Gigi & Mulut

3 Kondisi yang Membuat Gigi Susu Harus Dicabut di Dokter Gigi

Idealnya, gigi susu akan mulai tanggal satu per satu mulai sekitar usia enam sampai tujuh tahun. Memasuki usia 15-17 tahun, biasanya semua gigi susu telah tergantikan dengan gigi dewasa. Akan tetapi, terkadang dokter akan menyarankan Kamu untuk cabut gigi susu sebagai jalan tempuh terbaik ketika dirasa ada yg tidak beres dalam pergantian gigi bayi menuju gigi permanen. Kenapa, ya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Cabut gigi susu, kapan harus dilakukan?

Proses cabut gigi susu mau tidak mau harus dilakukan ketika ada gangguan atau masalah pada rongga {mulut}. Di antaranya yaitu:

1. Kapasitas rahang tidak memadai untuk pertumbuhan gigi baru

Ukuran rahang yang kecil umumnya disertai dengan ukuran gigi susu yang kecil pula. Padahal, ukuran gigi dewasa yang {tumbuh} nantinya bisa saja jauh lebih besar daripada gigi susu sebelumnya. Persediaan ruang yang kurang memadai ini akan membuat gigi dewasa yang baru keluar jadi saling menumpuk dan terkesan tidak rapi.

Bahkan tak langka gigi dewasa sulit keluar akibat tidak memiliki ruang yang cukup atau terhalang oleh gigi lainnya. Satu-satunya pilihan untuk memperbaiki struktur gigi ini adalah dengan pemasangan kawat gigi atau biasa disebut behel.

Selain berfungsi untuk meratakan gigi yg tidak rapi, pemakaian behel akan membantu memperbesar ukuran rahang yang minim.

2. Gigi susu tidak kunjung tanggal

Sebelum usia 17 tahun, seharusnya seluruh gigi susu telah copot dan digantikan dengan gigi permanen. Sayangnya, tidak semua anak mendapatkan fase gigi tanggal sesuai waktunya. Memang, dalam sebagian kasus terkadang gigi susu tampak sangat kuat yang pada akhirnya tidak menunjukkan tanda mau copot sama sekali.

Itu sebabnya, cabut gigi susu biasanya menjadi pilihan untuk menggantikannya dengan gigi dewasa yang sudah saatnya keluar. Sebab jika tidak dicabut, kemungkinan besar gigi susu masih tetap akan bertahan di dalam {mulut} tanpa tahu kapan akan copot dan digantikan oleh gigi permanen.

3. Infeksi

Ketika gigi susu mengalami kerusakan yang cukup parah akibat infeksi, biasanya akan meluas sampai ke bagian pulpa. Dalam anatomi gigi, pulpa adalah lapisan paling dalam setelah enamel dan dentin. Pulpa bisa juga disebut sebagai pusat atau inti gigi yang tersusun dari pembuluh darah, saraf, serta jaringan lunak lainnya.

Infeksi yang sudah mencapai pulpa tidak bisa dianggap remeh akibat berarti bakteri akan lebih mudah untuk masuk dan tinggal di dalam pulpa. Jika pemberian antibiotik tidak mampu menyembuhkan infeksi gigi tersebut, maka pencabutan gigi susu bisa menjadi pilihan terbaik.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close