga dengan gangguan obsesif kompulsif.

Jika Kamu sudah dewasa dan mendapati ibu atau mertua sering memberikan kritikan pedas, cara yang tepat untuk mengatasinya adalah memperkuat ikatan antara Kamu dan sang ibu. Bukan mengabaikannya begitu saja.
Ada beberapa langkah yang perlu Kamu lakukan untuk menghadapi situasi ini, antara lain:

1. Coba beri tahu ibu Kamu mengenai sikapnya

Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk memiliki hubungan baik. Di balik perilaku ibu Kamu yang sering nyinyir, sebenarnya ia sangat peduli pada Kamu. Sayangnya beliau tidak menyadari rasa pedulinya pada Kamu sangat berlebihan.

Supaya ia bisa berubah, Kamu perlu membicarakan sikapnya yang sering mengkritik anak. Hal ini lebih baik dilakukan dibanding Kamu memendam emosi yang akhirnya membuat Kamu kesal dan ujung-ujungnya malah balik menyakiti hati ibu. Bukannya suasana jadi adem, yang ada justru tambah keruh.

Jadi, utarakan keinginan Kamu dengan lembut, tenang, dan jujur. Pilih waktu yang sesuai dan mendukung untuk membicarakan hal ini.

2. Tetapkan batasan sejauh mana ibu boleh ikut campur

Ibu yang suka memberi komentar biasanya cenderung sering ikut campur dalam urusan Kamu. Saat Kamu sudah dewasa, Kamu belajar untuk hidup mandiri, termasuk dalam memutuskan suatu pilihan. Meski pertimbangan orangtua dan orang di dekat Kamu dibutuhkan, Kamu harus bisa memilih mana yang terbaik.

Supaya ibu Kamu tidak melalui batas, maka perlu menetapkan sejauh mana ibu Kamu boleh ikut campur. jangan luap untuk menjelaskan maksud Kamu dengan menetapkan batasan tersebut dengan jelas dan lembut. Ingat, saling menghargai privasi satu sama lain dapat menjaga hubungan Kamu dan ibu Kamu tetap sehat.

3. Siapkan waktu khusus untuk dihabiskan bersama ibu Kamu

Sikap ibu Kamu yang terus menggerutu, bisa menjadi sinyal sesungguhnya ibu Kamu ingin diperhatikan. Akan tetapi, ibu Kamu malu atau sungkan untuk mengungkapkannya.

Kamu tentu paham sesungguhnya seiring bertambahnya usia, aktivitas yang dilakukan ibu Kamu semakin berkurang dan merasa kesepian. Sementara Kamu jadi lebih sibuk. Itulah sebabnya ibu Kamu sengaja terus berceloteh mengenai hal ini dan itu.

Solusinya, Kamu hanya perlu meluangkan waktu untuk dihabiskan bersama ibu Kamu. Misalnya, mengajaknya membuat kue bersama, menyiapkan makan malam di rumah, pergi berbelanja, atau sekadar olahraga pagi bersama.

Bukan hanya menyenangkan hati ibu Kamu, menghabiskan waktu bersama bisa memperkuat hubungan anak dan ibu jadi lebih kuat.

4. Minta bantuan psikolog

Jika cara sebelumnya tidak mampu membuat hubungan Kamu dan ibu Kamu jadi lebih baik, sebaiknya cari bantuan psikolog. Kamu perlu mendapatkan konseling dari psikolog untuk mempelajari bagaimana caranya menghadapi ibu yang sering mengkritik anak.

Kamu mungkin {butuh} bantuan anggota keluarga lainnya untuk mewujudkan ikatan yang sehat antara Kamu dan ibu Kamu.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close