fbpx
Tips Kesehatan

4 Jenis Aritmia yang Paling Umum dan Tidak Boleh Disepelekan

Jantung adalah sebuah organ vital yang perlu dijaga kesehatannya. Detak jantung yang selama ini Kamu rasakan adalah tanda sesungguhnya jantung Kamu sedang memompa darah ke seluruh {tubuh} secara terus-menerus. Sayangnya, ada beberapa hal yang dapat membuat detak jantung tidak normal, entah itu terlalu cepat, terlalu lambat, atau berdetak tidak beraturan. Kondisi ini disebut dengan aritmia.

Advertisement

Jika tidak cepat-cepat ditangani, gangguan detak jantung akibat aritmia bisa berakibat fatal. Sebelum memeriksakan diri ke dokter, yuk kenali {dulu} jenis aritmia paling {umum} berikut ini.

Advertisement

Jenis-jenis aritmia paling {umum}

Jenis-jenis aritmia paling {umum} di antaranya:

1. Fibrilasi atrium

Dikutip dari Health, sekitar sepertiga pasien rawat inap akibat aritmia disebabkan oleh fibrilasi atrium. Gangguan detak jantung yang satu ini rentan dialami oleh pria yang usianya di atas 60 tahun, orang dengan diabetes, tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan penyakit paru-paru.

Fibrilasi atrium adalah kondisi saat atrium, yaitu ruang atas jantung yang menerima darah dari seluruh {tubuh}, berdenyut secara tidak beraturan dan sangat cepat (lebih dari 300 denyut per menit). Semestinya, darah yang berkumpul di dalam atrium akan dialirkan ke ruang bawah jantung (ventrikel) sebelum dipompa ke seluruh {tubuh}. Namun, detak jantung yang sangat cepat justru membuat darah tidak dapat melalui atrium dengan baik.

Saking cepatnya aliran darah menuju jantung, kondisi ini memungkinkan adanya gumpalan darah yang ikut masuk dan memblokir pembuluh darah jantung. Hal ini bisa meningkatkan risiko kardiomiopati atau pembesaran jantung dan lama-kelamaan melemahkan kerja jantung.

Selain itu, bekuan darah tadi dapat terbawa oleh aliran darah sampai menuju otak. Jika tidak cepat-cepat ditangani, bekuan darah ini bisa menyumbat pembuluh darah di otak dan mengakibatkan stroke.

2. Bradikardia

Berkebalikan dengan fibrilasi atrium, bradikardia ditandai dengan denyut jantung yang sangat lemah, yaitu kurang dari 60 denyut per menit. Bagi sebagian orang, detak jantung yang lambat ini mungkin tidak menimbulkan gejala atau tanda apa pun.

Akan tetapi untuk sebagian orang lainnya, hal ini bisa jadi pertanda adanya masalah pada sistem listrik jantung. Mungkin saja alat pacu jantung alami yang dimiliki oleh {tubuh} tidak bekerja dengan baik, yang pada akhirnya detak jantung jadi sangat lambat dan tidak bisa memompa darah ke seluruh {tubuh}.

Gejala detak jantung tidak normal akibat bradikardia umumnya ditandai dengan munculnya sensasi pusing sampai pingsan. Dampak fatalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan kematian.

penyebab penyakit jantung 4 jenis aritmia yang paling umum dan tidak boleh disepelekan 4 Jenis Aritmia yang Paling Umum dan Tidak Boleh Disepelekan shutterstock 786220120 650x467

3. Fibrilasi ventrikel

Fibrilasi ventrikel adalah jenis aritmia yang {umum} dan lebih berbahaya dibandingkan fibrilasi atrium. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan listrik otot jantung pada bilik jantung (ventrikel), yang pada akhirnya aliran darah ke jantung jadi terhenti.

Akibatnya, jantung mengalami kekurangan oksigen dan membuat detak jantung tidak normal. Lebih parahnya lagi, Kamu berisiko tinggi mengalami serangan jantung atau henti jantung jika ini terus dibiarkan dalam waktu yang lama.

Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang harus segera ditangani. Tim medis biasanya akan segera melakukan resusitasi jantung (CPR) dan defibrilasi untuk menyelamatkan nyawa pasien.

4. Takikardia ventrikel

Takikardia ventrikel adalah jenis aritmia yang telah terjadi ketika bilik jantung berdenyut sangat cepat, yaitu lebih dari 200 denyut per menit. Padahal, denyut jantung normal pada orang dewasa berkisar 60-100 denyut per menit.

Saking cepatnya, jantung belum sempat menerima oksigen dari seluruh {tubuh} akibat harus dialirkan kembali ke organ {tubuh} lainnya. Kamu akan mengalami pusing, sesak napas, atau bahkan pingsan.

Tidak semua orang dapat menghitung detak jantungnya sendiri. Apalagi jika denyut nadi di pergelangan tangan Kamu cenderung lemah atau sulit diraba. Nah, supaya lebih mudah dan akurat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jantung terdekat.

Dokter akan melakukan tes elektrokardiogram (EKG) untuk melihat normal atau tidaknya denyut jantung Kamu. Jika hasilnya menunjukkan detak jantung tidak normal, maka dokter mungkin akan melakukan jenis pemeriksaan lain untuk memastikan jenis aritmia yang Kamu alami beserta penanganannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

ADBLOCK DETECTED